Sikap Cerdas Menemani Masa Puber

Sunday, September 20th 2015. | Keluarga

antarafoto-Pelayanan Kesehatan-260310-2

Tidak mudah, begitu kalimat yang sering diungkapkan oleh beberapa orang tua ketika berbicara tentang perkembangan anaknya. Banyak yang bilang bahwa, dewasa ini sudah masuk era modernisasi (proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan masa kini dan alat-alat baru yang sedemikian canggih). Sebuah alasan yang mendatangkan orientasi pemikiran tentang pentingnya update atas trik dan cara bagaimana mendidik dan mendampingi anak.

Memang, pendidikan anak yang kemudian popular dengan nama parenting bisa dilakukan dengan metode sederhana dengan hasil luar biasa. Konsep-konsep pendidikan praktik, bukan teori belaka. Tindakan-tindakan langsung berperan penting dalam sukses tidaknya tujuan parenting. Salah satunya, bagaimana bersikap cerdas ketika anak sudah memasuki masa pubertas.

 

Pubertas

Masa puber, seorang anak mengalami perubahan fisik dan psikis. Pubertas dimulai dari umur 8 hingga 10 tahun dan berakhir di usia 15-16 tahun. Perkembangan teknologi modern bisa membuat anak mengalami masa puber, ini dianggap normal.

Pubertas merupakan transisi anak-anak. Setiap anak mengalami masa pubertas tidak sama. Mulai beranjak remaja, akan ada “warna” lain dari prilaku dan kebiasaan anak. Orang tua tidak perlu kaget, anak “mengaku besar” saat mendapatkan perlakuan kekanakan dan mulai menjaga jarak. Juga, saat puber, anak terkadang lebih dekat dan sering terbuka dengan teman-temannya, bukan kepada kita, orang tua mereka. Kecerdasan orang tua diperlukan untuk membimbing mereka, karena perubahan (fisik/psikis) anak-anak terjadi secara pesat.

 

Islam, Melakukannya Sejak Dini

Islam sangat baik dalam membina umatnya, bahkan dari sebelum lahir. Rasulullah SAW telah menerapkan syariat mulai usia dini, misalnya menyuruh anak melakukan salat saat mereka berusia 7 tahun, walaupun tatarannya adalah anjuran. Atau penegasan Rasulullah SAW terhadap anak-anak untuk dipisahkan antara laki-laki dan perempuan saat mereka sudah berusia 7 tahun.

Tidak lain, hal demikian langkah awal untuk membekali atau mempersiapkan anak dengan pendidikan “ibadah” dan tanggungjawab akan kewajibannya saat dewasa kelak.

 

Peran Orang Tua

Anakku, harus menjadi apa? Bagi orang tua, pertanyaan sederhana ini ucapkan berulang-ulang dalam hati, supaya menemukan kesimpulan paling meyakinkan tentang tujuan dan cita-cita orang tua kepada anaknya. Karena karakter dan prilaku anak ketika dewasa merupakan hasil dari didikan orang tua, baik-buruk anak tergantung baik-buruk orang tua. Orang tua yang bijak, selalu mendampingi, mengawasi, dan berkomunikasi dengan anak.

Membebaskan dan membiarkan anak memilih cita-citanya sendiri tidak bijak, sebagai orang tua yang diberi amanah oleh Allah, kita harus mengarahkan impian-impian mereka yang sebenarnya berangkat dari pengetahuan dan gerak pikir yang belum matang. Lebih penting lagi, orang tua tidak hanya menyuruh tapi menjadi cermin kebaikan bagi mereka. Anak adalah cerminan dari orang tua. Mereka kerap bertingkah-polah menurut apa yang dilihat, jadilah orang tua yang menjadi idola anak-anak.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua;

  1. Pola Komunikasi, mengajak anak berbicara santai dan nyaman adalah waktu dimana orang tua melakukan komunikasi dengan anak, baik dari anak atau orang tua, akan saling menularkan pengalaman-pengalaman masing-masing. Orang tua akan bisa mengembangkan informasi yang tepat dan efektif bila pola komunikasi dua arah dapat dibangun dengan baik. Atur waktu dimana saat tepat kita (orang tua) dapat berbicara leluasa dengan anak.
  2. Menjadi Kawan, anak membutuhkan tempat berbagi cerita, pengalaman, dan keluh kesah. Apabila anak tidak menemukan kenyamanan di dalam rumah, ia akan mencari tempat di luar rumah.
  3. Pengawasan, segera memberi teguran ketika ada prilaku atau perubahan anak yang berdampak negatif baginya.
  4. Pendidikan Agama, Menanamkan nilai positif dan bekal agama sangat penting. Akhlak sebagai tujuan utama Islam dapat membentuk anak berkarakter mulia nantinya. Solusi terbaik adalah pesantren, di sana anak akan dididik dengan tarbiyah, ubudiyah dan ibadah yang benar menurut Rasulullah SAW.
  5. Memberi Nasihat, orang tua harus menyiapkan anak bermental dan punya emosional tangguh.

 

[Umar Faruq]

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Sikap Cerdas Menemani Masa Puber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *