Peranan Hati dan Lidah

Thursday, October 16th 2014. | Taushiah

6. Yai Ab copy

Oleh: KH. Abdurrahman Faqih

Hati adalah makhluk Allah SWT yang kecil bentuknya, akan tetapi ia mempunyai peran yang luar biasa di dalam membentuk karakter manusia, di dalam membentuk keutuhan jiwa dan raga manusia. Bahkan bisa dikatakan, seluruh jiwa dan raga manusia akan baik manakala hatinya baik dan sebaliknya jika hati manusia itu rusak maka jiwa dan raganya akan ikut rusak. Jika demikian, maka Jiwa manusia akan selalu dikotori dengan sifat-sifat yang tidak terpuji dan raganya akan selau mengajak pada perbuatan yang keji dan tercela.

Kejelekan-kejelekan akan dilakukan karena dorongan hati yang tidak baik. Dalam hadis Nabi disebutkan:

أَلَا إِنّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْجَسَدُ كُلّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلّهُ. أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ingatlah, sesungguhnya di dalam diri manusia terdapat mudghah (segumpal daging). Apabila mughdah itu baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila mudghah itu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah itu adalah hati.”

Berapa banyak amal ibadah (seperti menunaikan haji berkai-kali, sedekah bermiliar-miliar, berpuasa tidak pernah putus, dsb) akan tetapi menjadi sedikit –atau bahkan tidak ada nilainya- dikarenakan hati (niat) yang tidak baik. Dan sebaliknya berapa banyak amal ibadah yang dianggap kecil atau sedikit, menjadi banyak, berlipat-berlipat karena hatinya.

كَمْ مِنْ قَلِيْلٍ كَثَّرَتْهُ نِيّتُهُ وَكَمْ مِنْ كَثِيْرٍ قَلَّلَـــتْهُ نِيّتُهُ

Dikisahkan bahwa Luqman al-Hakim yang hidup di zaman Bani Israil dulunya adalah seorang budak Habasyi. Akan tetapi karena kerarifan, keilmuan dan kebijakannya, beliau menjadi seorang alim besar yang bijak dan tersohor di zamannya.

Pada suatu ketika beliau disodori oleh sayidnya (majikan, yang juga seorang alim) seekor domba untuk disembelihnya. Majikan tersebut meminta kepada Luqman al-Hakim agar ia membawakan kepadanya dua potong daging yang paling baik menurut Luqman. Setelah domba itu disembelih, Luqman al-Hakim membawakan untuk majikannya dua potong daging yaitu hati dan lidah.

Selang beberapa hari, sang majikan kembali memerintahkan Luqman al-Hakim untuk menyembelih seekor domba dan meminta kepadanya agar dibawakan dua potong daging yang paling jelek dari domba tersebut. Lalu Lukqman menyembilahnya dan membawakan dua potong daging kepada sang majikan. Anehnya, yang beliau (Luqman al-Hakim) bawa sama seperti yang pertama, yaitu daging hati dan lidah.

Sang majikan bertanya: “Wahai Luqman, kenapa kamu membawa dua potong daging yang sama dengan dua permintaanku yang berbeda dan bertolak belakang?

Luqman menjawab: “Iya, wahai sayyidi, itu adalah dua anggota (daging) yang palik baik dan yang paling jelek.

قَالَ هُمَا أَطْيَبُ شَيْئٍ إِذَا طَابَا, وَأَخْبَثُ شَيْئٍ إِذَا خَبِثَا

“Keduannya (hati dan lidah) adalah paling bagusnya sesuatu (anggota domba) manakala keduanya itu baik dan paling jelek-jeleknya sesuatu manakala keduanya jelek.

Walhasil, hati dan lidah merupakan paling baiknya anggota manusia ketika keduanya itu baik, dan akan menjadi jelek-jeleknya anggota manusia manakala keduanya jelek (kotor). Wallahu a’lam.

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , , ,

Related For Peranan Hati dan Lidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *