Ummu Aiman Dari Budak, Pengasuh, hingga Pelibur Muhammad Saw.

Tuesday, July 26th 2016. | Uswatun Hasanah

rsz_tumblr_nnrruoqqan1szig8ho1_1280

Ummu Aiman

Dari Budak, Pengasuh, hingga Pelibur Muhammad Saw.

 

Barakah binti Tsalabah atau di kenal dengan nama Ummu Aiman, adalah salah satu dari sahabat Rasulullah Saw dari kaum hawa yang berselimut keberuntungan dan keberkahan. Bilamana tidak? Sejak baginda Nabi Saw terlahir hingga wafatnya beliau, Ummu Aimanlah yang merawat dan menjadi pelipur bagi beliau. Bukan itu saja, Ummu Aiman juga termasuk mujahid dari golongan perempuan yang turut berjuang bersama Nabi dalam menegakkan Islam.

 

Merawat Nabi Sejak Kecil

Ummu Aiman adalah budak ayah Nabi Saw, yakni Abdullah bin Muthallib. Ia diwaris oleh Nabi sepeninggal ayah beliau. Perannya bukan hanya sebagai budak, akan tetapi juga laksana seorang ibu yang selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya kepada beliau. Nabi pernah bersabda,”Ummu Aiman adalah ibu setelah ibuku (Siti Aminah).”

Saat itu Aminah binti Wahab, ibunda Nabi Saw pergi ke Madinah bersama beliau. Ummu Aiman turut serta menemani perjalanan mereka. Mereka berniat berkunjung ke Bani Najjar, yakni keluarga Abdul Muthallib. Tapi dalam perjalanan pulang, Siti Aminah menderita sakit, dan akhirnya meninggal tepat di tanah Abwa’, yaitu kota kecil di antara Makkah dan Madinah. Sehingga Ummu Aimanlah yang menampingi beliau kembali ke Makkah.

Sepeninggal ibunda, Rasulullah dirawat oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Ummu Aiman tetap menjadi perawat beliau. Sang kakek yang mempunyai peran laksana ayah sepenuhnya mencurahkan rasa kasih sayangnya kepada beliau. Terbukti, sering kali ia berpesan kepada Ummu Aiman yang menjadi orang terdekat cucunya itu. Dia pernah berkata,”Hai Barakah, janganlah kamu membiarkan Muhammad, aku pernah mengerti dia bersama anak-anak lain di dekat pohon bidara. Ketahuilah, orang-orang ahli kitab sudah menyangka bahwa dia akan menjadi nabi umat ini.

 

Dua Kali Dinikahkan Nabi

Di usia dua puluh lima tahun Nabi menikah dengan Siti Khadijah. Baginda Nabi memerdekakan Ummu Aiman yang sejak kecil telah merawatnya. Lalu beliau menikahkannya dengan Ubaid bin Zaid al-Khazraji. Dari pernikahan itu, terlahir seorang anak bernama Aiman yang nantinya meninggal dunia, syahid saat perang Hunain.

Setelah kematian Ubaid, Nabi menikahkan Ummu Aiman dengan Zaid bin Haritsah. Zaid bin Haritsah juga budak Nabi pemberian Siti Khadijah yang telah dimerdekakan. Ia juga dijadikan anak angkat oleh beliau. Dengan Zaid bin Haritsah inilah terlahir Usamah bin Zaid yang kelak akan menjadi panglima perang yang tangguh.

 

Senang Berjihad

Rasa senang Ummu Aiman untuk turut berjihad bersama Nabi di buktikan dengan mengikuti beberapa perang, di antaranya adalah perang Uhud, saat itu, Ummu Aiman berangkat bersama beberapa wanita lain. Peran mereka adalah mengobati, dan memberi minum sahabat mujahidin yang kehausan. Di antaranya lagi, perang Khaibar, bersama dua puluh wanita, ia berangkat menuju medan perang bersama Rasulullah Saw.

 

Suami dan Anaknya Syahid

Berita duka di terima dengan tabah oleh Ummu Aiman. Di tahun yang sama, yaitu tahun delapan hijriyyah dua orang yang sangat di cintainya syahid dalam medan perang. Suaminya, Zaid bin Haritsah meninggal di jalan Allah Swt dalam perang Mut’ah. Setelah itu, anaknya, Aiman, mati sebagai salah satu syuhada’ pada perang Hunain.

Ummu Aiman meninggal pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, tepatnya dua puluh hari setelah wafatnya Sayyidina Umar. Tiada budak yang lebih beruntung dari pada dirinya. Wallahu a’lam.

 

[Muslimin Sairozi]

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , ,

Related For Ummu Aiman Dari Budak, Pengasuh, hingga Pelibur Muhammad Saw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *