Ummu Sulaim Binti Malhan (Wanita Islam pertama dari golongan sahabat Anshar)

Tuesday, December 2nd 2014. | Uncategorized, Uswatun Hasanah

Ummu Sulaim Binti MalhanNama lengkapnya Rumaisha’ binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Ady bin Najjar al-Anshariyyah al-Khazrajiyyah. Ia seorang wanita yang memiliki sifat keibuan dan cantik, dirinya dihiasi ketabahan, kebijaksanan, lurus pemikirannya, kecerdasan berpikir, kefasihan serta akhlak mulia. Karena kelebihan tersebut mendorong putra pamannya Malik bin Nadlar menikahinya. Dari hasil pernikahannya ini lahirlah Anas bin Malik, salah seorang shahabat mulia.

 

Masuk Islam

Ummu Sulaim termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari golongan Anshar. Wanita ini tidak peduli segala resiko penyiksaan masyarakat jahiliyah penyembah berhala. Ketika Malik sang suami mendapatinya telah masuk Islam. Malik berkata dengan kemarahan memuncak, “Apakah engkau murtad dari agamamu?”. Ummu Sulaim tegar menjawab: “Tidak, bahkan aku telah beriman”. Bahkan ketika Ummu Sulaim membimbing anaknya masuk Islam, Malik berkata: “Janganlah engkau rusak anakku”. Maka Ummu Sulaim menjawab: “Aku tidak merusaknya, akan tetapi aku mendidik dan memperbaikinya.”

Malik bin Nadlar yang menemukan kegigihan istrinya berpegang kepada akidah Islam pergi dari rumah dan takkan kembali hingga istrinya mau kembali kepada agama nenek moyangnya.

 

Menyerahkan Putranya Kepada Nabi

Setelah suaminya meninggal Ummu Sulaim menemui Rasulullah dan mengajukan Anas putranya dijadikan pembantu dan diajarkan kebaikan. Betapa bahagia hati Ummu Sulaim ketika Rasulullah menerimanya.

Keteguhan dan keberadaan Anas bin Malik di sisi Rasulullah menjadikan anak dan ibu itu dikagumi banyak orang. Begitu pula Abu Thalhah, mendengar kabar tersebut menjadikan hatinya takjub dan ingin melamar Ummu Sulaim.

 

Islam, Mahar Bagiku

Abu Thalhah mendatangi Ummu Sulaim dengan menyediakan mahar yang tinggi akan tetapi Ummu Sulaim menolak. Karena kecintaan Abu Thalhah begitu besar, dia kembali pada hari berikutnya dengan membawa mahar yang lebih banyak, roti maupun susu dengan harapan Ummu Sulaim akan luluh dan menerimanya.

Melihat ketulisan Abu Thalhah, Ummu Sulaim berkata dengan halus: “Demi Allah! orang yang seperti anda tidak pantas untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta yang selain dari itu”.

“Kepada siapa saya harus datang untuk masuk Islam?”, tanya Abu Thalhah.

“Datanglah kepada Rasulullah.” Maka pergilah Abu Thalhah menemui Nabi yang tatkala itu sedang duduk-duduk bersama para sahabat. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah bersabda: “Telah datang kepada kalian Abu Thalhah, dan sudah tampak cahaya Islam dikedua matanya”.

Selanjutnya Abu Thalhah menceritakan kepada Nabi tentang apa yang dikatakan oleh Ummu Sulaim, maka dia menikahi Ummu Sulaim dengan mahar keislamannya.  Ungkapan tulus Ummu Sulaim kepadanya, mampu menyentuh perasaan yang paling dalam dan mengisi hati Abu Thalhah dengan cahaya keimanan.

Ini sebuah juga bukti bahwa, Ummu Sulaim seorang wanita yang tidak takluk dengan rayuan-rayuan kemewahan, tidak terpengaruh dengan kemuliaan dunia. Sahabat Tsabit meriwayatkan: “Aku belum pernah mendengar seorang wanitapun yang paling mulia maharnya dari Ummu Sulaim, karena maharnya adalah Islam.”Ummu Sulaim Binti Malhan

 

Potret Wanita Salehah

Ummu Sulaim hidup bersama Abu Thalhah dengan kehidupan yang diisi dengan nilai-nilai Islam, mereka dikaruniai seorang anak bernama Abu Umair, namun ia meninggal pada waktu muda. Ummu Sulaim berpesan kepada keluarganya untuk tidak menceritakan kepada Abu Thalha tentang berita duka itu.

Ketika Abu Thalhah kembali, Ummu Sulaim menyambut dan mendekati suaminya, mempersiapkan malam baginya, kemudian Ummu Sulaim bersolek dengan dandanan cantik, mengenakan baju paling bagus, memakai wangi-wangian, dan melayani suaminya.

Keesokan harinya, Abu Thalhah tidak kuasa menahan amarahnya karena istrinya tidak mengabarkan kematian anak mereka, kemudian pergi menghadap Rasulullah dan mengabarkan kapada Rasulullah tentang apa yang terjadi. Rasulullah bersabda: “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua”. Begitulah Ummu Sulaim, sosok wanita shalehah dalam Islam yang mengedepankan kebahagiaan dan kepuasan sang suaminya. Ubbabah, salah seorang ahli Hadis berkata: “Aku melihat dia memiliki tujuh anak yang kesemuanya hafal Alqur’an.”

Ummu Sulaim juga turut berjihad. Diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam shahihnya bahwa Ummu Sulaim membawa badik (pisau) pada perang Hunain. Begitulah Ummu Sulaim memiliki kedudukan yang tinggi, Rasulullah beliau tidak pernah masuk rumah selain rumah Ummu Sulaim, bahkan Rasulullah telah memberi kabar gembira. Beliau bersabda: “Aku masuk ke surga, tiba-tiba mendengar sebuah suara, maka aku bertanya: “Siapa itu?”. Mereka berkata: “Dia adalah Rumaisha` binti Malhan ibu dari Anas bin Malik”. []

 

 

Umar Faruq

 

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , ,

Related For Ummu Sulaim Binti Malhan (Wanita Islam pertama dari golongan sahabat Anshar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *