Pesantren, Solusi Pendidikan Anak

Sunday, December 27th 2015. | Keluarga, Konsultasi

Suasana-Mengajar-Pesantren

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dari sekian metode pendidikan yang ada di Indonesia, pesantren tampil dengan konsep pendidikan yang kompleks, dengan membina para santri/siswa memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Bisa ditarik kesimpulan, pesantren lewat asuhan kiai tidak hanya membekali kecerdasan dan keahlian para santri, tapi juga kekuatan spiritual hati dan jiwa mereka sesuai tuntunan al-Qur’an dan Hadits.

Nampak jelas bahwa pendidikan pesantren mampu membentuk kepribadian anak bangsa yang meliputi tiga ranah, yaitu kognitif, efektif, dan psikomotorik. Mekanisme dan sistem dalam pesantren yang sesuai kebutuhan zaman berpeluang besar melahirkan generasi yang tangguh dan siap menghadapi kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

 

Wajib bagi Anak

Rasulullah saw bersabda,“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang ‘Amir (penguasa) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan istri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Setiap kalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR Bukhori Muslim).

Kehadiran anak merupakan amanah yang sangat besar bagi kedua orang tua. Karenanya, para orang tua dituntut memperhatikan perkembangan jasmani dan rohani sang buah hati. Tentu setiap anggota keluarga mesti memiliki peranan dan tanggung jawab untuk mewujudkannya.

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Kewajiban bapak dan ibu mendidik anak-anak mereka serta mengajari mereka tatacara bersuci dan shalat.” Penjelasan beliau dalam al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab (III/12) merupakan indikasi pentingnya anak dibekali pendidikan agama sejak usia dini. Orang tua dituntut untuk memperhatikan keislaman anak, agar kelak ketika anak dewasa, ia menjadi pribadi yang taat.

 

Berikan Kasih Sayang pada Mereka

Semua anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih dari orang sekitarnya, terlebih kedua orang tuanya. Meskipun telah mendapatkan kasih sayang dari kerabat dan teman-temannya serta tercukupi semua kebutuhannya, kasih sayang yang diberikan langsung oleh ayah dan ibu jauh lebih penting. Hubungan orang tua-anak dengan nuansa kasih sayang inilah yang mampu mewujudkan sebuah keluarga yang harmonis.

Alangkah disayangkan bila para orang tua masa justru sibuk dengan pekerjaan atau masalah lainnya tanpa mau menceburkan diri ke dalam dunia anaknya dan menularkan kasih sayang pada mereka. Menjadikan perekonomian sebagai alibi untuk menghindar bukanlah sikap yang bijak.

Sesibuk apa pun aktifitas kedua orang tua, hendaknya sebisa mungkin meluangkan waktu bersama anak untuk mengetahui perkembangan akhlak, pendidikan, tingkah laku, dan pergaulannya sehari-hari. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, hubungan antara orang tua dan anak tidak lagi berada dalam dua dunia yang berbeda. Orang tua dan anak akan berada dalam keharuan dunia yang sama dan satu, yakni nuansa kasih sayang.

Sepatutnya anak mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari kedua orang tua. Yang harus menjadi prioritas utama orang tua bagi anaknya adalah pendidikan. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka…” (Qs. At-Tahrim: 6). Ali bin Abi Thalib ra menegaskan bahwa maksud dari ayat diatas adalah mendidik dan mengajari keluarga. [Lihat Tafsir Al-Qur’anil ‘Azhim]

 

Ibarat Keluarga Sendiri

Pesantren sebagai lembaga pendidikan tua dan telah mengembangkan sistem kepondokannya siap menampung santri segala usia. Para pengajar yang notabener merupakan santri senior telah dikader untuk menjadi pembimbing santri junior, baik dalam pendidikan maupun kebutuhannya sehari-hari. Di banyak pesantren terdapat sistem kakak asuh. Dalam arti, santri yang senior mendampingi santri junior. Tidak berlebihan kalau santri senior layaknya keluarga yang memberikan perhatian, kasih sayang, juga pengajaran kepada santri usia dini.

Di sinilah hebatnya pesantren, yang mampu membangun rasa kekeluargaan. Kumpulan para santri seperti para saudara satu sama lain yang saling memperhatikan. Dengan demikian, kekhawatiran para orang tua terhadap anaknya dihilangkan karena rasa kebersamaan yang kental.

 

Ayo Mondok Sejak Dini

Mekanisme pendidikan yang ada di pesantren sangat mendukung kegiatan belajar-mengajar santri. Baik santri dewasa atau yang berusia belia, mereka dibekali pengetahuan dengan jenjang pendidikan yang berbeda. Hak pendidikan yang diperoleh oleh semua santri sama dengan sistem yang dievaluasi secara berkala.

Pun, setelah mengikuti pelajaran di sekolah, dalam kesehariannya, santri dimotivasi untuk mempunyai kemampuan berpikir maju dan kreativitas tinggi. Hal ini di antaranya diwujudkan dengan pelatihan atau pembekalan sesuai kebutuhan. Tak heran jika pondok telah berhasil menciptakan lingkungan belajar-mengajar yang kondusif, ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap.

Dengan penjelasan singkat di atas, tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika anak usia dini dimasukkan di pesantren. Karena, perhatian, pembinaan, pendampingan, dan nuansa kasih sayang bisa ditemukan dengan mudah di lingkungan pesantren.

(Umar Faruq)

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Pesantren, Solusi Pendidikan Anak

One response to “Pesantren, Solusi Pendidikan Anak”

  1. Carissa says:

    Saya setuju sekali, bisa dikatakan pesantren merupakan solusi untuk pembentukan karekter pada anak. Melihat perkembangan jaman yang begitu pesat ini diharapkan anak dapat tetap menjaga moralitas dan memiliki jiwa cinta tanah air dan tanggung jawab atas dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *