Pentingnya Kebersamaan dalam Berdakwah: Pesan Aminul Amm pada Mukernas Haiah As-Shofwah Al-Malikiyah

Thursday, May 10th 2018. | Kabar

 

Pada bulan Februari lalu para kiai dan habaib yang tergabung dalam alumni Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki melakukan Mukernas di Pondok Pesantren Nurul Haramain, Ngroto, Pujon, Malang di bawah asuhan KH Ihya Ulumiddin. Agenda kegiatan tersebut adalah silaturrahim dan merumuskan kembali capaian-capain kerja dan evaluasi organisasi. Dalam acara tersebut dihadiri ratusan Abna Abuya (sebutan alumni Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki) yang tersebar di seluruh nusantara dan berbagai belahan dunia lainnya.

 

Pesan Aminul Amm

Dalam kesempatan itu, saat memberikan sambutan, Aminul Amm (Ketua Umum) menghimbau pentingnya persatuan. Beliau mengatakan bahwa bicara soal kebersamaan dan kekompakan sangatlah penting terutama bagi Abna Abuya yang mana telah dididik langsung oleh seorang ulama yang luar biasa. Beliau dan khalifahnya telah mendidik dengan sentuhan kasih sayang dan keteladanan mulia.

Dengan adanya kekompakan dan kebersamaan ini semoga menjadi wasilah turunnya nadzrah rahmah Ilahiyah (pandangan penuh kasih dari Allah). Sebab penting bagi kita mengingat perkataan Ibnu Abbas ra. Beliau berkata: Dia menjadikan mereka dua kelompok; 1) kelompok yang dirahmati yaitu dengan tidak berselisih dan 2) kelompok yang tidak dirahmati dengan adanya perselisihan.

Pada dasarnya, keterikatan hati tersebut bersumber dari keteladanan murid kepada guru. Dalam hal sekecil apapun, murid melalukan apa yang dilakukan oleh  gurunya. Dari situlah, kebiasaan tersebut ikut terbawa dalam kehidupan dan keseharian yang membuat antara satu murid dengan yang lainnya mempunyai keterikatan dan kekompakan.

Seperti diutusnya Rasulallah dengan keteladanannya rauf ar-rahim yang membuat kaum muslimin bersatu. Permasalahannya, ketika keterikatan itu sudah ada, tinggal bagaimana mengamalkannya. Meskipun kita sadari bahwa perbedaan pendapat itu akan tetap terjadi dalam suatu kelompok, tetapi insyaAllah, semua itu akan berujung indah. Seindah warna-warni bunga di taman.

Dari berkah kebersamaan inilah, penilaian masyarakat menunjukkan kepercayaan kepada Abna Abuya dalam berdakwah, terutama dalam mengatasi kebingungan masyarakat saat mencari keteladanan/figur dalam segala hal yang kemudian menjadi uswah hasanah dan rujukan masyarakat.

Contoh kecilnya adalah ketika masyarakat menghadapi pemilu dalam mencari seorang pemimpin. Islam cukup lengkap memberikan tuntunan dalam menentukan siapa yang layak dipilih berdasarkan sifat yang dimiliki; ketakwaan, kejujuran, amanah, fatanah, tabligh (aktif & aspiratif), dan memperjuangkan kepentingan Islam yang dilandasi khidmah.

Hal ini yang didasarkan pada sabda Rasulallah Saw: Sayyid al-qaumi khadimuhum (Pemimpin suatu kelompok adalah yang melayani kelompok tersebut). Serta Dari sisi tahrir an-niyah bukanlah berniat merebut kekuasaan.

Disini Rasulallah membagi menjadi dua jenis calon pemimpin: kullifta alaiha (menawarkan diri) dan u’inta alaiha (mendapatkan amanat). Dua diatas tersebut dalam perjalanannya akan menunjukkan perbedaan dalam kepemimpinan, dan fakta di lapangan cukup menjadi tolak ukur antara siapa yang memimpin karena khidmah dan siapa yang memimpin karena kekuasaan.

Tetapi memang fenomena apapun yang terjadi, dalam masalah ini As-Siyasah As Syar’iyyah tetap memberikan solusinya yang terkait dengan kriteria memilih pemimpin, diantaranya dengan berlakunya kaidah: “Menarik kemashlahatan dan menolak kemudlaratan” atau “Mengambil kemadharatan yang lebih sedikit”.

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Pentingnya Kebersamaan dalam Berdakwah: Pesan Aminul Amm pada Mukernas Haiah As-Shofwah Al-Malikiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *