Pesantren Inabah Wujudkan Cita-cita Abah

Monday, August 6th 2018. | Pemikiran

Setelah kepergian Abah Sepuh atau Syekh Mubarok, estafet kepengasuhan Pesantren Suryalaya dipegang oleh putra beliau yang ke-6, yaitu Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin atau Abah Anom. Otomatis, gelar Khalifah Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Jawa Barat juga berada di pundak Abah Anom.

Alih kepemimpinan TQN tersebut sesungguhnya genap dilaksanakan sejak tahun 1953, tiga tahun sebelum kepergian Abah Sepuh. Pada masa inilah, Suryalaya mendapat serangan gerombolan DI/ TII Karto Suwiryo yang dilakukan terus-menerus selama 13 tahun. Dibantu sang kakak, H.A. Dahlan yang juga kepala Desa Tanjungkerta bersama sekelompok kecil Keamanan Desa, Abah Anom berusaha sekuat tenaga mengamankan Suryalaya dari para pemberontak tersebut.

Setelah melewati masa-masa yang berat akibat buruknya keamanan (1949-1962), tibalah masa-masa yang penuh kebahagiaan. Masyarakat setempat dapat benar-benar menikmati kenikmatan hidup dan terbebas dari rasa ketakutan. Tidak ada lagi pertumpahan darah, tidak ada lagi rumah-rumah yang dibakar, tidak ada lagi sawah-sawah yang terlantar. Suasana menjadi aman dan tenteram.

Program Rehabilitasi

Inabah adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab anaba-yunibu (mengembalikan). Inabah berarti pengembalian atau pemulihan. Dalam konteks ini, yang dimaksud yaitu proses kembalinya seseorang dari jalan yang menjauhi Allah ke jalan yang mendekat kepada Allah.

Abah Anom menggunakan nama “inabah” sebagai metode bagi program rehabilitasi pecandu narkotika, remaja-remaja nakal, dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Konsep perawatan korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja adalah mengembalikan orang dari kemaksiatan atau perilaku yang menentang kehendak Allah, kepada kepatuhan atau perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah.

Inabah sebenarnya sudah dirintis sejak 1973, namun secara resmi baru didirikan pada tahun 1980. Pada mulanya hanya sekitar satu atau dua anak yang bergabung di Pesantren Inabah. Setelah anak-anak remaja tersebut sembuh dan kembali normal, lama-kelamaan banyak orang tua berduyun-duyun membawa anaknya ke Pesantren Suryalaya.

Sejak awal berdirinya, Pesantren Inabah Suryalaya mempunyai 25 cabang dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Malaysia. Abah Anom/Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin sebagai mursyid Tarekat merasa berkewajiban menolong umat yang sedang tertimpa musibah.

Apa yang dilakukan oleh Abah Anom mengandung hikmah yang besar. Baik masyarakat luas maupun para pakar ilmu kesehatan, ilmu pendidikan, sosiologi dan psikologi mulai yakin bahwa agama Islam dengan banyak disiplin ilmu di dalamanya termasuk tasawuf dan tarekat mampu memecahkan segala persoalan dan masalah kemanusiaan. Hal ini ditempuh dengan merehabilitasi kerusakan mental dan membentuk daya tangkal yang kuat melalui pemantapan keimanan dan ketaqwaan melalui amalan tarekat.

Metode Pendidikan

Secara teknis, pendidikan inabah mencakup materi-materi sebagai berikut:

  1. Mandi

Lemahnya kesadaran pecandu narkoba bisa dipulihkan dengan mandi dan wudlu. Dengan keduanya, tubuh dan jiwa pecandu narkoba disucikan sehingga siap ‘kembali’ menghadap Allah Yang Maha Suci. Di samping itu, terdapat makna simbolik dari wudlu: mencuci muka berarti mensucikan bagian tubuh yang mengekspresikan pembersihan jiwa. Mencuci lengan berarti mensucikan perbuatan. Membasuh kepala berarti mensucikan otak yang mengendalikan seluruh kegiatan badan. Terakhir, membasuh kaki berarti mensucikan setiap langkah.

  1. Shalat

Pecandu yang telah disucikan melalui prosesi mandi dan wudlu, kemudian diajarkan dan dipandu untuk menunaikan shalat fardlu dan sunnah sesuai dengan metode inabah. Tuntunan pelaksanaan shalat disesuaikan dengan ajaran Islam dan kurikulum ibadah yang telah dibuat dan disarikan oleh Abah Anom.

  1. Talqin dzikir

Setelah kesadarannya memulih, pecandu diajak berdzikir melalui talqin dzikir yang mencakup pembelajaran dzikir pada qalbu. Dzikir tidak cukup diajarkan dengan mulut untuk ditirukan dengan mulut pula, melainkan juga harus dipancarkan dari qalbu untuk dihunjamkan ke dalam qalbu orang yang di talqin. Yang dapat melakukan talqin dzikir hanyalah orang-orang dengan qalbu yang sehat (bersih dari syirik) dan kuat (berisi cahaya ilahi).

  1. Pembinaan

Anak bina ditempatkan pada pondok inabah guna mengikuti program Inabah sepanjang 24 jam. Kurikulum pembinaan yang ditetapkan oleh Abah Anom mencakup mandi dan wudlu, shalat dan dzikir, serta ibadah lainnya.

Penghargaan dari Presiden

Atas kerja keras dan dedikasinya, pada tanggal 27 Nopember 1985, Presiden Soeharto menganugerahkan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Abah Anom. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Ny. Nani Sudarsono, yang berkunjung ke Suryalaya.

Cita-cita serta amanat Syekh Tholhah dan Syekh Mubarok/Abah Sepuh telah seoptimal mungkin direalisasikan oleh Abah Anom/Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin. Hal ini selaras dengan “penglihatan” Syekh Tholhah di masa lampau bahwa Suryalaya akan menjadi pusat keramaian, dikelilingi gedung-gedung tinggi, serta menjadi tempat tujuan orang dari pelbagai penjuru.

[Khozin]

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Pesantren Inabah Wujudkan Cita-cita Abah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *