SALAH KAPRAH MEMAHAMI KEHIDUPAN

Thursday, April 27th 2017. | Kajian

SALAH KAPRAH

MEMAHAMI KEHIDUPAN

Manusia hidup di dunia selain harus beribadah murni kepada ALLAH juga diperintahkan untuk berumuamalah atau bergaul yang sesuai dengan aturan syariah.Namun kenyataanya,manusia yang beraneka ragam juga menampakan sikap yang beraneka ragam pula.Bahkan tak jarang,sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat,karena telah terbiasa dianggap benar dan tidak merasa bersalah. Atas sesuatu yang benar dalam syariat,namun karena tidak lazim dikhalayak umum maka dianggap suatu kesalahan.Hal inilah yang penulis sebut dengan istilah salah kaprah,suatu kesalahan namun karena sudah umum maka dianggap tidak salah.Untuk lebih jauh memahami tradisi salah kaprah,kami akan sedikit mengupasnya.

  1. Gadis cantik pemikat pelanggan

Dapat kita amati mulai dari pelosok desa hingga perkotaan,didalam usaha memikat pelanggan,banyak usaha dilakukan.Termasuk diantaranya ialah mengekploitasi gadis-gadis cantik sebagai pelayan toko,mall,atau warung-warung kecil jualan nasi dan kopi.Para wanita biasanya setia menemani ngobrol,namun ada juga yang cuma menyajikan saja lalu mengumbar senyum kepada semua pelanggan.Fenomena ini cukup menggelisahkan karena tak jarang para pemuda  pelajar maupun orang tua menggemari mencari kopi yang pelayannya cantik dengan alasan dalam jual-beli diperbolehkan memandang wajahnya.

Memang syariat memperbolehkan memandang wajah wanita saat jual-beli,namun dengan syarat tidak syahwat dan takut fitnah.Ketika laki-laki merasa nikmat dengan keinginan nafsunya yang bergejolak maka ia tidak boleh melihat lebih dari sekali.

Diperbolehkannya melihat lawan jenis dalam jual-beli ini dikarenakan ada hajat yang mendesak,yaitu andaikan suatu saat ada cacat dalam barang dagangannya maka ia bisa mengembalikannya,begitu juga sebaliknya.

Adapun dalam masalah gadis cantik yang jadi pemikat pelanggan itu merupakan kemungkaran yang sudah menjamur di semua daerah.Syara’ tidak membenarkan karena umumnya wanita pemikat itu tidak menutupi aurat,berpakaian serba mini,bahkan tak jarang berpenampilan genit dan bertutur kata menggoda,sehingga besar bahaya fitnah yang akan ditimbulkannya.Karena laki-laki akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya.Sehingga alangkah baiknya kalau semua wanita berkerudung,dan berpakaian islami sebagaimana yang telah kami uraikan pada edisi yang telah lalu.(ianatut tholibin juz 3 hal 306,ihya’ulumuddin juz 3 hal 338)

  1. Berjualan di tempat maksiat

Menjadi pedagang sukses memang butuh keahlian dan keuletan.Proses,waktu dan tempat yang strategis juga sangat dibutuhkan.Berangkat dari pemahaman itu tidak jarang para pedagang yang memilih berjualan ditempat-tempat maksiat seperti lokalisasi,perjudian,tempat mabuk,dll.

Memang pada dasarnya hukum berjualan di tempat maksiat hanyalah makruh,selama tidak mengetahui atau meyakini bahwa uang itu dari perkara haram.Namun yang perlu diperhatikan ialah ketika kita melihat kemungkaran sudah semestinya kita merubah atau menghentikannya,andaikan kita diam saja tanpa inkar bahkan menganggap biasa kemungkaran itu maka kita dapat kena dosanya.Karena ridho dengan maksiat itu bernilai maksiat,membantu perkara maksiat juga bernilai maksiat,(bugyatul mustarsyidin hal 207).

  1. Berjualan pakaian seksi

Perkembangan arus globalisasi dinegeri ini cukup banyak merubah kultur dan budaya bangsa.Berpakaian islami dengan menutup aurat banyak yang menganggap kampungan atau bahkan dicurigai sebagai teroris,dimana-mana banyak orang yang berpakaian mini sehingga terlihat fulgar dan memperlihatkan bagian-bagian yang tidak layak dilihat.Sebab momentum seperti inilah banyak desainer-desainer pakaian lebih suka mendesain pakaian-pakaian ala barat dibanding membuat pakaian islami.

Hukum menjual pakaian mini atau pakaian yang terbuka auratnya adalah haram,karena termasuk menolong dalam hal kemaksiatan dengan mengumbar aurat tubuh yang semestinya dilindungi dan ditutupi.Padahal besar sekali bahaya yang ditimbulkan dari wanita berpakaian mini atau terbuka auratnya.Namun keharaman disini tidak sampai berdampak pada batalnya akad jual-beli,sehingga uang yang dihasilkan tetap halal namun pekerjaannya haram.(asnal matholib juz 2 hal 41,sullam taufiq hal 53).

  1. Potongan dalam timbangan (Tara)

Dalam masalah jual-beli kita sering mendengar tara(potongan timbangan),hal ini sering terjadi mana kala pembeli langsung memborong dari petani yang lagi panen,potongan harga sering terjadi dalam penjualan ikan,buah,dll.Meski kedua belah pihak sudah sama-sama tahu namun tak jarang dari petani yang mengeluh dengan potongan timbangan tersebut.Karena jumlah potongan bisa mencapai 2 kg hingga 5kg lebih.Sehingga banyak petani yang merasa keberatan.

Sebagai pembeli yang baik sebaiknya mengakadkan tara tersendiri.Hal ini bisa dengan perkataan izin atau permintaan potongan timbangan secara transparan.Karena andaikan tara tidak diizinkan dan diduga kuat penjual tidak ridho dengan potongan tersebut maka hukum tara menjadi tidak halal.Namun ketidak halalan tara tidak sampai merusak keabsahan jual-belinya. Selama tidak ada syarat yang mengikat(khasyiyah bujairomy alal manhaj juz 2 hal 184,fatawi fiqhiyyah juz 4 hal 116).

  1. Menjual barang kadaluwarsa

Setiap barang dagangan yang sudah mendapat izin dari pemerintah biasanya ada masa tenggang waktu dalam penggunaanya.Apabila sudah melewati masa tenggang tersebut,maka pemerintah melarang untuk dijual karena sudah kadalwarsa.Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,karena makanan atau obat-obatan yang sudah kadalwarsa menghawatirkan bisa menimbulkan penyakit,keracunan yang bahkan bisa menimbulkan kematian.

Hukum menjual barang yang sudah kadalwarsa ini tidak diperbolehkan.Selain dikarenakan melanggar aturan pemerintah juga karena diduga kuat barang yang sudah kadalwarsa mempunyai efek negatif yang bermacam-macam.Dan syariat sangat tidak menyenangi,berbuat zalim atau menganiaya orang lain.Adapun mengenai akad jual-belinya,apabila barang tersebut merupakan sesuatu yang sudah berubah atau menjadi rusak karena melewati batas waktu penggunaannya maka akadnya tidak sah.Namun apabila barang tersebut belum jelas rusaknya,mungkin sudah rusak atau belum,maka akadnya dianggap sah dan apabila ditemukan telah rusak maka boleh dikembalikan(khiyar).(Roudhohit tholibin juz 1 hal 412).

  1. Membeli dagangan orang desa yang tertinggal informasi harga

Menjadi pedagang yang sukses,adalah keinginan banyak orang.Sehingga tidak jarang dari pedagang yang melakukan segala cara untuk mewujudkannya.Tanpa memandang dibenarkan atau tidak dalam syariat.Termasuk yang sering dilakukan ialah membeli dari rombongan yang belum tahu perkembangan informasi harga dagangannya.Mereka memborongnya dengan harga murah dan menjualnya dengan harga tinggi umumnya.

Menurut imam ghozali pembelian tersebut hukumnya haram secara mutlak karena hadis tyang melarang tentang menghadang rombongan pedesaan yang belum mengetahui harga pasaran sudah jelas dan shohih.Dan ini termasuk sebuah penipuan,karena andaikan penjual mengetahui harga umumnya pasar maka ia tidak akan memberikan barang dagangannya(ihya’ ulumuddin juz 2 hal 381)

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , ,

Related For SALAH KAPRAH MEMAHAMI KEHIDUPAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *