Sadum; Musnahnya Pecinta Sejenis

Thursday, January 9th 2014. | Qur'an

batu

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (80) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (81)  وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (82) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (83) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ (84)

Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, maka kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (QS. Al A’rof 81-84)

 

Asal Mula Homoseks

Diriwayatkan dari Ishaq bin Bisy dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas beliau berkata: Penyebabkan mereka melakukan homoseksual dan meninggalkan perempuan adalah karena daerah mereka memiliki pohon buah-buah yang melimpa ruah dan tidak dimiliki tempat lain. Buah-buah itu tumbuh di rumah-rumah, di halaman dan juga jalan-jalan luar kota. Pada suatu ketika terjadi paceklik dan buah-buahan berkurang menjadi sedikit, karena banyaknya orang asing yang mendatangi kota mereka untuk mengambil buah-buah tersebut. Sebagian dari mereka berkata pada temannya: Andaikan kalian melarang buah-buahan ini untuk para pengelana, niscaya bagi kalian kecukupan makanan. Mereka berkata: Dengan apa kita melarangnya? Lalu datanglah Iblis yang menyemar sebagai seorang syaikh, ia berkata: “Buatlah ketentuan dan peraturan di antara kalian, untuk mengawini siapapun pengembara yang memasuki kota kalian dan wajib membayar denda sebanyak 4 dirham untuk membebaskan mereka. Ketika kalian menetapkan peraturan ini, maka tidak akan ada orang yang berani memasuki kota.”

Dari jalur lain bersumber dari riwayat Muhammad bin Ishaq dari sebagian perawinya Ibnu Abbas berkata: Kebiasaan Kaum Luth ini bermula sewaktu mereka membicarakan seorang  pemuda tertampan yang pernah mereka lihat, Iblis kemudian mendatangi mereka dalam wujud pemuda yang sangat tampan, lalu Iblis memanggil mereka untuk menggaulinya di dubur, akhirnya mereka menggaulinya, setelah kejadian itu mereka semakin berani melakukan perbuatan menyimpang tersebut. (Ad-Dur al-Mantsur 4/256, Tafsir Al-Alusi 6/248, Al-Baghowi 3/255)

Dalam riwayat Ibnu Abi Dunya, Al-Baihaqi dan Ibnu Asakir bersumber dari Abi Shakhrah Jami’ bin Syaddad secara marfu’, dia berkata: Sodomi yang dilakukan oleh Kaum Luth semula dilakukan dengan perempuan selama 40 tahun lalu akhirnya dilakukan dengan sesama lelaki (Ad Dur al-Mantsur 4/256)

 

Diutusnya Nabi Luth as

Ketika perbuatan mereka semakin merajalela, diutuslah Nabi Luth as untuk menyeru agar kembali ke jalan Allah SWT. Luth sendiri adalah Luth bin Haran bin Tarih yaitu Azar bin Nahur bin Sarugh bin Raghu bin Faligh bin ‘Abir bin Syalih bin pp5Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh. Luth adalah putra Haran saudara Nabi Ibrahim as. Awalnya Luth as bertempat di daerah Kaldaniyin, masuk wilayah Babil, kemudian mereka berhijrah bersama pamannya ke daerah Syam. Ibrahim as sendiri kemudian menetap di daerah Palestina dan Luth menetap di Yordania, tidak jauh dari Laut Mati tepatnya di kota Sadum. Sadum sendiri adalah ibu kota dari empat kota yaitu Sadum, Umur, Amur dan Shabwair, masuk kawasan Syam yang berjarak sehari perjalan dari Palestina. Lalu diutuslah Nabi Luth as untuk mengajak Kaum Sadum kembali ke ajaran tauhid. Namun kenyataannya dakwah yang disampaikan oleh Nabi Luth as ditolak mentah-mentah bahkan mereka mau mengusir Luth sekeluarga dari kota mereka sambil mengancam agar Luth menimpahkan adzab tuhannya kepada mereka.  Bukan hanya dakwah Nabi Luth, Nabi Ibrahim as juga berdakwah dari Palestina ke Sadum dengan menaiki keledai untuk menasehati mereka agar menghentikan perbuatan kejinya kembali kepada agama Allah, namun Kaum Sadum menolak dan menentang. Akhirnya, Nabi Ibrahim as kembali mengambil keledainya, di atas keledai tunggangannya beliau memandang Kota Sadum sambil berkata : Wahai Kaum Sadum, hari apa yang menjadi milikmu dari Allah, sesungguhnya aku melarang kalian agar tidak tertimpa siksa Allah, Wahai Sadum tungguhlah sampai datangnya adzab. (Tafsir Ibnu Katsir 3/444, Tafsir Al-Baghawi 3/245, Ad- Dur al-Mantsur 4/265, Qishash al-Anbiyah 1/127)

 

Adzab yang Menyedihkan

Kurang lebih selama tiga puluh tahun Nabi Luth as berdakwah di tengah-tengah mereka, nasehat-nasehat Luth as dan Ibrahim as tidak pernah diindahkan dan ditinggalkan begitu saja. Allah kemudian mengirimkan dua malaikat yang menyamar sebagai pemuda tampan untuk pergi ke Kota Sadum dan dipinggiran kota bertemu dengan putrinya Nabi Luth as. Nabi Luth sendiri mempunyai dua putri, Ritsa dan Yaghuts. Kedua pemuda tampan lalu mengutarakan keinginannya untuk menginap ke rumah Luth as. Setelah mendapatkan persetujuan ayahnya, putri Nabi Luth as kemudian membawa mereka berdua dengan sembunyi-sembunyi ke rumah agar tidak ketahuan penduduk kota, namun istri Luth as berkhianat dengan memberitahu penduduk kota tentang adanya dua tamu tampan di rumahnya. Istri Luth sendiri bernama Wahilah. Sebelum ditimpahkannya adzab Allah SWT telah menyelamatkan Luth dan seluruh pengikutnya, lewat kedua malaikat tersebut agar memerintahkan mereka keluar dari kota sekitar tengah malam untuk berlindung dan tidak menoleh ke belakang.  Setelah Nabi Luth as dan pengikutnya menjauh, Allah SWT dengan menjungkir balikkan bumi dan menghujani mereka dengan kerikil berbahan api dan belerang dari Neraka Sijjil. Seluruh keluarga dan pengikut Luth as selamat, kecuali istrinya yang telah ikut binasa bersama dengan seluruh penduduk Kota Sadum. Tempat Luth as berlindung adalah desa Shaughar (Zoar).  (Ibnu Katsit 3/446, Al-Alusi 6/252, Al-Bahrul Mukhit 5/390, Atlas Al-Quran 61).

 

[Ach. Farihin Ali]

Comments

comments

tags: , , ,

Related For Sadum; Musnahnya Pecinta Sejenis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *