USAMAH BIN ZAID PANGLIMA TERMUDA KESAYANGAN RASULULLAH

Friday, February 5th 2016. | Uswatun Hasanah

mujahid

USAMAH BIN ZAID

PANGLIMA TERMUDA KESAYANGAN RASULULLAH

 

Beliau adalah Usamah bin Zaid bin Haritsah. Ayahnya bernama Zaid bin Haritsah, beliau anak angkat Rosulullah, bahkan Rosulullah pernah menisbatkan nama Zaid kepada beliau menjadi Zaid bin Muhammad sebelum Islam masuk dan kemudian menghapus hukum anak angkat, Dimana nama anak harus dinasabkan kepada orang tua kandungnya. Ibunya bernama Ummu Aiman, pengasuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika kecil. Dalam suatu riwayat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Ummu Aiman adalah ibuku satu – satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan satu satunya keluargaku yang masih ada”. Riwayat lain bahkan mengatakan Ummu Aiman juga pemah menyusui anak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Usamah lahir tahun ke 7 sebelum hijrah ke Madinah. dan beliau adalah  termasuk sahabat yang sangat di sayangi oleh rasulullah, itu karena usamah terlahir dari orang-orang yang disayang rosul. sehingga Usamah diberi laqab, Al-Hibb wa Ibnil Hibb “Kesayangan dari Anak Kesayangan” dan Hibb Rasulillah, Jantung Hati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, karena beliau mencintainya sebagaimana mencintai cucunya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma.

Usamah tumbuh sebagai pribadi yang besar, cerdik serta pintar, berani luar biasa, bijaksana, pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya, tahu menjaga kehormatan, senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela, pengasih dan sebaliknya dikasihi banyak orang, taqwa, wara’ (berhati-hati), dan mencintai Allah Ta’ala.

 

Berhati Lembut, Berjiwa Ksatria

Tatkala Usamah menginjak masa dewasa sudah tergambar jelas dalam dirinya akan kemulyaan dan berwibawa besar di mata para sahabat, dilain itu beliau termasuk orang yang sangat cerdas, wara’ juga pemberani yang mana keberanian beliau tidak dimiliki oleh sahabat-sahabat yang lain.

suatu hari ketika nabi menyerukan kepada para sahabat akan dilaksanakan perang khandaq, Usamah dan para sahabat lainnya yang masih tergolong sangat muda datang kepada Rasulullah, mereka meminta kepada Rosulullah saw untuk bersedia memasukkan mereka dalam barisan perang. Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya turut berperang,  padahal pada waktu itu usamah baru berumur lima belas tahun. Rasulullah sangat tergugah ketika melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu, beliau mengizinkannya, Usamahpun pergi  dengan membawa pedang ikut berperang dijalan Allah untuk  menegakkan panji-panji agama Islam dan  hanya mengharap ridho Allah swt.

 

Dicintai Kaum Muslimin

Selama hidup beliau termasuk orang yang dihormati dan dicintai oleh kaum muslimin. Itu disebabkan karena ia menepati janjinya kepada Rasulullah Saw dan senantiasa menghormati Beliau. Umar Al Faruq bahkan memberikan gaji kepada Usamah melebihi apa yang ia berikan kepada anaknya Abdullah bin Umar. Maka Abdullah berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, Engkau memberikan gaji kepada Usamah 4000 sedangkan engkau memberikan aku hanya 3000. Padahal ayahnya tidak lebih utama dari dirimu, dan ia juga tidak lebih mulia daripadaku.”

kemudian Sayyidina Umar menjawab: “Engkau keliru… Ayahnya lebih dicintai oleh Rasul daripada ayahmu. Dan ia lebih dicintai Rasul dari dirimu!” Maka Abdullah bin Umar rela menerima pemberian gaji yang diberikan untuknya. Dan Umar bin Khattab setiap kali ia berjumpa dengan Usamah bin Zaid akan berkata: “Selamat datang, Amirku!” Jika ada orang yang merasa aneh dengan tingkah Umar ini, ia akan berkata kepada orang itu: “Rasul Saw telah menjadikan dia sebagai amirku!” Semoga Allah Swt merahmati jiwa yang besar ini. Sejarah tidak pernah mencatat profil yang lebih agung, sempurna dan mulia daripada para sahabat Rasulullah Saw.

 

Menjadi panglima Dalam Usia Muda

Karena melihat keberanian dan kecerdasan   yang dimiliki oleh Usamah, Rasulullah pun mempunyai inisiatif untuk mengangkat Usamah sebagai  pemimpin pasukan perang menghadapi  romawi. Dalam pasukan tersebut terdapat Abu Bakar, Umar, Sa’d bin Abi Waqash, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan banyak lagi para sahabat tua-tua lainnya, padahal pada saat itu usianya belum genap 20 tahun…  karena itu banyak dari kalangan sahabat yang kurang setuju  dan meminta agar Usamah digantikan dengan sahabat  yang lebih tua.

Mendengar desas-desus yang seolah menyepelekan kemampuan Usamah itu, Umar bin Khatthab segera menemui Rasulullah dan memberitahukan kabar tersebut, rasulullah sangat marah, lalu bergegas mengambil sorbannya dan keluar menemui para sahabat yang tengah berkumpul di Masjid Nabawi. Setelah memuji Allah dan mengucapkan syukur, beliau bersabda : “Wahai sekalian manusia, saya mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah, demi Allah, seandainya kalian menyangsikan kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah, Zaid sangat pantas memegang kepemimpinan, begitu juga dengan putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat aku kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga adalah sebaik-baik manusia di antara kalian.”

 

Dimarahi Rosulullah  

Rasulullah adalah pribadi yang sangat sabar.  Beliau tidak pernah marah ketika dicaci, dilempari batu,  diludahi dan haq-haq beliau dilanggar. tapi beliau akan sangat marah ketika haqqullah yang dilanggar.

Suatu ketika, Rasulullah benar-benar marah kepada Usamah bin Zaid. Ini karena Usamah telah membunuh Mirdas bin Nuhaik dalam peperangan penaklukan benteng Khaibar.
Kala itu, kaum muslimin terlibat pertempuran dengan kelompok musyrikin. dan Mirdas bin Nuhaik adalah prajurit musyrik  yang  berhasil membunuh beberapa prajurit muslim.
Usamah kemudian memburu Mirdas hingga dia terjepit. Dalam kondisi seperti itu, Mirdas kemudian mengucapkan kalimat syahadat. Tetapi, Usamah ragu dengan keimanan Mirdas, beliau menganggap mirdas  berucap demikian karena ingin selamat dari pedangnya, Sehingga Usamah tetap saja membunuh Mirdas. Mendengar kabar itu, Rasulullah marah. “Kenapa tidak kau belah saja hati orang itu sehingga kau tahu apakah hatinya mengucapkan kalimat syahadat atau tidak?” kata Rasulullah kepada Usamah dengan wajah memerah karena marah.
Usamah kemudian meminta Rasulullah memohonkan ampun kepada Allah SWT. Rasulullah bersabda :  “Usamah! Bagaimana engkau akan mempertanggungjawabkan tindakanmu membunuh seseorang yang telah mengucapkan kalimat syahadat pada hari kiamat kelak?”  kata Rasulullah sampai dua kali. Hal itu membuat Usamah merasa kelu. Dia merasa belum memeluk Islam dan ingin memperdalam pemahaman akan ajaran agama islam.

 

Kemenangan Usamah

Usamah dan pasukannya terus bergerak dengan cepat meninggalkan Madinah. Setelah melewati beberapa daearah yang masih tetap memeluk Islam, akhirnya mereka tiba di Wadilqura. Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah bernama Huraits. Ia maju meninggalkan pasukan hingga tiba di Ubna, tempat yang mereka tuju. Setelah berhasil mendapatkan berita tentang keadaan daerah itu, dengan cepat ia kembali menemui Usamah. Huraits menyampaikan informasi bahwa penduduk Ubna belum mengetahui kedatangan mereka dan tidak bersiap-siap. Ia mengusulkan agar pasukan secepatnya bergerak untuk melancarkan serangan sebelum mereka mempersiapkan diri. Usamah setuju. Dengan cepat mereka bergerak. Seperti yang direncanakan, pasukan Usamah berhasil mengalahkan lawannya. Hanya selama empat puluh hari, kemudian mereka kembali ke Madinah dengan sejumlah harta rampasan perang yang besar, dan tanpa jatuh korban seorang pun.

Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang. Sehingga, orang mengatakan, “Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid.” (Wildan Shofa Nur)

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , ,

Related For USAMAH BIN ZAID PANGLIMA TERMUDA KESAYANGAN RASULULLAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *