Super Blue Blood Moon

Saturday, July 21st 2018. | Keajaiban

Berdasarkan pemberitaan tribunnews.com, terdapat lima fenomena gerhana yang akan terjadi pada tahun ini, di mana dua di antaranya bisa disaksikan di Indonesia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pernah mengingatkan bahwa gerhana bulan langka bakal terjadi pada awal tahun. Gerhana bulan merupakan peristiwa saat terhalangnya cahaya matahari ke bulan akibat posisi bumi pada titik tertentu. Lantaran bertepatan dengan fenomena ‘supermoon’ dan ‘blue moon’, sebagian pakar melekatkan nama ‘super blue blood moon’ bagi gerhana bulan total ini. Jika dirunut dari kronologi waktu, ‘super blue blood moon’ merupakan suatu fenomena yang belum pernah dijumpai sejak 152 tahun silam.

Di samping gerhana bulan langka ‘super blue blood moon’, sebenarnya masih ada sejumlah fenomena gerhana lain yang bakal menghiasi kalender 2018. BMKG mensinyalir adanya gerhana matahari sebagian pada 15 Februari, 13 Juli, dan 11 Agustus, pada tahun yang sama. Namun demikian, fenomena-fenomena yang disebut terakhir tak mungkin terlihat dari Indonesia. Sumber yang sama menyebutkan bahwa gerhana bulan total yang ditaksir akan berlangsung pada 28 Juli 2018 kembali bisa diamati dari Indonesia. Sebelumnya, gerhana bulan total juga pernah terjadi 18 tahun silam, tepatnya pada 21 Januari 2000. Gerhana serupa juga bakal muncul lagi dalam jangka waktu relatif sama di masa mendatang, yaitu pada 11 Februari 2036.

Gerhana Matahari

Gerhana matahari merupakan peristiwa di mana bulan berada di antara bumi dan matahari dengan posisinya memotong cahaya matahari dan menghasilkan bayangan di bumi. Pada waktu berlangsungnya fenomena ini, bulan, matahari serta bumi terletak pada satu garis. Saat terjadi gerhana matahari, baik pada periode bulan baru maupun bulan sempurna, matahari sesaat tidak nampak di langit. Apabila orbit bulan berpotongan dengan orbit bumi, maka pada setiap periode bulan baru bakal terjadi gerhana matahari. Akan tetapi, di antara kedua orbit tersebut terdapat sudut 5 derajat. Sehingga, gerhana matahari tidak selalu muncul pada bulan baru. (Sema, 2007: 11).

Dalam buku Sistem Tata Surya disebutkan bahwa terdapat tiga macam gerhana matahari, yaitu gerhana total, gerhana sebagian, serta gerhana cincin. Fenomena gerhana total atau cincin tergantung pada jarak bulan dengan bumi. Sedangkan fenomena gerhana sebagian tergantung pada sudut antara bulan, bumi, serta matahari. Jarak yang dekat antara bulan dengan bumi menyebabkan matahari tertutup sepenuhnya, sehingga terjadi gerhana total. Akan tetapi, apabila bulan hanya menutupi bagian dalam matahari, maka yang terjadi adalah gerhana cincin. Apabila posisi bulan dan matahari sangat mencolok, adapun bulan menutupi hanya sebagian matahari, yang muncul adalah fenomena gerhana sebagian.

Tingkat Religiusitas

Gerhana sebagai salah satu fenomena alam berkorelasi dengan tingkat religiusitas manusia. Dalam taraf tertentu, munculnya gerhana menjadi medium bagi orang-orang Islam guna mempertebal keimanannya terhadap keesaan Allah SWT. Dengan membaca, menghayati, serta bertafakur atas kandungan ayat-ayat tentang gerhana, niscaya umat Muslim senantiasa merenungi kebesaran Tuhan sekaligus mensyukuri nikmatNya. Dalam surat Yasin ayat 38 hingga 40, Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui (38) Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua (39) Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang, dan masing-masing beredar pada garis edarnya (40)” (Q.S. Yasin: 38-40)

Adapun dalam surat Al-An’am ayat 96 dan 97 disebutkan yang artinya: “Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (96) Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui (97).” (Q.S. Al-An’am: 96-97)

Mengutip apa yang disampaikan oleh Nadiah Thayyarah (2013: 458), Allah sanggup memanjangkan bayangan matahari sehingga terjadi gerhana matahari total. Allah juga mampu menjadikan bayangan itu tetap, yaitu dengan menghentikan gerak matahari. Akibatnya, muncullah gerhana matahari total ketika bintang yang menjadi pusat tata surya tersebut kehilangan sinarnya dan bumi berselimut kegelapan. Ini merupakan di antara kekuasaan Allah dalam menciptakan semesta alam sekaligus mengaturnya. Dengan demikian, apabila umat Islam senantiasa mengingat Allah Yang Maha Kuasa, maka dalam dirinya lahir rasa takjub kepada penciptaNya sekaligus rasa rendah hati selaku makhlukNya.

 

Comments

comments

tags: , , ,

Related For Super Blue Blood Moon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *