Sumber Hasud Orang-orang Musrik

Thursday, January 21st 2016. | Qur'an

perilaku-dengki

ما يود الذين كفروا من اهل الكتاب ولا المشركين ان ينزل عليكم من خير من ربكم والله يختص برحمته من يشاء والله ذواالفضل العظيم

 

Artinya: “Orang-orang kafir dari ahli kitab tidak senang ada kebaikan Tuhan kepada kalian, padahal Allah mengkhususkan rahmatNya kepada siapapun yang di kehendakiNya, Allah Maha Pemberi anugerah yang besar.” (QS. Al-Baqarah: 105)

Sejak dulu, orang kafir selalu hasud kepada orang Islam. Mereka terus berupaya menghardik supaya segala anugerah yang dimiliki umat Islam hilang. Mereka menaruh kebencian terhadap orang-orang Islam yang banyak mendapat limpahan rahmat Tuhan. Padahal, Allah yang berkehendak memberi atau mengabaikan hambaNya. Secara mutlak, Allah berkuasa memberikan beberapa kebaikan bagi siapa saja yang Dia inginkan. Kebaikan-kebaikan tersebut antara lain yaitu:

 

Nubuwwah dan Risalah

Menjelang diutusnya Nabi Muhammad, para ahli kitab merasa sangat senang karena yakin Nabi pamungkas yang disebutkan dalam kitab Taurat dan Injil akan datang dari bangsa mereka. Kenyataannya, setelah Nabi lahir, mereka sangat kecewa. Nabi Muhammad terlahir dari Abdullah, seorang keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Isma’il. Para ahli kitab merasa, seorang nabi lebih berhak dari golongan mereka. Bahkan, mereka hanya mengakui Nabi Ishaq sebagai putra Nabi Ibrahim, bukan Nabi Isma’il. Begitu juga orang-orang kafir Makkah. Mereka menolak seorang nabi dari anak yatim yang tidak berharta. Mereka meyakini, seharusnya nabi berasal dari keluarga kaya.

Karena rasa iri yang meluap, Nabi berulang kali menjadi bahan percobaan pembunuhan. Apa yang mereka lakukan sebagaimana mirip perlakuan setan terhadap Nabi Adam. Allah Swt. berfirman: “Alangkah buruknya (perbuatan mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hambanya.” (QS. Al Baqarah: 90)

 

  1. Islam

Islam adalah agama yang dibawa, diajarkan dan disyiarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Islam agama penyempurna yang menghapus agama-agama sebelumnya. Dengan demikian, umat Islam adalah umat terbaik sepanjang masa dengan manhaj dan tata cara kehidupan terbaik dan istimewa. Tidak mengherankan, jika kaum lain merasa iri dengan berbagai keistimewaan yang diberikan Allah kepada umat Islam. Berulang kali mereka membuat pencitraan buruk terhadap Islam. Kaum Muslim dikesankan sebagai kaum teroris karena menyerukan jihad. Islam melakukan diskriminatif terhadap wanita dengan hanya memberi separuh warisan. Bahkan, belakangan ini, Islam dianggap agama kuno dan penuh mistik.

Sebagai pemeluk Islam, kita tidak perlu heran dengan perlakuan seperti ini. Hal demikian juga pernah dialami oleh Nabi. Saat musim haji, ketua suku Daus Tufail bin Amar datang ke Makkah. Seperti yang direncanakan oleh orang kafir agar jangan sampai ada ketua suku yang mendengar bacaan al-Qur’an dari Rasul. Karena itu, ketika Tufail sampai di Makkah, para pembesar Quraisy menyambut dan menghasutnya, “Hai Thufail, terima kasih Anda telah datang di negeri kami. Tapi, tolong Anda waspada terhadap seorang lelaki yang telah menyusahkan kami, dengan kata-kata seperti sihir dia telah mencerai-beraikan persatuan kami. Kami khawatir, lelaki itu akan merusak suku Anda. Oleh karena itu, jangan sampai Anda bertemu dan mendengar sesuatu darinya.” Dan thufail pun terpedaya dengan ucapan mereka. Dia pun enggan bertemu dan mendengar al-Qur;an dari Nabi.

Namun demikian, Islam tetaplah agama yang haq. Allah yang menyeru Islam, maka Dialah yang akan menguatkan islam. Pada akhirnya, Thufail mendengar bacaan al-Qur’an nabi secara kebetulan di sekitar Ka’bah. Ia pun beriman dan masuk Islam. Hal semacam ini juga banyak terjadi pada orang Barat sekarang. Orang-orang yang sebelumnya tidak tahu tentang hakekat Islam, masuk Islam setelah mengetahui prinsip-prinsip ajarannya.

 

  1. Al-Qur’an

Iri hati juga mereka tunjukkan kepada al-Qur’an. Al-qur’an yang merupakan mukjizat sepanjang masa dan tidak akan pernah berubah membuat kaum kafir berusaha mengubah isinya. Bahkan, dulu ada yang secara ekstrim membuat al-Qur’an palsu. Ialah Musailamah al Kaddzab. La’natullah.

Merasa tidak bisa mengubah al-Qur’an, orang-orang kafir mulai membuat berbagai pelecehan. Banyak tulisan-tulisan al-Qur’an ditulis di sandal, lantai, celana bahkan ada yang di kakus.

Mereka menyadari bahwa kitab ini merupakan kekuatan umat Islam. Al-Qur’an menjadi spiritual power bagi islam. Selama masih berpegang pada al-Qur’an, umat Islam sulit digoyahkan. Jika Islam tidak berpegang teguh pada kitab mereka, niscaya akan muncul pemikiran-pemikiran yang menyebabkan perpecahan umat.

Sesuai dengan nash al-Qur’an, orang-orang kafir tidak pernah rela Islam ada di muka bumi. Mereka akan terus memperdaya pemeluknya agar mau mengikuti agama mereka. Maka, sebagai generasi Islam, kita harus menjaga tiga poin di atas demi terpeliharanya agama Islam.

 

Rubrik Dakwah diasuh oleh KH. Ihya’ Ulumuddin, Alumnus Pondok Pesantren Langitan yang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain, Pujon, Malang dan Amirul Amm Hai’ah ash-Shofwah li Khirriji Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani

Comments

comments

tags: , , , , , , , , ,

Related For Sumber Hasud Orang-orang Musrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *