Taubat dari Dosa?

Wednesday, February 14th 2018. | Tasawuf

 

Ketahuilah, taubat adalah “meninggalkan”. Tidak mungkin seseorang meninggalkan dosa tanpa mengetahuinya. Jika taubat wajib maka perkara tidak sampai kepadanya kecuali dengannya adalah wajib. Jadi, mengetahui dosa-dosa adalah wajib. Dosa adalah semua hal yang bertentangan dengan perintah Allah  yang wajib dikerjakan.

Perlu di ketahui bahwa manusia mempunyai sifat dan akhlak, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Keajaiban-keajaiban Hati dan Bahaya-bahaya. Akan tetapi, perkembangan dosa terletak pada empat sifat:

Rububiyah (sifat ketuhanan)

Syaithoniyah (sifat kesetanan)

Bahimiyah (sifat kebinatangan)

Sabu’iyah (sifat kebinatangbuasan)

Yang menyerupai sifat-sifat ketuhanan seperti kesombongan, kebanggaan, kesewenang-wenangan, suka pujian dan sanjungan, kemuliaan, kekayaan, suka mencari kekuasaan atas seluruh manusia sehingga seolah-olah seseorang bermaksud berkata, “Saya Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”

Kedua adalah sifat syaithoniyah, seperti kedengkian, tipu muslihat, tipuan dan berbuat kebinasaan dan kemungkaran. Termasuk di dalamnya adalah khianat, bermuka dua, serta ajakan kepada bid’ah dan kesesatan.

Ketiga adalah bahimiyah (sifat kebinatangan), seperti kerakusan dan ingin memenuhi nafsu perut dan alat kelamin. Dari sifat ini bercabang pula perbuatan zina, liwath (homo seksual), mencuri, memakan harta anak-anak yatim, serta mengumpulkan barang-barang dunia untuk memenuhi hawa nafsu.

Keempat adalah sabu’iyah (sifat kebinatangbuasan). Dari sifat ini, bercabang kemarahan, kedengkian, memerangi manusia dengan pukulan, caci-maki, pembunuhan, dan pemborosan harta. Dari sifat ini bercabang pula sejumlah dosa.

Sifat-sifat di atas mempunyai tahap-tahap pada fitrah (asal kejadian manusia). Sifat bahimiyah menang pertama-tama kemudian apabila kedua ini berkumpul maka menguasai akal, tipu muslihat, dan daya upaya. Ini merupakan sifat syaithoniyah. Kemudian sifat yang terakhir mengalahkan sifat ketuhanan yaitu sombong, maha tinggi, serta ingin menguasai semua makhluk.

Hal di atas merupakan sumber dosa yang terpancar atas anggota-anggota badan dan terutama hati, semisal kufur, bid’ah, bermuka dua, menyembunyikan kejahatan dan sebagainya atas mata, pendengaran dan sebagainya pada lisan, dan sebagainya pada perut dan alat kelamin dan sebagian atas kedua tangan dan kedua kaki dan sebagianya atas semua badan.

Selayaknya kita sebagai hamba yang paling lemah harus selalu melanggengkan taubat kepada Allah karena tidak dapat dipungkiri bahwa banyak salah dan khilaf yang kita lakukan. Termasuk cara mendekatkan diri kepada sang pencipta adalah mengakui kesalahan dan selalu menyebut nama-Nya.

Imam Mahmudi

 

Comments

comments

Related For Taubat dari Dosa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *