Palestina Dalam Perhatian Asia-Afrika

Friday, September 18th 2015. | Kabar, Tokoh

palestinPalestina

Dalam Perhatian Asia-Afrika

Bertepatan dengan ulang tahun 60, Konfrensi Asia-Afrika (KAA) kembali mengadakan pertemuan di Gedung Merdeka, Bandung. Pertemuan itu membahas tentang berbagai isu yang berkembang dari msing-masing negara, termasuk Palestina yang mendapat perhatian khusus.

“Kita tidak akan pernah melupakan Palestina dan pemimpin kita tidak akan bisa tenang hingga penderitaan bangsa Palestina yang dijajah oleh bangsa lain berakhir” kata Ibrahim Mahlab, selaku perdana menteri Mesir sekaligus wakil Afrika dihadapan 21 kepala negara/pemerintah Asia-Afrika.

Dia juga sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo beserta seluruh rakyat Indonesia yang selalu mendukung bangsa palestina dan menggalang persatuan Asia-Afrika untuk terus mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, negara Asia-Afrika mempunyai hak kemerdekaan yang sama sebagaimana yang diserukan dalam KAA 1955 pada dasasila Bandung lalu. Namun, hingga kini Palestina belum mendapatkan kemerdekaan seutuhnya hingga tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Mahlab juga menyeru kepada semua pemimpin negara Asia-Afrika untuk selalu bekerja sama guna mendukung dan segera mewujudkan cita-cita kemerdekaan Palestina.

[Muhammad Hasyim/Muhammad Ichsan]

 

habib-umar-bin-hafidz-tentang-konflik-perang-yamanDitengah Pergolakan Yaman

Pengajian Habib Umar Tetap Berlangsung

 

Ditengah pergolakan Yaman, Habib Umar bin Hafidz bersama para santrinya tetap melakukan rutinitas mereka secara normal. Bahkan para santri oleh beliau disuruh untuk tidak terlalu memikirkan perkembangan keadaan di luar sana. Hal ini sebagaimana yang dilansir oleh elhooda.net (06/04/2015) bahwa Habib Umar telah memberi nasihat kepada para santrinya tentang peperangan yang sedang terjadi.

Dalam sebuah acara yang diadakan di Dar al-Musthafa pada Ahad, 09 Jumadil Akhir 1936/29 Maret 2015, Habib Umar menyampaikan kepada murid-muridnya dari 42 negara tentang tanggapan beliau terhadap pergolakan politik yang melanda negeri Yaman. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya, mayoritas para pemberontak yang mengangkat senjata disana adalah mereka yang mengincar harta dunia.

Mereka tidak berniat untuk mengangkat agama Allah dan mendirikan sunnah Rasulullah. Mereka juga tidak termotivasi oleh kasih sayang terhadap orang-orang lemah dan anak yatim. Tapi semata untuk mengais secuil harta dunia. Mereka adalah orang merugi karena telah ikut menceburkan diri dalam konflik demi mengharap keuntungan duniawi.

Habib Umar bin Hafidz meyakinkan bahwa wilayah Hadramaut, dengan izin Allah dan kemurahannya akan tetap aman dan sejahtera. Beliau juga mewanti-wanti agar muridnya tidak ikut dalam pertikaian ini.

Beliau mengakui bahwa banyak dari murid-muridnya yang sebelumnya tidak tahu akan apa yang terjadi di luar sana, tiba-tiba mendapat telefon dari orang tua atas apa yang terjadi. Banyak dari orang tua dan negara-negara asal yang merasa khawatir dan menyuruh anak dan warganya untuk segera pulang.

Semua itu beliau maklumi karena pengaruh media yang mempengaruhi orang-orang yang berada diluar Tarim. Mereka hanya mengetahui apa yang ada di Tarim lewat media yang misinya adalah mengguncang dengan menakut-nakuti orang dan menyebarkan desas-desus palsu.

Beliau menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada para murid apakah ingin tetap disana, atau pulang ke negerinya masing-masing hingga situasi menjadi kembali seperti semula. Tetapi beliau juga tidak ridla jika ada guru, murid, atau pun pekerja yang tetap berada disana, sementara orang tuanya tidak ridla jika ia tetap berada disana.

Hal ini beliau jelaskan sebagaimana Rasulullah Saw. yang jugA berpaling dari seseorang yang ingin berjihad, tetapi orang tuanya tidak ridha jika ia melakukannya. Nabi berkata: “Perjuanganmu (jihad) adalah bersama dengan mereka (orang tua)”.

Diakhir acara, beliau kembali mengingatkan bahwa para santri harus tetap fokus pada Al-Qur’an, Sunnah dan studinya. Entah itu Fiqh, Tafsir, Hadits atau Tata Bahasa. “Biarkan hatimu hadir dalam studi yang engkau jalan, karena itu adalah persiapanmu untuk pertemuan dengan Allah” lanjut beliau.

 

[Muhammad Hasyim/Muhammad Ichsan]

 

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Palestina Dalam Perhatian Asia-Afrika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *