Peringatan PHBI dengan Uang Masjid

Saturday, March 17th 2018. | Agama

 

Rubrik Masail diasuh oleh KH. Qohwanul adib Munawwar
Memuat segala pertanyaan seputar masail diniyah (permasalahan keagamaan)
yang bisa dikirim lewat surat, e-mail, ataupun SMS ke 081 234 01 5001

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb. K.H. Qohwanul Adib yang kami hormati. Bagaimanakah hukum penggunaan uang kotak masjid untuk acara Maulid Nabi seperti membayar bisyarah, sewa tarup, dan perlengkapan lainnya?  Tolong dijelaskan. Abdul Mujid

Jawaban:

Wa’alaikum salam Wr. Wb. Saudara Abdul Mujid yang kami hormati. Sebagaimana kita ketahui fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah. Berbagai jenis acara keagamaan bisa dilakukan di masjid. Masjid juga bisa digunakan sebagai tempat belajar mengajar, tempat berdiskusi mengenai agama, dan perayaan-perayaan agama. Hal demikian adalah sebagai upaya memakmurkan masjid.

Namun hal yang perlu diperhatikan, bahwa kemeriahan atau kemakmuran masjid adalah dengan banyaknya orang yang berjamaah atau beri’tikaf. Sedikit disayangkan bila masjid dibangun begitu megah dan setiap Minggu diadakan sebuah acara, akan tetapi masyarakat sekitar masih terbilang sedikit yang berjamaah. Karenanya, hal paling utama yang harus dipikirkan oleh seorang takmir masjid adalah bagaimana caranya masyarakat mau berduyung-duyung melaksanakan shalat jamaah.

Menggunakan uang kotak amal atau barang yang diwakafkan untuk kemaslahatan masjid dengan cara memasukkan pada anggaran perayaan PHBI, seperti untuk memberi bisyarah, menyewa tarup, atau yang lainnya diperbolehkan, namun tetap harus memandang hal yang lebih penting dari pentasharufan untuk keperluan itu.

Yang perlu dicatat, tujuan orang yang mewaqofkan uang ke masjid terdapat tiga macam. Pertama , untuk memakmurkan masjid, maka uang tersebut bisa digunakan untuk pembangunan masjid, plesteran tiang-tiang dan dinding, membeli tangga, sapu, payon untuk menolak panas, dan talang untuk menolak  air hujan. Bisa juga digunakan untuk upah takmir dan kemaslahatan lain. Kedua, waqaf secara mutlak, maka uang tersebut bisa ditasharufkan untuk  hal-hal yang disebutkan di atas. Ketiga, waqof dengan cara mengkhususkan, seperti mewaqofkan uang untuk membuat talang, maka uang tersebut harus ditasharufkan untuk membuat talang.

بغية المسترشدين – (1 / 132)

ويجوز بل يندب للقيم أن يفعل ما يعتاد في المسجد من قهوة ودخون وغيرهما مما يرغب نحو المصلين ، وإن لم يعتد قبل إذا زاد على عمارته.

تحفة الحبيب على شرح الخطيب – (3 / 621)

والوقف على عمارة المسجد يدخل فيه ترميمه وتجصيصه للأحكام والسواري والسلالم والمكانس والمساحي والبواري لدفع نحو حرّ والميازيب لدفع ماء نحو مطر ، وأجرة نحو قيم ، وعلى مصالحه أو مطلقاً يشمل جميع ما ذكر . وإذا خصّ الواقف بواحد مما ذكر لم يجز صرفه في غيره منها ، ولا يجوز صرف شيء مما وقفه على نحو تزويق ونقش وسراج لا نفع به ، ولا يصح الوقف على ذلك اه م د . وإذا لم يكن أحد يبيت في المسجد لا يجوز إسراجه من زيت المسجد طول الليل لأن فيه إضاعة مال . قوله : ( أم لم تظهر ) بين به أن المراد بجهة القربة ما

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Peringatan PHBI dengan Uang Masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *