Sifat-sifat Orang yang Bertaqwa dalam al-Qur’an

Saturday, August 25th 2018. | Qur'an

 

الٓمٓ (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَارَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5)  [البقرة/1-5]

“Alif laam miin. Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

 

Makna Ayat

الٓمٓ adalah huruf hijaiyah yang terpisah secara lafadz dan makna. Artinya, cara membacanya adalah satu persatu yakni alif, laam, miim. Dalam Al Quran terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf seperti ini. Ketika huruf-huruf itu ditambahkan, maka berjumlah 14, separuh dari total bilangan huruf hijaiyah. Keempat belas huruf ini terkumpul dalam jumlah mufidah yang berbunyi نَصٌّ حَكِيْمٌ قَاطِعٌ لَهُ سِرٌّ (nash yang bijaksana serta dipartikan kerahasiaannya) atau صَحَّ طَرِيْقُكَ مَعَ السُّنَّةِ (sah jalannya bersama dengan sunnah).

Huruf ini merupakan salah satu mukjizat terbesar di dalam Al Quran dan merupakan ayat spermulaan surat adalah termasuk ayat mutasyabihat dan hanya Allah Swt yang mengetahui artinya. Huruf ini merupakan rahasia Al Quran yang wajib diyakini umat Islam. Bagaimanapun, mengimaninya merupakan tuntutan dari Allah Swt.

Sahabat Abu Bakar Ra berkata, “Setiap kitab memiliki rahasia dan rahasia Allah dalam Alquran adalah Awail al Surah.” Dari sini kemudian banyak ahli tafsir ketika sampai pada Awail al Surah mengatakan والله أعلم بمراده (Allah lebih mengetahui tentang yang dikehendaki dengan ayat tersebut). Hal ini tentu menyimpan hikmah tersendiri yang tidak dipahami oleh manusia. Dalam konteks ini, yang menjadi keharusan adalah keyakinan dan keimanan terhadapnya merupakan wahyu dari Allah Swt.

Sebagian ulama lain menafsirkan dengan menyatakan bahwa Awail al Surah adalah asma Allah Swt serta merupakan peringatan bagi orang yang mendengar Al Quran. Dengan demikian, orang yang membaca awal surat akan mengatakan, Ini merupakan perkara yang keluar dari kemampuan akal manusia. Ini bukan merupaka halangan atau penutup pintu ijtihad, karena kita tidaklah mampu menemukan makna yang dikandung olehnya. Dengan demikian wajib bagi kita untk mengakui bahwa akal kita sangatlah terbatas ketika berada di hadapan pencipta kita yang tidak pernah memiliki sebuah batas.

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَارَيْبَ فِيهِ kitab yang dibacakan Nabi Muhammad tidak memuat keraguan bahwa ia diturunkan langsung dari Allah. Dalam ayat ini, Allah menggunakan isim isyarah untuk makna jauh sebagai bentuk mengagungkan sebagaimana yang dilakukan oleh orang Arab. Artinya, Al Quran tentu memiliki keagungan yang lebih besar dibanding dengan kitab-kitab terdahulu.

Dalam ayat ini, Allah Swt menyebut Al Quran dengan Alkitab karena maknanya adalah “sesuatu yang bukan hanya dihafalkan dalam dada tetapi juga ditulis dalam kertas”. Sehingga, Al Quran akan tetap ada dan terjaga sampai hari kiamat. Penyebutan ini juga untuk membedakan dengan kitab-kitab dunia dan samawi lainnya karena Al Quran mengumpulkan hukum-hukum yang bersumber dari langit (Allah Swt) sejak awal mula risalah sampai pada hari kiamat tidak terbatas oleh waktu dan masa. Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang terbatas untuk waktu dan masa tertentu yaitu ketika seorang nabi diutus.

هُدًى لِلْمُتَّقِينَ adalah sifat kitab yang diturunkan Allah Swt. Al Quran berfungsi sebagai petunjuk dan tuntunan orang-orang bertaqwa untuk mencapai tujuannya ketika mereka mengimani dan mempercayai isinya. Al Quran telah menjelaskan dan menguraikan jalan yang harus mereka tempuh unutk mencapai tujuan. Muttaqin adalah orang yang mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangannya sehingga dia mampu menjaga dirinya dari siksa.

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ إلى قوله تعالى وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ dalam ayat ini Allah menunjukkan tanda sifat orang yang bertaqwa. Pertama, mereka mengimani dan membenarkan hal-hal gaib yang merupakan dasar dan pokok dalam agama Islam, baik melalui ucapan, keyakinan maupun perbuatan.

Secara umum, barang gaib adalah sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera. Adapun yang dikehendaki dengan “gaib” dalam ayat ini ada beberapa pendapat. Abu Ja’far dari Robi’ bin Anas dari Abu Aliyah mengatakan, iman kepada hal gaib adalah meyakini Allah, malaikat, kitab-kitab, para utusan, hari akhir, surga, neraka serta adanya kehidupan setelah mati dan hari kebangkitan.

As Sudi dari Abu Malik dan Abu Sholih dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa perkara gaib adalah segala hal yang tidak terlihat oleh hamba, seperti urusan surga, neraka dan hal lain yang  telah disebutkan dalam Al Quran. Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa yang dikehendaki dengan gaib adalah apapun yang datangnya bersumber dari Allah Swt. Sufyan ats Tsauri dari ‘Ashim dari Zirr berkata bahwa hal gaib adalah Al Quran itu sendiri.

Kedua, mereka adalah orang yang senantiasa melaksanakan shalat dalam setiap waktu serta menjaganya sesuai dengan aturan dalam syareat. Shalat selamanya tidak akan pernah gugur dari seseorang selama dia masih memiliki akal, sehingga dengan dalam keadaan bagaimanapun dan cara apapun mereka tetap diwajibkan shalat.

Ketiga, mereka adalah orang yang membelanjakan rezeki yang mereka terima dari Allah dengan cara menzakati dan mensedakahkannya. Perlu diketahui bahwa rezeki itu bukan hanya berupa harta. Rezeki adalah setiap hal yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang dalam kehidupannya seperti kekuatan, ilmu, hikmah dan lainnya sebagainya.

Keempat, mereka senantiasa meyakini kitab yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad yakni Alquran dan juga mengimani kitab-kitab yang diturunkan kepada umat terdahulu meliputi: Taurat, Zabur, Injil dan lainnya. Kelima, mereka juga mengimani adanya akhirat yaitu kehidupan yang abadi setelah melewati kematian terlebih dahulu.

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ orang-orang yang telah mengumpulkan kelima sifat ini dalam dirinya adalah orang-orang yang telah mendapatkan petunjukkan dari Allah Swt yang mendatangkan mereka kepada imam dan menjadi jaminan sebagai orang yang berbahagia baik di dunia dan di akhirat. (Tafsir Munir lin Nawawi al Jawi, Tafsir Ibnu Katsir, An Nibros li Syekh Ali Jumah, Tafsir wa Khowathir Imam As Sya’rowi)

Intisari Ayat

Dalam permulaan Surat Al Baqarah ini, Allah Swt menjelaskan tentang beberapa hal sebagaimana yang diuraikan dalam Tafsir Tarbawi li Anwar al Baz, di antaranya adalah :

  1. Allah menjelaskan tentang pentingnya arti iman yang dimiliki oleh seseorang. Iman adalah intisari dan pokok dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang muslim yang merupakan bekal untuk menjadi orang yang bertaqwa. Karena orang itu bisa menjadi bertaqwa kalau dia mendatangi Allah Swt dengan hati yang bersih, penuh dengan keimanan dan rasa takut kepada Allah Swt.
  2. Allah Swt menjelaskan tentang sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang benar-benar bertaqwa. Orang itu dikatakan sebagai muttaqin kalau mereka mampu memadukan dan menggabunkan antara keyakinan hati yang berupa amalan hati (ibadah qolibiyah) dan mempraktekkan keimanannya lewat ibadah badaniyah seperti shalat shalat. Juga ditunjang dengan mentashorufkan rezeki mereka berupa ibadah maliyah untuk untuk mendukung pelaksanaan ibadah qolibiyah dan ibadah badaniyah agar semakin kokoh dan kuat. Jadi, muttaqin harus melaksanakan tiga hal, yaitu ibadah qolbiyah (kuatnya keyakinan hati), ibadah badaniyyah (aplikasi ibadah yang dikerjakan anggota tubuh), dan ibadah maliyah (ibadah dengan mengeluarkan harta seperti zakat, infaq dan sedekah).

[Ahmad Farikhin]

Comments

comments

tags: , , , , , , , ,

Related For Sifat-sifat Orang yang Bertaqwa dalam al-Qur’an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *