Remaja, Problematika dan Pendidikannya 2

Friday, May 3rd 2013. | Keluarga, Konsultasi

Ibu Nyai Hj. Lilik Qurrotul Ishaqiyah Munif

Dari banyaknya kejadian yang menimpa remaja saat ini, dari mulai tawuran, mabuk-mabukan, hamil diluar nikah, aborsi dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat miris hati melihat dan mendengar berita tentang remaja saat ini.

Dari sinilah dipertanyakan lagi, sudahkah orangtua membekali putra-putrinya dengan ilmu agama yang kuat?, sudahkah menghiasi putra-putrinya dengan moral yang indah?, seberapa perdulikah orangtua kepada putra-putrinya yang mulai menginjak dewasa, dan adakah jeli mengamati perubahan pribadi, emosinya, dan kejiwaannya?.

Sesungguhnya pertanyaan ini sudah teraplikasikan oleh cerita Nabi Ibrohim kepada Nabi Ismail dalam surat Al Baqarah, cerita tentang Lukman pada putranya (QS Luqman) dan cerita para Nabi lainnya, khususnya Nabi Muhammad Saw kepada sayyidatina Fatimah ra. Dari sinilah kita memulai mengupas akan tanggungjawab tersebut, baik dari sisi fisikly atau psikologis.

Pondasi Dasar
Yang harus diperhatikaan adalah pondasi dasar agama yang terkuat dalam keluarga tersebut, khususnya agama kedua orangtua, karena orangtua inilah yang akan jadi cermin positif dalam langkah dan gerak putra-putrinya ke depan. Seperti yang diucapkan Luqman Al Hakim pada putranya :

” وإذ قال لقمآن لابنه وهو يعظه يابنيّ لاتشرك بالله إنّ الشرك لظلم عظيم “

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.”
Dari ayat di atas bisa diambil pelajaran, yaitu pentingnya menanamkan ilmu ketauhidan pada seorang anak, agar mereka tahu siapa pencipta dirinya dan pencipta dunia dan isinya, dan juga termasuk hal-hal yang wajib dipelajari. Dan Allah juga telah mengajarkan Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril yaitu, “إقرأ باسم ربّك الذى خلق”. Betapa penekanan ini (membaca atau belajar) termasuk hal yang sangat penting dan sangat wajib bagi orangtua untuk membekali putra-putrinya dengan ilmu agama demi masa depannya, baik untuk dunia atau untuk akhiratnya.

Pengawasan dan Keharmonisan Keluarga
Keelastisitasan dan ketegasan secara kondisional sangat dibutuhkan bagi orangtua dalam menghadapi putra-putri yang menginjak remaja, karena memang sudah menjadi tuntutan orangtua untuk selalu mendampingi, memberikan pelajaran dan mengarahkan tentang kehidupan nyata hingga remaja matang menghadapi kehidupan, apalagi kehidupan di zaman globalisasi saat ini. Dan yang terpenting adalah kualitas waktu ketika bersamanya dengan menanamkan pribadi yang religi dengan ilmu agama yang betul-betul kuat dan mengajarkan tentang cerdas lingkungan, karena dengan keduanya inilah yang akan selalu dihadapi seorang anak ketika menghadapi alam luar dan lingkungan yang baru.
Maka dari itu sempatkanlah waktu bersama-putra-putri dengan kualitas yang penuh keharmonisan dan kenyamanan, karena orangtua tidak akan bisa secara continue mendampingi, mengawasi putra-putrinya ketika mereka sudah mulai menginjak dewasa dan mulai belajar bersosialisasi dengan lingkungan, dengan saudara-saudaranya, temannya dan juga yang berhubungan dengan lawan jenis.

Dari sinilah di mulainya suatu babak baru, yaitu adaptasi dengan semua hal yang remaja akan hadapi, dan dari sini pula kecerdasan sosialnya diuji, mampukah menghadapi hal baru, tantangan baru dan juga prilaku-prilaku dan pemikiran yang berbeda dari biasanya ketika mereka masih kecil, dimana masih dalam pengawasan kedua orangtuanya.

Bila remaja sudah dibekali dengan pribadi yang kuat, baik moral atau spiritualnya maka hal ini sudah meminimalisir kehawatiran akan terkontaminasinya pikiran remaja dengan hal-hal yang tidak diinginkan. Hanya dengan ilmu agama yang kuat adalah bekal dhohir batinnya.

Comments

comments

tags: , , ,

Related For Remaja, Problematika dan Pendidikannya 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *