Yahudi dan Nasrani Takkan Rela dengan Islam

Wednesday, May 30th 2018. | Qur'an

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ    البقرة/120

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al Baqoroh 120)

 

Sababun Nuzul

Imam al Tsa’labi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan tentang kiblat, dia berkata bahwa orang Yahudi Madinah dan Nasrani Najran berharap bahwa Nabi Saw shalat dengan menghadap kiblat mereka. Ketika Allah SWT memindahkan kiblat menuju Ka’bah, maka hal itu membuat mereka merasa berat dan putus asa bahwa Nabi Saw tidak akan pernah sama dengan agama mereka. Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini. Imam Muqotil berkata bahwa orang Yahudi Madinah dan Nasrani Najran mengajak Nabi Saw untuk ikut bergabung dengan agama mereka dan mereka berprasangka dirinya berada dalam petunjuk Allah SWT, kemudian turunlah ayat ini.  (Lubabun Nuqul [18], Asbabun Nuzul lil Wahidi 1[104], al Ajab fi Bayanil Asbab 1 [373])

 

Takwil dan Makna Ayat

( وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم )

Ibnu Jarir menguraikan ayat ini adalah khitob kepada Nabi Saw, sehingga seakaan-akan Allah berakata kepada Nabi Saw : Hai Muhammad orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu selamanya, karena itu tidak usah lagi kau cari hal yang dapat menjadikan mereka rela dan sejalan dengan mereka. Akan tetapi arahkan perhatianmu untuk mencapai ridha Allah dengan mengajak mereka kepada kebenaran yang kamu diutus dengannya. Sesungguhnya apa yang kamu ajakkan kepada mereka adalah jalan untuk berkumpul Bersama mereka dalam kedamaian dan agama yang kokoh, tetapi kamu tidaklah memiliki jalan untuk membuat mereka rela dengan jalan mengikuti agama mereka, karena orang yahudi bukanlah orang nasrani, begitu pula orang nasrani bukanlah orang yahudi. Orang nasrani dan yahudi tidak akan pernah rela kepadamu (Islam) sampai kamu menjadi nasrani dan yahudi seperti mereka.

( قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى )

Katakanlah, wahai Muhammad, sesungguhnya petunjuk Allah adalah petunjuk yang sebenarnya, yaitu agama lurus, benar, sempurna, dan menyeluruh. Agama Allah SWT adalah agama yang haq dan agama kalian yahudi dna nasrani adalah agama yang bathil. Petunjuk Allah Swt adalah agama Islam dan apa yang mereka (yahudi dan nasrani) sampaikan bukanlah petunjuk Allah, tetapi merupakan pendapat mereka sendiri yang berasal dari hawa nafsu mereka. Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Saw untuk mengajak mereka mengikuti petunjuk Allah Swt dengan jalan mengikuti agama Islam, karena dalam petunjuk yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi SAW telah mengungkapkan berbagai kebohongan orang yahudi dan nasrani.

( وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ )

Dalam ayat tersebut terdapat ancaman keras bagi umat yang mengikuti cara-cara orang-orang Yahudi dan Nasrani setelah umat ini mengetahui isi Alquran dan as-Sunnah, hal ini karena cara pandang yahudi dan nasrani telah keluar dari ajaran yang hak. Mereka semua senantiasa lebih mendengarkan hawa nafsu dan syahwat mereka daripada ajaran para nabi-nabi dan rasul yang diutus kepada mereka. Khithab (sasaran pembicaraan) dalam ayat ini secara khusus ditujukan kepada Rasulullah SAW. tetapi perintahnya ditujukan kepada seluruh umatnya.

Mayoritas para fuqaha menggunakan firman Allah: (حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ) sebagai dalil bahwa semua kekufuran itu adalah satu millah (agama), karena Allah telah menggunakan kata Millah dalam bentuk mufrad (tunggal). Berdasarkan hal ini, maka tidak ada saling mewarisi harta warisan antara orang-orang muslim dengan orang-orang kafir. Sementara masing-masing dari mereka (non muslim)berhak mengambil warisan dari kaum kerabatnya baik yang satu agama maupun tidak (selain yang beragama Islam), karena mereka semua (selain Islam) adalah satu millah (kepercayaan). Ini merupakan pendapat Imam Syafi’i, Abu Hanifah, dan Ahmad dalam sebuah riwayatnya. Dalam riwayat lain Imam Ahmad berpendapat seperti pendapat Imam Malik, “Bahwasanya antara dua pemeluk agama yang berbeda tidak boleh saling mewarisi, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw. (Ibnu Katsir 1 [403-406], Ath Thobari 2 [562-563], al Alusi 1[477-499]).

 

Hikmah Ayat

Dalam ayat ini terdapat beberapa hikmah diantaranya adalah :

  1. Seorang muslim tidak akan pernah mendapatkan ridlo dari orang yahudi dan nasrani, sampai orang muslim tersebut mengikuti dan masuk ke dalam kepercayaan yang sama dengan mereka. Artinya orang yahudi dan nasrani akan senantianya memberikan pengaruh dengan berbagai macam cara dan jalan akan melancarkan rayuan dan bujukan kepada orang muslim agar mengikuti ajaran mereka dan meninggalkan ajaran agama Islam.
  2. Tidaklah ada agama yang benar kecuali ajaran agama Islam serta tidak dibenarkan bagi orang Islam keluar dari Islam (murtad).
  3. Barang siapa yang mengasihi dan menjadikan orang yahudi dan nasrani teman dalam artinya mereka mengikuti kebatilan-kebatilan yang dilakukan oleh orang yahudi dan nasrani, maka dia akan kehilangan rahmat dan pertolongan Allah SWT. Tafsir Tarbawi li Anwar al Baz 1: [57] Wallahu A’lam. (Ahmad Farikhin)

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Yahudi dan Nasrani Takkan Rela dengan Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *