Sang Pembuat Kerusakan Di muka Bumi (Bagian 1)

Wednesday, February 19th 2014. | Hadist

web

Imam Bukhaari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Sayidina Ali RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

سيخرج في اخر الزمان قوم احداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون من خير قول البرية، لا يجاوز إيمانهم حناجرهم، يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية، فأينما لقيتموهم فاقتلوهم، فإن في قتلهم أجرا لمن قتلهم

“ Di akhir zaman, akan muncul sebuah kaum yang usianya relatif muda, namun mereka suka berpikir bodoh. Mereka mengumbar kata-kata indah dan manis, tetapi sama sekali iman mereka tidak sampai pada tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. Dimanapun kalian menemukan mereka, maka bunuhlah! Karena sungguh dalam membunuh mereka terdapat pahala.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

يخرج في اخر الزمان قوم احداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون من خير قول الناس، يقرءون القران لا يجاوز تراقيهم، يمرقون من الاسلام كما يمرق السهم من الرمية، فمن لقيهم فليقتلهم، فإن قتلهم أجرعند الله لمن قتلهم

“ Di akhir zaman, akan muncul sebuah kaum yang usianya relatif muda, namun mereka suka berpikir bodoh. Mereka mengumbar kata-kata indah dan manis, mereka membaca al-Qur’an, tetapi hanya di bibir saja dan tidak sampai melewati tenggorokan mereka (apalagi masuk ke dalam hati mereka). Mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. Barang siapa menemukan mereka, maka bunuhlah! Karena sungguh bagi orang yang membunuh mereka, akan mendapat pahala di sisi Allah.”

Para pemuda yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah orang-orang yang suka berbuat kerusakan. Mereka kerap berbicara tentang cinta tanah air, jihad dan memerangi penjajahan. Untaian kata-kata itu biasa keluar dari orang-orang yang mempunyai iktikad baik. Namun sebenarnya mereka justru orang-orang yang pertama kali akan menegakkan kolonialisme dan menjadi sekutu orang-orang kafir. Yaitu dengan cara menebarkan bibit-bibit kekufuran, berkelakuan dan berbusana seperti orang kafir. Mereka berusaha memerangi dan menghancurkan situs-situs Islam, bahkan berusaha menghilangkan Islam dari hati kaum muslimin.download (1)

Mereka tak henti-hentinya mengajak manusia kepada kekufuran dengan kata-kata manis, dengan perbuatan dan segala kekuatan yang mereka miliki. Allah Swt telah memberikan informasi berkaitan dengan apa yang mereka perbuat. Allah juga menyatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang kafir sebagaimana difirmankan dalam surat al-Baqarah ayat 8-20.

Mayoritas ulama ahli tafsir memberikan penafsiran bahwa isi kandungan surat al-Baqarah ayat 8-20 ditujukan kepada orang-orang munafik pada zaman Nabi Saw. Akan tetapi, menuru tSyaikh Ahmad al-Ghimari, bahwa ayat tersebut sangat cocok ditujukan kepada orang-orang yang suka berbuat kerusakan di atas bumi ini. Mereka itu para pecundang agama yang berupaya menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Ada dua puluh alasan untuk hal tersebut, sebagaimana yang dijelaskan Syaikh Ahmad al-Ghimari dalam kitabnya, “Bayanu Ghurbati ad-din Biwasithit al-Ashriyin al-Mufsidin”.

Para ulama tafsir terdahulu mengaitkan ayat tersebut dengan orang-orang munafik, karena ketika itu arahan ayat yang lebih cocok adalah kepada mereka. Namun, ada beberapa ayat al-Qur’an yang ternyata arahan kandungannya lebih pas dengan keadaan sekarang dibanding dengan kejadian di masa lalu. Termasuk ayat di atas yang sungguh sangat pas jika diarahkan kepada sang pembuat kerusakan. Sungguh Maha Besar Allah Dzat yang Menurunkan al-Qur’an.

Bukankah sifat-sifat yang disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 8-20, akhir-akhir ini tampak dengan jelas. Bahwa orang-orang dengan criteria tersebut telah tersebar luas di muka bumi ini. Mereka menjajah dengan membuat peraturan perundang-undangan yang menguntungkan orang kafir. Untuk menarik perhatian, mereka kerap menyuarakan bahwa semua itu adalah demi kemajuan peradaban, pembangunan kota, kebebasan dalam berpendapat, berbuat dan berpikir.

Sasaran mereka adalah negara-negara Islam. Mereka berusaha mengekspos segala bentuk kemaksiatan, menjauhkan manusia dari al-Qur’an, Hadits dan akidah Ahlussunnah. Mereka juga menanamkan budaya Eropa dari barat merasuk dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, mulai dari tingkah laku dan cara berbicara dan cara berpakaian. Mereka berdalih, bahwa satu-satunya jalan untuk menuju kemajuan adalah dengan mengikuti cara mereka.

Maka jelaslah sudah, bahwa mereka benar-benar telah berbuat kerusakan di muka bumi ini. Namun mereka berdalih telah melakukan kebajikan. Seperti disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 11-12:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ()أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ()

“Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”

Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan hanya berupa kerusakan fisik belaka. Melainkan juga kerusakan moral yang dampaknya jauh lebih besar, yaitu dengan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Sang Pembuat Kerusakan Di muka Bumi (Bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *