PP. NURUL UMAH Menerangi Kehidupan Umat

Friday, May 3rd 2013. | Essay, Pojok Pesantren

Singgah di kota Yogyakarta. Kota budaya yang selalu memberi kesan tersendiri saat mengenangnya. Rasanya begitu memasuki wilayah Daerah Istimewa ini kita akan langsung dimanjakan dengan berbagai loka wisatanya yang menawan. Berbagai sajian kultur budaya yang masih sangat kental, membuat kita seakan diajak untuk bernostalgia di masa-masa sejarah yang pernah mencatatkan Yogyakarta sebagai ibu kota Indonesia.

Yogyakarta kota pendidikan dan budaya. Agaknya klue itu sangat tepat sekali, karena memang Yogya kaya akan budayanya, pun pelbagai pendidikan yang disediakannya. Namun seiring perkembangannya, keemasan pendidikan dan budaya yang dipusatkan di Yogya pun mulai terkikis oleh masuknya budaya-budaya barat yang terutama dibawa oleh para turis luar negri yang alih-alih ingin mengenal budaya Indonesia akan tetapi dibalik misinya itu berniat sedikit demi sedikit mencekoki anak bangsa dengan kebiasaan mereka. Sehingga Yogya agar bisa tetap menjadi kota pendidikan yang sebagaimana idenitas Indonesia, peran ulama’ di sini pun sangat dirasa penting. Dan untuk menanggulanginya salah satunya muncul pondok pesantren-pondok pesantren yang memiliki visi-misi melindungi anak bangsa yang bertujuan mulia ingin menuntut ilmu di Yogya agar tidak terjangkiti virus-virus kebarat-baratan. Tentunya hal itu tidak bisa terwujud kecuali dengan memperkuat pondasi keimanan dan ketaqwaan, dan lagi, cita-cita itu besar akan terwujud jika pesantren-pesantrenlah yang memulainya.

Berdirnya PP. Nurul Umah
Sebagaimana tujuan awal kemunculan banyak pesantren di Yogya. Pondok pesantren Nurul Umah yang berlokasikan di Kota Gede Yogyakarta pun sama. Pondok pesantren Nurul Umah yang biasa disingkat PPNU ini berdiri pada tanggal 9 Februari 1986. Peletakan batu pertamanya dilaksanakan oleh KH Asyhari Marzuqi, KH Nawawi Ngrukem, dan disaksikan oleh keluarga Krapyak. Sementara untuk upacara peresmiannya dilkasanakan dua hari setelah peletakan batu pertama tepatnya tanggal 11 Februari 1986 yang dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta; Sugiarto, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY, dan berbagai elemen masyarakat.

Berdirinya PPNU ini awalnya didasari oleh wasiat sang Ayah dari muassis (pendiri) PPNU KH Asyhari Marzuqi ketika Kiai Asyhari masih menuntut ilmu di Baghdad. Sebenarnya sang Ayah ingin Kiai Asyhari agar melanjutkan estafet kepengasuhan pesantrennya yang berada di Giriloyo, Imogiri. Namun melalui beberapa pertimbangan dan juga keprihatinan Kiai Asyhari terhadap kondisi pendidikan di kota khusunya Yogyakarta, beliaupun memutuskan mencari lokasi di sekitar perkotaan Yogya untuk mendirikan pesantren, dan akhirnya pilihan itu jatuh di Kota Gede Yogya, setelah melalui proses panjang.

Dengan Kiai Asyhari mendirikan pesantren di dekat kota Yogyakarta, besar harapan beliau dapat berperan penuh untuk menyelamatkan generasi bangsa yang sangat rentan hidup di perkotaan. Selain juga lokasinya yang strategis, mudah dijangkau dan segala akses pengetahuan serta keilmuannya yang mudah menjadi pertimbangan Kiai Asyhari.

Pada awal berdirinya santri yang menuntut ilmu di PP Nurul Ummah, pada bulan Ramadhan di tahun 1986 berjumlah 25 orang putra dan 2 orang putri. Baru kemudian di tahun kedua meningkat menjadi 104 santri. Masuk di tahun ketiga, bertambah lagi menjadi 155 santri dan di tahun yang keempat, terhitung hingga 209 santri.

Setelah nama Nurul Umah semakin dikenal karena pengasuhnya yang alumni Timur Tengah, para santri yang masuk yang pada mulanya hanya mengkhususkan diri untuk menimba ilmu agama, kemudian berkembang para siswa dan mahasiswa pun banyak yang memilih untuk mondok di PPNU.

Di Balik Nama Nurul Umah
Nama adalah do’a. Kiranya itu yang ingin disampaikan oleh sang muassis melalui nama pesantren Nurul Umah ini. Sebenarnya nama Nurul Umah ini merupakan usulan dari H. Ahmad Arwan Bauis, S.H dan hasil musyawarah bersama keluarga besar pengasuh pesantren ini. Nama pesantren ini berasal dari dua suku kata Nur yang berarti cahaya dan Ummah yang berarti umat. Besar harapan pesantren Nurul Umah dapat menjadi pencerahan bagi kehidupan umat. Menjadi pembimbing umat agar pemahaman-pemahaman menyimpang tentang Islam bisa diluruskan. Sehingga seluruh umat pun bisa mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat, sa’adah fiddaaroin.

Sebagai suatu lembaga pendidikan yang berpola pesantren, PPNU pun layaknya pesantren-pesantren lain mengajarkan pelbagai disiplin keilmuan agama, sebagai bekal para santri kelak di kehidupannya. Untuk mempersiapkan diri menghadapi kerasnya dunia.

Visi dan Misi PPNU

Setiap lembaga pendidikan, terutama agama, pasti besar harapannya adalah selain para anak didik, santri-santrinya bisa menjadi insan-insan kamil yang berilmu pengetahuan serta beriman taqwa, juga kelak bisa menyebarkan ilmu yang didapatkannya selama menggali keilmuan dalam hal ini berarti di pesantren. Menjadi penuntun umat menuju kehidupan yang lebih baik.

Di antara visi dan misi pondok pesantren Nurul Umah adalah :
1. Membentuk dan mengembangkan generasi muslim kader bangsa yang tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT., berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik dan beramal saleh.
2. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan keagamaan, pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan bangsa.
3. Berpartisipasi aktif-kritis serta memberikan nuansa terhadap fenomena masyarakat yang terjadi
4. Menegakkan ajaran Islam yang murni dengan menempuh manhaj (metode) Ahlu as-Sunnah wal Jamâ’ah dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.
Dan tidak hanya berharap agar para santri bisa menjadi sebagaimana yang dicita-citakan. Akan tetapi evaluasi sejauh mana perkembangan para santri itu bisa dilihat seberapa kuat dan semangatkah mereka dalam menjalan ajaran-ajaran agama yang diperoleh selama di pesantren.

Sistem Pendidikan PPNU
Pondok pesantren Nurul Umah dalam perkembangannya selain menjadi satu pusat keilmuan agama, PPNU juga mengembngkan beberapa sistem pendidikannya, untuk memenuhi kebutuhan umat.
Di antara program pendidikan yang ditawarkan PPNU adalah :
1. Madrasah Diniyah Nurul Umah
Dalam madrasah diniyah ini terbagi menjadi beberapa tingkatan:
a. Tingkatan Awwaliyah
b. Tingkatan Wustho
c. Tingkatan Ulya
d. Forum Kajian A’la (FKA) atau program pasca madrasah diniyah setelah tingkatan Ulya.
2. Madrasah Aliyah Nurul Umah (MANU)
3. Madrasah Tsanawiyah Nurul Umah
4. Taman Pendidikan al Qur’an Nurul Umah (TPQ-NU)
5. Tahfidzul Qur’an
6. Pengajian Sorogan Al Qur’an
7. Pengajian Sorogan Kitab Kuning
8. Majlis Ta’lim (untuk masyarakat umum)
9. Program-program ekstrakulikulr, seperti :
a. Seni Tilawah Qur’an
b. Seni Kaligrafi
c. Teater
d. Bahasa Asing
e. Kepenulisan; majalah, mading, dll.

Dalam perjalanannya PPNU menjadi sangat piawai untuk terus mencetak generasi-generasi nabawi yang berilmu tinggi. Adapun para santri dikelompokkan sendiri-sendiri sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Ada komplek khusus mahasiswa, ada komplek khusus mereka yang masih di MANU dan MTs NU. Untuk tingkatan SMP atau SMA para santri hanya boleh diperbolehkan untuk sekolah di MANU (setara SMA) dan MTs NU (setara SMP), sehingga para santri tersebut bisa lebih terkontrol. Dan semoga kehadiran PPNU di jantung kota Yogya bisa lebih menekan angka kemrosotan moral pemuda bangsa yang semakin hari semakin tak terkendali. [Adi Ahlu Dzikri.]

tags: , ,

Related For PP. NURUL UMAH Menerangi Kehidupan Umat

Leave a Reply