Ulama’ Dengan Semangat Dakwah Tinggi

Wednesday, September 23rd 2015. | Jejak Utama

Habib Anis2

Da’i adalah sebutan untuk mereka yang menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. Da’i sering juga disebut dengan mubaligh, orang yang menyampaikan ajaran nabi Muhammad Saw. Inilah yang dimaksudkan bahwa ulama’ adalah warosatul ambiya’ (ahli waris para nabi), dimana mereka menyampaikan pesan dari apa yang disampaikan oleh nabi Muhammad Saw. untuk disampaikan kepada semua manusia.

Dengan membaca sekilas tentang kepribadian dan biografi Habib Anis bin Alwi al-Habsyi, kita akan bisa sedikit mengerti bagaimana sebenarnya konsep ‘warosatul ambiya’ ” tersebut. Karena memang, Habib Anis tidaklah dikenal karena beliau ahlu bait Rasulullah Saw. atau cucu dari penggubah syi’ir Maulid Simtu ad-Durar saja, namun lebih dari pendekatan beliau dalam berdakwah dan menanamkan nilai ulama’ salaf yang masa kini sedikit demi sedikit mulai terkikis.

 

Mengabdikan Dirinya Untuk Dakwah

Habib Anis telah mengabdikan dirinya untuk berdakwah dan bergelut dalam majelis ilmu. Setiap 5 hari dalam satu minggu beliau punya pengajian setelah dzuhur. Bahkan, ketika istri beliau meninggal dan masyarakat datang berbondong-bondong untuk ta’ziyah dan berbela sungkawa, beliau langsung membuka kitabnya dan mulai mengajar begitu waktu pengajian tiba. Walau didalam rumahnya, istrinya sedang dimandikan, namun beliau tetap istiqomah untuk mengajar dan membimbing umat.

Beliau  dikenal sebagai pribadi yang istiqomah dalam segala hal. Semuanya selalu tertata rapi meskipun aktifitasnya sangat padat. Baik itu menjadi imam sholat, mengisi pengajian, menerima tamu, membuka toko dan sebagainya.

 

Mendorong Anak Muda Untuk Bangkit Dalam Berdakwah

Beliau adalah seseorang  yang memiliki jiwa sangat peduli kepada sesama. Walau keluasan ilmunya dan kewibawaannya yang begitu rupa, beliau sangatlah luar biasa kepada anak muda yang baru muncul untuk mengisi rohah, majelis, dan maulidnya secara bergiliran.

Bahkan didalam majelis Zawiyah rohah sekalipun seringkali beliau meminta murid-muridnya untuk menyimpulkan apa yang ada didalam pembicaraan majelis. Hal itu sengaja beliau lakukan  untuk mendorong  anak-anak muda supaya dikenal, belajar, bangkit, ada persiapan dalam berdakwah.

Dengan lantaran beliaulah, pemuda-pemuda Indonesia yang kala itu belum mengenal sosok Habib Umar bin Hafidz, belajar kepada Habib Umar. Beliaulah yang mengundang Habib Umar ke Indonesia dan mengenalkannya kepada penduduk Indonesia. Hingga kemudian, tahun 1994, di gelombang pertama, diberangkatkan sebanyak 30 orang Indonesia dari keluarga Alawiyyin dan lainnya, untuk pergi menuju hadramaut guna belajar kepada Habib Umar bin Hafidz.

 

Santun Dalam Berdakwah

Dalam pandangan masyarakat, Habib Anis dikenal sebagai seseorang yang bergaul lintas sektoral dan agama. Dalam dunia politik beliau netral, tidak memihak pada suatu partai. Beliau sentiasa mengabdikan dirinya untuk berdakwah dengan menyebarkan ilmu dan menyeru umat untuk mencintai Nabi muhammad Saw.

Beliau memusatkan kegiatan dakwah di Masjid Riyadh yang didirikan oleh ayahnya. Selain itu, beliau juga mengadakan safari dakwah keliling kota hingga murid beliau kemudian mencapai puluhan ribu.

Ketika berdakwah, beliau selalu menampilkan senyuman yang menjadi ciri khasnya. Senyum yang membuat semua orang bahagia ketika melihatnya. Senyum, yang menggambarkan senyum Rasulullah Saw., yang merasuk dalam sitiap hati orang yang melihatnya, hingga muncullah rasa cinta kepada beliau.

 

Pewaris Maulid Simtu ad-Durar

Beliau selalu menyebarluaskan warisan paling berharga dari kakeknya, yaitu Maulid  Simtu ad-Durar. Beliaulah yang mencetaknya dan istiqomah untuk mengamalkannya di Masjid Riyadh setiap malam jum’at. Beliau memberi ijazah kepada orang-orang tertentu untuk mengamalkannya. Di Indonesia, setelah ayah beliau, yang paling lama dan paling berjasa untuk menyebar luaskan Simtud ad-Durar adalah habib Anis. Begitu pula qasidah-qasidah Habib Ali, juga beliau sebar-luaskan.

Semoga kita bisa mencontoh dari apa yang telah beliau lakukan, dan bisa menjadi penerus serta pewaris dari apa yang beliau perjuangkan. Hingga konsep al-Ulama’ warosatul ambiya’ benar-benar ada didalam diri kita. Amin…

[Muhammad Ichsan]

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Ulama’ Dengan Semangat Dakwah Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *