Tenggelamnya Fir’aun Musa  

Friday, February 6th 2015. | Qur'an

firaun

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ  [البقرة/50]

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (QS. al-Baqarah: 50)

 

Siapakah Firaun itu?

Fir’aun adalah sebutan nama raja penguasa Mesir. Orang yang pertama kali menerima gelar ini adalah Sinan bin Alwan bin Ubaid bin Aulaj bin Amlaq bin Lawidz bin Sam bin Nuh. Ia diangkat menjadi Raja Mesir oleh saudara yang bernama Dhahhak. Sinan sendiri diangkat menjadi raja pada masa masuknya Nabi Ibrahim as ke Mesir setelah hijrah dari Palestina bersama istrinya, Sarah. (AlKamil fi atTarikh [1]: 33, Tarikh alRusul wa alMuluk [1]: 72)

Adapun Firaun pengusa Mesir pada masa Nabi Musa adalah Al-Walid bin Mush’ab bin Muawiyah. Ia menguasai mesir setelah saudaranya yang bernama Qabus wafat. Adapun Asiyah yang menjadi istri Fir’aun adalah Asiyah binti Muzahim bin Ubaid bin Royyan bin al-Walid. Ia adalah istri dari Qabus, lalu setelah wafat dinikahi oleh Al-Walid. Al-Walid inilah yang dikenal dengan Fir’aun paling kejam dan lalim. Dialah yang melancarkan pembinasaan bayi laki-laki dikalangan Bani Isra’il. (AlKamil fi atTarikh [1]: 55, Tarikh al Rusul wa alMuluk [1]: 150)

Al-Ayisyi berkata: “Fir’aun yang pertama adalah Sinan bin Alwan bin Ubaid bin Auj bin Amliq. Fir’aun inilah yang telah dijatuhi balak karena telah memegang Sarah istri Nabi Ibrahim as, kemudian ia memberikan Hajar ibunda Nabi Ismail kepada Nabi Ibrahim sebagai hadiah. Fir’aun yang kedua adalah Rayyan bin Al-Walid, jalur nasabnya sampai kepada Amr bin Amliq. Ia adalah Fir’aun pada masa Nabi Yusuf as dan dia ada Fir’aun yang paling baik tingkah lakunya. Diceritakan Fir’aun ini masuk dalam golongan pengikut Nabi Musa as. Fir’aun ketiga adalah Fir’aunya Musa yaitu Al-Walid bin Mush’ab. Ia adalah Fir’aun yang paling kejam dan lalim. Fir’aun yang keempat adalah Nuawaifil, ia mati ditangan Bukhtanasr semasa perang.” (Mir’ah al-Jinan wa Ibrah al-Yaqdhan fi Ma’rifati Hawadits az-Zaman [1]: 250)

 575303_405589062813659_106585492714019_1126068_600905895_n

Tenggelamnya Fir’aun

Al-Hasan bin Yahya bercerita dari Abdur Razaq dari Ma’mar dari Abu Ishaq al-Hamadani dari Amr bin Maimun al-Audi tentang ayat di atas, ia berkata: “Ketika Musa keluar dari Mesir dengan membawa kelompok Bani Israil. Kabar pelarian ini pun terdengar oleh Fir’aun, lalu ia berkata: Jangan kalian kejar mereka sampai ayam berkokok.” Amr bin Maimun berkata: “Demi Allah pada malam itu tidak ada ayak yang berkokok sampai tiba waktu pagi. Lalu Fir’aun mengambil kambing kemudian disembelih, dan ia berkata: “Aku tidak akan menyelesaikan hati kambing ini sampai terkumpul 600.000 kaum Qibthi. Fir’aun pun menyelesaikannya setelah terkumpul 600.000 orang, lalu ia memimpin mereka untuk mengejar Musa dan pengikutnya.”

Ketika Musa dan pengikutnya sampai ke pinggir Laut Merah, salah seorang pengikutnya yang bernama Yusya’ bin Nun berkata: “Wahai Nabi Musa, kemana lagi Tuhanmu memerintahkan pergi?” Musa as berkata: “Ke arah depan, sambil menunjuk arah laut.” Lalu Yusya’ pun menceburkan kudanya sampai ke tengah. Ia pun tenggelam dan kembali lagi lalu berkata kepada Nabi Musa as: “Wahai Nabi Musa, ke mana lagi Tuhanmu memerintahkan pergi? Demi Allah, engkau tidak berbohong dan tidak bohongi!” Yusya’ pun melakukan hal yang sama sampai tiga kali, lalu Allah mewahyukan kepada Nabi Musa as untuk memukulkan tongkatnya ke laut, lalu terbelahkan laut itu dan belahan laut itu bagaikan gunung yang besar. Nabi Musa dan pengikutnya lalu menyebrangi laut sedangkan Fir’aun dan pasukannya mengejar dari belakang. Sesampainya Nabi Musa dan pengikutnya di seberang, seketika itu laut kembali seperti semula tepat ketika Fir’aun dan pengikutnya berada di tengah-tengah, sehingga tenggelamlah mereka semua tanpa terkecuali, sementara Nabi Musa dan pengikutnya menyaksikan mereka semua tenggelam. Ma’mar berkata: “Qatadah mengatakan bahwa pengikut Nabi Musa as berjumlah 600.000 orang sedangkan Fir’aun mengejar mereka dengan membawa pasukan sebanyak 1.100.000 tentara. (Tafsir At-Thabari [2]: 53, Ibnu Katsir [1]: 260).

[Ahmad Farikhin]

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For Tenggelamnya Fir’aun Musa  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *