Temukan Kedamaian di makam Al-Imam Syeikh Abdullah Al-Harary, Lebanon

Monday, June 10th 2013. | Jalan-jalan, Ziarah

Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary
Salah satu ulama yang disegani di Lebanon. Semasa hidupnya, Syekh Abdullah Al-Harary termasuk satu di antara deretan para ulama yang memiliki welas asih kepada umat dan gigih dalam membela akidah Ahlussunnah.

Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary

Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary

Desir angin utara negeri Syam mengusik hening para pemimpi di tengah malam. Seakan ingin membawa angan akan perjuangan para kekasih Allah yang pernah menancapkan panji tauhid di daratan ini hingga tumbuh subur sebagai “Al-Firqah An-Najiyah” sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadisnya. Mereka adalah mayoritas umat Muhammad, pengikut madzhab Asya’irah dan Maturidiyah yang sampai sekarang masih berdiri kokoh di bawah bendera Ahlussunnah wal jama’ah. Begitu banyak kabar gembira yang datang dari Rasulullah tentang penduduk Syam. Bahkan dalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari sahabat Anas bahwa Rasulullah pernah bersabda:

”Di antara umatku terdapat 40 wali Abdal, 22 berada di Syam dan 18 lainnya di Iraq, bila salah satu dari mereka meninggal maka Allah selalu memberikan penggantinya”. (H.R Ibnu Asakir)

Dari hadis tersebut, kita bisa simpulkan bahwa negri Syam yang meliputi Lebanon, Palestina, Syiria dan Jordan, hingga sekarang masih dihuni oleh para wali Abdal tersebut. Oleh karenanya tidak heran jika Syam menjadi salah satu negeri yang paling banyak menjadi tujuan para penambang ilmu maupun pencari berkah dari penjuru dunia. Alhamdulillah, penulis diberi kesempatan oleh Allah untuk menimbah ilmu di negeri ini. berziarah di salah satu satu dari sekian Berikut adalah sedikit tentang makam hamba-hamba Allah yang mulia di Lebanon. Penulis juga bersyukur bisa berziarah ke salah satu makam hamba Allah yang mulia di Lebanon, di makam Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary.

Makam Para Shalihin dari Penjuru Arah

Tak pernah sepi: Makam Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary

Tak pernah sepi: Makam Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary

Jika kita berkunjung ke Negara Arab satu ini, maka kita bisa meluangkan waktu singgah di beberapa makam shalihin, untuk berziarah seraya menapaktilasi perjuangan mereka. Mulai dari makam para nabi, hingga para wali baik dari generasi sahabat, tabi’in sampai para wali setelahnya. Di bagian selatan Lebanon misalnya, tepatnya di daerah “Shaidah” terdapat makam Nabi Yahya ‘alaihi as-salam yang terletak di dalam sebuah Qal’ah (benteng besar). Di kawasan yang sama juga terdapat makam Nabi Dawud ‘alaihi as-salam dan makam dua orang sahabat, Syarahbil dan Abu al-Ruh. Di bagian timur Lebanon tepatnya di Biqa’, terdapat tempat yang diyakini sebagai makam nabiyullah Nuh ‘alaihi as-salam. Makam yang mempunyai panjang ± 30 meter ini sangat mengesankan hati para peziarah. Lalu dari makam ini, dengan jarak perjalanan ± 1 jam bisa ditemui makam sahabat Musafir ibnu Al-Harb.

Beralih ke arah “Tripoli” bagian utara Lebanon, tepatnya di area gunung “Turbul” terdapat makam Nabi Yusya’ ‘alaihi as-salam yang diangkat Allah menjadi Nabi dan melanjutkan perjuangan Nabi Musa ‘alaihi as-salam pasca wafatnya, hingga berhasil membebaskan Bait al-Maqdis dari kekangan orang-orang kafir.

Meski tidak ada pendapat yang tsabit akan keabsahan posisi dan letak makam para nabi kecuali hanya tiga nabi saja. Nabi Muhammad di Masjid Nabawi Madinah, Nabi Ibrahim di “Kholil” Palestina, dan Nabi Musa di lembah ”Ariha’ Palestina, makam-makam tersebut tetap saja tidak pernah sepi dari para peziarah yang ingin mengenang sejarah sekaligus bertawassul dan bertabarruk.

Di Beirut sendiri yang merupakan ibu kota Lebanon, bisa kita temui banyak makam para wali. Di antara yang sering diziarahi adalah makam Al-imam Abdurrahman Al-Auza’i, seorang ulama dari generasi tabi’in yang dilahirkan di Be’elbakc tahun 88 H. Beliau lalu hijrah ke Beirut dan menyebarkan dakwahnya hingga akhir hayat pada tahun 157 H. dan dikebumikan di sana. Beliau juga seorang mujtahid pendiri madzhab. Hanya saja madzhabnya tidak dibukukan seperti empat madzhab lainnya. Sehingga seiring bergulirnya waktu madzhab inipun mengalami kepunahan pengikut.

Al-Imam Syekh Abdullah Al-HararyKini, makam beliau terletak di dalam masjid perkampungan Al-Auza’i. Nuansa religi begitu kental di area makam ini. Selain itu, para peziarah juga disuguhkan dengan panorama laut Lebanon yang barada tepat sebelah barat makam. Beirut juga semakin menjadi lebih istimewa adanya makam Al-Imam Syekh Abdullah Al-Harary. Makam yang penuh berkah ini tepatnya berada di samping sebuah masjid yang dikenal dengan Jami’ Burj Aby Haidar. Keistimewaan tersebut bisa terlukis dalam kisah berikut.

Suatu ketika dua orang peziarah dari luar Lebanon sedang berada gerbang pintu makam Imam Al-Auza’i. Ketika ditanya, mereka menyebutkan bahwa Rasulullah menyampaikan dalam suatu mimpi bahwa di Lebanon terdapat dua makam yang penuh berkah dan dikabulkan doa bagi peziarah berkunjung ke sana. Kedua makam tersebut adalah makam Imam Al-Auza’i dan Imam Abdullah Al-Harary. Hanya saja mereka tidak tahu di mana lokasi makam Imam Al-Harary berada. Seketika itu, merekapun ditunjukkan ke makam yang penuh berkah ini.

Semasa hidupnya, Al Imam Syekh Abdullah Al-Harary termasuk satu di antara deretan para ulama yang memiliki welas asih kepada umat dan gigih dalam membela akidah Ahlussunnah, selain keunggulan di berbagai disiplin ilmu, kesalehan dan kewalian yang beliau miliki. Sebagimana hal tersebut diakui para ulama Syam. Bahkan beliau dikenal sebagai khalifah Syekh Badruddin Al-Hasani. Banyak sekali karamah muncul baik semasa hidup maupun setelah wafat. Hingga kini, makam ini hampir tak pernah sepi dari para peziarah bahkan dari luar Lebanon.

Melestarikan ajaran
Banyak hal yang mendasari para pengunjung berziarah di makam tersebut, karena memang ziarah kubur terbukti memiliki dampak positif jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah. Selain mengingatkan kepada kematian dan kehidupan di akhirat kelak, ziarah kubur juga memotivasi peziarah untuk hidup lebih baik dan berguna bagi umat. Karena dengan lebih mengenal para kekasih Allah dan melihat langsu

Inilah bagian dari akidah Ahlussunnah wal jama’ah yang diajarkan oleh Rasulullah dan diwarisi oleh para sahabat hingga generasi selanjutnya. Maka, sudah sepatutnya bagi kita untuk memperjuangkan dan melestarikannya. Bahkan kita dituntut untuk selalu waspada dari ajaran sebagian kelompok yang ingkar hingga mengklaim bahwa ziarah kubur, tawassul dan tabarruk adalah haram dengan dalih semua itu adalah bentuk dari kemusyrikan. Wal’iyaadzubillah.ng makam mereka, serta mendengar karamah yang merupakan bentuk kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada mereka, akan memperteguh keimanan dan keislaman para peziarah.

Oleh: Adam Ahmad Syahrul Alim
Kontributor Majalah Langitan yang sedang
menempuh pendidikannya di Global University, Beirut, Lebanon.

Comments

comments

tags: , , , , , , ,

Related For Temukan Kedamaian di makam Al-Imam Syeikh Abdullah Al-Harary, Lebanon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *