Peran Allah Dalam Perang Badar

Sunday, August 7th 2016. | Ashab ar-Rass

17-Ramadhan-Perang-Badar

Peran Allah Dalam Perang Badar

قد كان لكم اية فى فئتين التقتا,فئة تقاتل فى سبيل الله و أخرى كافرة يرونهم مثليهم رأى العين, و الله يؤيد بنصره من يشاء, إن فى ذالك لعبرة لأولى الأبصار

Artinya: Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu(bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan yang lain kafir yang mata kepala melihat(seakan-akan)orang muslimin dua kali jumlahnya dari pada mereka. Allah menguatkan dengan bantuannya siapa yang di kehendakinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.(Ali Imron:13)

Ayat di atas di turunkan saat nabi mengajak orang yahudi untuk masuk islam. Bukannya menerima, mereka malah membangkang, mereka berkata,” Hai Muhammad, kami tidak seperti orang Quraisy yang lemah dan sedikit jumlahnya, kami kuat dan ahli siasat perang, orang yang menyerang kami tidak ada yang pernah menang melawan kami. Lewat firman Allah nabi menjawab,” meskipun kalian kuat, dan jumlah kalian banyak, kalian akan tetap terkalahkan. Lalu turunlah ayat di atas.

Beberapa Fakta Dalam Perang Badar

Kejadian luar biasa terjadi pada bulan Ramadlan. Bukan Nuzulul Qur’an, melainkan perang yang terjadi di sebuah sumur yang di sebut Badar. Penyebutan itu diadopsi dari nama penggalinya yang bernama badar.

Sejarah mencatat, perang badar adalah sebuah jembatan penopang keberhasilan islam selepasnya. Perang badar merupakan Perang yang menghapuskan kemusyrikan. Hari terjadinya perang Badar di sebut juga dengan Yaum al-Furqon. karena pasca perang Badar, Allah membedakan antara yang hak dan yang bathil. Kebenaran terangkat luhur sedang kebathilan mulai sirna.

Orang-orang yang berperang di jalan Allah, mereka adalah adalah Nabi dan para pengikutnya. Saat itu jumlah mereka hanya tiga ratus tiga belas atau tiga ratus empat belas. Itu sudah gabungan antara sahabat Ansor dan Muhajirin. Sahabat Anshor berjumlah dua ratus tiga puluh enam di bawah pimpinan Sa’ad bin Ubadah, dan di lengkapi Sahabat muhajirin yang berjumlah tujuh puluh tujuh, dengan pemegang bendera Sayyidina Ali R.a..

Nominal  yang sangat minim, persenjataan dan atribut perang mereka pun juga sangat terbatas. Kebanyakan mereka hanya berjalan kaki, karena kuda mereka hanya dua, yaitu kuda milik Miqhdad bin Amr, dan Mirtsad bin Abi Mirtsad, ada yang meriwayatkan di tambah tujuh puluh unta, setiap satu unta di naiki empat sahabat bergantian, dan baju perangpun hanya berjumlah enam, ada yang meriwayatkan di tambah tiga pedang. Yang meninggal dari sahabat Muhajirin 16, dan delapan dari Anshor.

Orang-orang kafir melihat mukminin jumlahnya dua kali lipat dari mereka.  Jumlah orang kafir sekitar  seribuan, tiga kali lipat dari kekuatan orang islam. Abu Sufyan dan Abu Jahal menjadi pimpinan mereka. Seratus kuda, tujuh ratus unta melengkapi mereka. Semua penunggang kuda memakai baju perang.

Bathin muslimin benar-benar dalam tekanan. Di sana ribuan lawan bersiap menyerang, pikir mereka, melawan hanya akan memberikan nyawa. Sebagian mereka beringinan untuk mundur lebih dahulu, dan meminta tambahan pasukan pada Rosulullah. Malaikat turun ikut berperang, jibril berkata: tetaplah kalian, jumlah musuh kalian hanya sedikit, Allah bersama kalian.

Pada mulanya, Allah sempat mengelabui orang-orang kafir, Dia membuat jumlah islam tampak begitu sedikit di mata mereka. Sehingga mereka sangat berambisi untuk menyerang islam. Namun setelah berpapasan, jumlah orang islam di tampakkan menjadi banyak. Jumlahnya menjadi dua kali lipat dari asalnya yaitu 313. Ada yang meriwayatkan jumlah islam dua kali lipat dari jumlah orang-orang kafir. Rasa gelisah mulai di rasakan orang-orang kafir. Kesombongan mereka perlahan mulai hilang.

Allah menguatkan dengan bantuannya siapa yang di kehendakinya. Sayyidina Ali berkata: Aku ikut perang dalam perang badar, angin berhembus kencang, Malaikat Jibril turun bersama dua ribu Malaikat, dia berjalan di depan Nabi. Kemudian angin menerpa deras, aku melihat malaikat Isrofil turun bersama dua ribu Malaikat, mereka berbaris di samping kanan nabi. Kemudian angin kembali berhembus, aku melihat malaikat Mikail turun bersama seribu malaikat Di sisi kiri nabi.

Kemenangan besar di peroleh orang islam, orang-orang kafir mampu di pukul mundur orang islam. Dari mereka, yang terbunuh hanya empat belas orang, enam dari sahabat muhajirin, dan delapan dari sahabat anshor. Sedangkan orang kafir Quraisy tewas tujuh puluhan, dan tertawan enam puluhan. (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Baidlowi, Tafsir An-Nawawi, dan Tafsir Showi)

{Muslimin Sairozi}

 

 

 

 

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , ,

Related For Peran Allah Dalam Perang Badar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *