Penyebab yang Merubah Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar

Thursday, April 19th 2018. | Kajian, Tasawuf

Ketahuilah bahwa lantaran sebab tertentu, dosa kecil bisa berubah menjadi dosa besar. Salah satu sebab yang dimaksud berupa tindakan yang dilakukan secara terus-menerus, bahkan menjadi kebiasaan. Sehingga, muncul perkataan, “Tidak ada dosa kecil yang disertai perbuatan terus-menerus dan tidak ada dosa besar yang disertai ampunan.”

Ampunan lebih mudah diharapkan pada satu dosa besar yang terputus serta tidak diikuti dengan dosa besar lainnya ketimbang dosa kecil yang dibiasakan. Hal ini ibarat air yang menimpa batu secara terus-menerus dan menciptakan lubang di atasnya. Padahal, apabila air hanya menetes sekali, niscaya tidak mungkin membekas. Dalam hadits disebutkan, “Sebaik-baik amal perbuatan adalah yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit.”

Sebisa mungkin segala sesuatu dicari penjelasannya melalui kebaikan-kebaikannya. Apabila perbuatan yang bermanfaat itu adalah perbuatan remeh yang dilakukan secara konsisten, maka perbuatan yang banyak dan terputus-putus dianggap kurang berimbas dalam mencapai kebersihan hati. Demikian pula kejelekan kecil yang dilakukan terus-menerus berpengaruh besar dalam menggelapkan hati. Dosa besar yang menimpa seorang hamba kerap didahului dengan dosa-dosa kecil. Maka, sedikit sekali orang berbuat zina secara mendadak tanpa adanya “pendahuluan”, dan sedikit juga orang yang membunuh tanpa adanya perasaan benci serta permusuhan.

Setiap dosa besar selalui dikelilingi oleh dosa-dosa kecil yang mendahului dan mengikutinya. Seorang hamba lebih dapat mengharapkan dimaafkannya dosa besar yang tidak diulangi daripada dosa kecil yang dibiasakan sepanjang hidupnya.

Sesungguhnya dosa menjadi besar di hati orang Mu’min karena pengertiannya dengan keagungan Allah. Apabila ia memandang besar orang yang bermaksiat kepada Allah, niscaya ia melihat dosa kecil sebagai dosa besar. Allah telah mewahyukan kepada sebagian Nabinya: “Janganlah kamu melihat kepada sedikitnya hadiah dan lihatlah kepada besarnya yang memberinya dan janganlah kamu melihat kepada kecilnya dosa dan lihatlah kepada keagungan orang yang kamu hadapi denganya”. Dengan mengambil ibarat ini, sebagian orang yang ma’rifat berkata, “Tidak ada dosa kecil. Bahkan, setiap pelanggaran adalah dosa besar.”

Apabila nikmatnya melakukan dosa kecil telah menguasai diri seorang hamba, niscaya dosa itu berubah menjadi dosa besar dan rentan menggelapkan hatinya. Sehingga, termasuk berdosa yaitu orang yang merasa bangga dan senang dengan dosanya dengan berkata, “Apakah kamu tidak melihatku bagaimana saya menyobek-nyobek kehormatanya?” Dan orang-orang yang berdiskusi berkata mengenai pembicaraannya, “Apakah kamu tidak mengerti bagaimana saya membuka aibnya, bagaimana saya menyebutkan keburukan-keburukanya sehingga saya melakukanya, bagaimana saya memandang remeh dirinya dan bagaimana saya mencampur adukkan itu semua?”

Adapun pedagang berkata mengenai usahanya,  “Apakah kamu tidak mengerti bagaimana saya menjual barang palsu, bagaimana saya menipunya, bagaimana saya memperdaya hartanya, serta bagaimana saya membuatnya tampak bodoh?”

Ini merupakan contoh dosa-dosa kecil yang kelak menjadi besar. Apabila seorang hamba telah terjerumus di dalamnya, maka seyogyanya ia menyesal dan bertaubat sebab syetan mulai mengumumkan kemenangannya adapun Allah semakin jauh darinya.

[Imam Mahmudi]

Comments

comments

tags: , , , , , , , ,

Related For Penyebab yang Merubah Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *