Pesan Damai Indonesia untuk Dunia: Liputan Pertemuan Dai Internasional

Friday, May 11th 2018. | Kabar

 

 

Menanggapi konflik antar negara belakangan ini, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menyelenggarakan Multaqa Al-Duat Al-Alami: Risalah as-Salam min Indunisia ila al-Alam (Pertemuan Dai Internasional: Risalah Perdamaian dari Indonesia kepada Dunia) di Gedung PBNU Jakarta, Senin (22/1). Pertemuan ini mengajak serta merangkul kehidupan yang damai ke seluruh dunia, dengan menghormati dan menjaga persatuan golongan lain serta santun dalam menyikapi perbedaan sebagaimana kehidupan di Indonesia.

Nahdlatul Ulama (NU) meneguhkan pesan Islam Nusantara dengan mengutamakan sikap tawassuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasamuh wal i’tidal (toleransi), dan amar ma’ruf nahi munkar. NU akan terus mendakwahkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah; dakwah yang merangkul bukan yang memukul; serta dakwah yang menyejukkan bukan yang menakutkan.

Apa yang diemban oleh NU memiliki pertimbangan matang. Selain mengakui enam agama, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang tersusun atas ratusan suku, bahasa dan adat istiadat. Namun demikian, persatuan dan perdamaian di negara ini mampu terjaga dengan baik. Meskipun Islam merupakan agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk negeri ini, kaum Muslim tetap menghormati pemeluk agama dan kepercaaan lainnya. Hal ini dikarenakan Islam tidak pernah mengajarkan kebencian. Lebih jauh, perbedaan senantiasa disikapi dengan wajar dan bijak.

Islam Moderat

Pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan dan meneguhkan hakikat Islam Moderat (al-Islam al-Wasathi), sebagaimana model Islam Nusantara yang dibangun oleh NU, serta menjalin kerjasama di antara ulama-ulama Ahlussunnah wal Jamaah (sunni) dari berbagai negara, demi terciptanya perdamaian di seluruh dunia. Pertemuan ini menghasilkan empat rekomendasi Risalah Perdamaian dari Indonesia untuk Dunia.

  1. Memperkuat pentingnya tolong-menolong dan memperteguh hubungan antara ulama madzhab Ahlussunnah wal Jamaah di dunia.
  2. Memperkuat penyebaran dakwah Islam moderat ke penjuru dunia.
  3. Bersatu padu dalam kontra ekstrimisme dan terorisme di semua tempat.
  4. Mendukung kemerdekaan Palestina dan mengembalikan Baitul Maqdis kepadanya serta menentang penjajahan di setiap negara.

Beberapa nama muhadir yang disebut oleh K.H. Muh. Bukhori Muslim dalam sambutannya sebagai panitia adalah:

  1. Syaikh Ahmad Yusuf dari Kolumbia
  2. Syaikh Bilal Hallak dari Amerika
  3. Syaikh Thoriq Ghannam dari Libanon
  4. Syaikh Bakr Abu Culleh dari Amerika
  5. Syaikh Ibrahim as-Syafii dari Australia (dzurriyah Imam Syafii)
  6. Syaikh Muhammad Osman dari Palestina
  7. Syaikh Said Abu Hammous dari Libanon
  8. Syaikh Kholid Halabie dari Australia
  9. Syaikh Muhammad Aukal dari Amerika
  10. Syaikh Amjad Arafat dari Australia
  11. Syaikh Syamir al-Khauli dari Libanon
  12. Syaikh Muhammad al-Faraj dari Libanon
  13. Syaikh Umar Dayah dari Denmark

Semoga dengan adanya multaqa ini negeri tercinta semakin aman dan damai.

[Noval]

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Pesan Damai Indonesia untuk Dunia: Liputan Pertemuan Dai Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *