Petunjuk bagi Seorang Hamba

Saturday, August 4th 2018. | Kitabah

Tujuan manusia dilahirkan di muka bumi adalah beribadah kepada Allah Swt. Manusia adalah budak yang semestinya memiliki prioritas untuk senantiasa mengabdi kepada tuannya. Apa yang dilakukan oleh budak harus berdasarkan agama. Pengabdian tanpa dilandasi aturan agama laksana menimba dengan ember yang bocor. Meski susah payah diisi air, namun pada akhirnya ia tak terisi.

Nabi Saw. dan para sahabat mendapat pengajaran agama dari Allah melalui malaikat Jibril. Tiga hal yang diajarkan olehnya, yaitu iman, islam, dan ihsan. Di samping itu, ia juga menyampaikan hal-hal yang menyebabkan semakin dekatnya hari kiamat, yakni saat dosa-dosa besar mulai tersebar dan rasa cinta terhadap dunia begitu dominan dalam diri manusia.

Dalam beragama juga terdapat teori takhliyah dan tahliyah. Takhliyah adalah membersihkan diri dari segala dosa dan sifat buruk, sedangkan tahliyah yaitu membekali diri dengan hati yang bersih dan segala perbuatan baik. Manusia diperintahkan untuk menjauhkan diri dari beragam aib, semisal dengki, sombong, cinta jabatan, takut miskin, berharap khususiyah, dan lain sebagainya.

Terhindar dari aib bisa membuat hati menjadi hidup. Sehingga, seseorang bisa merasakan hidup sesungguhnya dengan bergelimang kenikmatan. Berbeda dengan kemampuan melihat hal-hal ghaib yang merupakan sebuah anugerah. Dalam taraf tertentu, hal ini terkadang bisa menjadi sebab rusaknya hati, seperti munculnya bibit-bibit kesombongan dan merasa mulia.

Aib yang ada dalam diri manusia ada tiga, yaitu:

  1. Aib nafsu, yang berhubungan dengan kesenangan jasmani, semisal makan dan minum yang enak, baju, kendaraan, rumah yang mewah, dan pernikahan yang megah dan aib lainnya.
  2. Aib hati, yang berhubungan dengan kesenangan hati, seperti cinta harta dan jabatan, kemuliaan, sombong, dengki, dendam, senang dihormati dan berharap sesuatu yang istimewa.
  3. Aib ruh, sebagaimana kegiatan mencari keramat dan maqam, istana dan bidadari, segala sesuatu yang menghasilkan cacat dalam beribadah dan tidak terpenuhinya hak rububiyah.

Tiga aib tersebut selayaknya senantiasa diminimalisir oleh seorang hamba agar bisa beragama secara sempurna.

Poin-poin di atas bisa dipelajari lebih lanjut dalam kitab karangan Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin al Malibari. Irsyad al Ibad ila Sabil al Rasyad adalah kitab yang menerangkan jalan menuju hidayah bagi seorang hamba. Berisi tentang hukum syariat dan konsep pembersihan hati, disertai cerita-cerita penggugah jiwa yang cukup menarik. Ikhtiar mempelajarinya setidaknya merupakan salah satu “gejala” bahwa hati kita akan memperoleh nur ilahi. Amin.

 

Nama Kitab         : Irsyad al ‘Ibad ila Sabil al Rosyad

Pengarang           : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al malibari

Penerbit               : Haramain

Tebal                     : 120 halaman

Peresensi            : Muslimin Syairozi

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Petunjuk bagi Seorang Hamba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *