Status Anak Zina

Friday, March 30th 2018. | Agama, Konsultasi

Pertanyaan: Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Kyai Qohwanul Adib ingkang kawula hormati. Kulo ajenge tanglet, Kyai. Bagaimana hukumnya menikah dengan perempuan, yang perempuan tersebut adalah anak dari hasil zina kedua orang tuanya. Namun, ibunya tidak menikah dengan pemuda yang menzinanya, melainkan dengan orang lain. Saya pernah mendengar dawuh dari ustadz saya, yang dimaksud orang berzina dan tujuh turunannya berzina adalah mereka yang menikah dengan orang yang menzinainya. Di sini saya bertanya dua pertanyaan; Benarkah yang didawuhkan ustadz saya, Kyai? Bagaimana hukum menikah dengan perempuan tersebut? Ukhty min Lamongan

Jawaban: Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh. Saudara yang semoga selalu dalam lindungan Allah Swt. Islam adalah agama yang menyeru pada kebaikan umat dan mencegah keburukan mereka. Dengan berpegang tali-tali syariat yang kuat, manusia akan menemukan kedamaian, keamanan, kenyamanan, dan kebahagiaan yang nyata. Kebahagiaan yang bersifat selamanya, bukan yang hanya berlalu, yang membawa pada kesengsaraan di kemudian. Kedamaian yang hakiki, di mana manusia saling menghargai, menghormati, dan menjaga aib sesamanya. Mereka takut melakukan makar, menyebarkan sarah, menganiaya, dan melakukan tindak asusila. Demikianlah konsekwensi beragama Islam. Pada sebuah kitab, Terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan abu Hurairah ra. ﻋَﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻟﺎﻳﺪﺧﻞ ﻭﻟﺪ ﺍﻟﺰﻧﺎ ﺍﻟﺠﻨَﺔ ﻭﻟﺎ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻧﺴﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺁﺑﺎﺀ Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ” Tidak akan masuk surga anak hasil zina dan anak keturunannya sampai tujuh nasab.’’ Hadis di atas mendapat sorotan dari beberapa ulama ahli hadis sebagai hadis palsu (hadis maudhu’). Terdapat hadis semakna yang dianggap oleh Imam Ibnu Thahir dan Ibnu Al-Jauzi sebagai hadis palsu. Alasannya karena tidak sesuai dengan syariat pokok (Ushul), terlebih dengan kandungan firman Allah Swt. ولا تزر وازرة وزر أخرى Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali pada dirinya sendiri. (Q.S.Al-An’am: 164). Banyak sekali hadis yang mencela anak hasil zina, akan tetapi kebanyakan hadisnya palsu. Bukan hadis shahih. Karena anak hasil zina tidak bisa dianggap buruk secara mutlak. Anak hasil zina dianggap buruk bila melakukan perbuatan buruk sebagaimana yang dilakukan kedua orang tuanya. Mengenai menikahi anak hasil zina hukumnya makruh, karena sebagaimana sabda Nabi, kita diperintah untuk memilih wanita yang baik untuk air mani(bibit anak) kita. Dan di kalangan ulama madzhab Hambali terjadi pembahasan mengenai kafaah anak tersebut dari segi nasab. Sebagaian ulama menganggap tidak kafaah karena perbuatan keji kedua orang tuanya. Namun sebagaian menganggap tidak ada pengaruh baginya. Selama dia konsisten menjalankan perintah agama dan berbudi pekerti luhur maka dia akan masuk surga layaknya anak lainnya. Secara umum seorang anak akan mewarisi sifat orang tuanya. Anak yang lahir dari orang tua yang jelek perangainya, maka dia juga mempunyai sifat yang buruk, begitu juga sebaliknya. Anak singa akan menjadi singa, dan anak burung akan menjadi burung juga. Namun demikian hanyalah qaedah aghlabiyah(kaedah umum), sehingga tidak menutup kemungkinan mereka menjadi anak yang shalih. Pada zaman sekarang banyak sekali hadis yang palsu. Karenanya, kita harus cermat dalam memilah dan memilih hadis yang kita dengar. Terlebih hadis yang mengandung pernyataan yang bertentangan dengan syariat yang termaktub dalam kitab-kitab salafuna al sholihun. Kita harus memastikan kebenaran dari hadis tersebut. Referensi : Fath Al Wahab[2]:54. Al Fawaid Al Fiqhiyyah[1]:204. Tadzkirah Al Maudlu’ah[1]:108. Al Mausu’ah Al fiqhiyyah[34]:282.

ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ – ‏( ﺝ 2 / ﺹ 54 ) (ﺟﻤﻴﻠﺔ ﻭﻟﻮﺩ) ﻣﻦ ﺯﻳﺎﺩﺗﻲ ﻭﺫﻟﻚ ﻟﺨﺒﺮ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ، ﺗﻨﻜﺢ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻻﺭﺑﻊ، ﻟﻤﺎﻟﻬﺎ ﻭﻟﺠﻤﺎﻟﻬﺎ ﻭﻟﺤﺴﺒﻬﺎ، ﻭﻟﺪﻳﻨﻬﺎ ﻓﺎﻇﻔﺮ ﺑﺬﺍﺕ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﺮﺑﺖ ﻳﺪﺍﻙ ﺃﻱ ﺍﻓﺘﻘﺮﺗﺎ، ﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻔﻌﻞ ﻭﺧﺒﺮ ﺗﺰﻭﺟﻮﺍ ﺍﻟﻮﻟﻮﺩ ﺍﻟﻮﺩﻭﺩ، ﻓﺈﻧﻲ ﻣﻜﺎﺛﺮ ﺑﻜﻢ ﺍﻻﻣﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭﺻﺢ ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ، ﻭﻳﻌﺮﻑ ﻛﻮﻥ ﺍﻟﺒﻜﺮ ﻭﻟﻮﺩﺍ ﺑﺄﻗﺎﺭﺑﻬﺎ (ﻧﺴﻴﺒﺔ) ﺃﻱ ﻃﻴﺒﺔ ﺍﻻﺻﻞ، ﻟﺨﺒﺮ ﺗﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﻨﻄﻔﻜﻢ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺑﻞ ﺗﻜﺮﻩ ﺑﻨﺖ ﺍﻟﺰﻧﺎ، ﻭﺑﻨﺖ ﺍﻟﻔﺎﺳﻖ، ﻗﺎﻝ ﺍﻻﺫﺭﻋﻲ ﻭﻳﺸﺒﻪ ﺃﻥ ﻳﻠﺤﻖ ﺑﻬﻤﺎ ﺍﻟﻠﻘﻴﻄﺔ ﻭﻣﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻟﻬﺎ ﺃﺏ( ﻏﻴﺮ ﺫﺍﺕ ﻗﺮﺍﺑﺔ ﻗﺮﻳﺒﺔ) تذكرة الموضوعات – (ج 1 / ص 180) في اللآلئ ” أولاد الزناة يحشرون يوم القيامة في صورة القردة والخنازير ” موضوع. ” لا يدخل الجنة عاق ولا منان ولا مرتد أعرابيا بعد هجرة ولا ولد زنا ولا من أتى ذات محرم ” لا يصح قلت له طرق ضعاف وفي بعضها ” ولا يدخل ولد الزنا ولا شئ من نسله إلى سبعة آباء الجنة ” وهو مخالف للأصول لقوله تعالى (ولا تزر وازرة وزر أخرى) ، وأمثل ما قيل في معناه أنه لا يدخلها بعمل أبويه إذا مات طفلا إذ قد انقطع نسله من أبيه وأما أمه إن كانت صالحة لكن شؤم زناها يمنع وصول بركة صلاحها إليه بخلاف ولد الرشد فإنه ألحق بهما في درجتهما. الموسوعة الفقهية 34 / 282 وأما ما يتعلق بحكم الزواج من ابن الزنا فلم ينص أحد من الفقهاء المعتبرين على تحريمه ، وإنما وقع الاختلاف عند الحنابلة في مدى كفاءته لذات النسب فمنهم من رأى أنه كفء لها ، ومنهم من لم ير ذلك لأن المرأة تعير به هي ووليها ،ويتعدى ذلك إلى ولدها

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , ,

Related For Status Anak Zina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *