Penyelewengan Substansi Maulid

Friday, May 4th 2018. | Pemikiran

Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di Indonesia, sudah menjadi tradisi yang berkembang sejak lama. Secara substansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Cara merayakannya berupa pengajian sejarah perjuangan dan memperkenalkan akhlak mulia nabi.

Sayangnya, akhir-akhir ini sebagian ceramah ulama-ulama itu banyak yang keluar dari substansi di atas. Sehingga al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan berpesan lewat Mau’idlah Hasanah yang disampaikan pada malam 1 Robi’ul Awwal 1437 H di Masjid Asy-Syakirin Kalimalang, agar ceramah para ulama tetap berkomitmen pada substansi di atas.

“Kita datang ke maulid, harapan kita ingin dengar tentang Rasulullah Saw. Kita tidak datang untuk mendengar penyakit orang lain, kita ingin dengar penyakit diri sendiri. Perdengarkan kepada kita dosa-dosa kita, jadi kita sadar, tobat dan bayar kepada Allah. Karena kita tidak akan dituntut oleh Allah atas dosa orang lain, kita akan dituntut oleh Allah ketika kita lupa dengan diri sendiri.

Kita belum kenal dengan Rasulullah, maka kenalkan, ceritakan tentangnya. Kita belum kenal dengan Allah, maka ceritakan tentang keperkasaan, kekuasaan dan kasih sayang Allah. Agar kita bisa cinta dan menangis merindukan-Nya.

Rasulullah dalam sabdanya, “Aku tidak hawatir tentang dajjal, tapi yang lebih aku khawatirkan daripada dajjal adalah ulama fitnah.”

Ini orang-orang yang membawa fitnah ke sini ke situ. Yang memecah belah umat, yang Rasul Saw sudah capek-capek menyatukan umat. Ini manusia datang menghancurkan apa yang sudah disatukan Rasulullah Saw.”

 

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For Penyelewengan Substansi Maulid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *