Oh, Manise Kota Ambon

Saturday, December 20th 2014. | Cakrawala
bandar udara patimura ambon web

Bandar udara Patimura Ambon

Begitu pesawat akan landing di bandara Pattimura Ambon, makin terasa aura keindahan Kota Ambon. Semburat kebiruan teluk Ambon kian cantik dengan perpaduan warna pegunungan yang hijau dan subur. Pemandangan Kota Ambon yang indah dan cantik memang ternyata bukan isapan jempol. Tak salah bila kota ini dijuluki Ambon Manise, sebuah kota yang indah, manis dan cantik.

Kota Ambon adalah sebuah kota dan sekaligus ibukota dari provinsi Maluku, yang merupakan kota sentral dan terbesar di wilayah kepulauan Maluku. Saat ini kota Ambon menjadi pusat pelabuhan, pariwisata dan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku.

Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku Tengah) dan di sebelah utara (kecamatan Salahutu, Maluku Tengah).

Dilihat dari aspek demografis dan etnisitas, kota Ambon ini merupakan potret kota yang plural. Di mana dikota ini berdiam etnis-etnis Alifuru (asli Maluku), Jawa, Bali, Buton, Bugis, Makassar, Papua, Melayu, Minahasa, Minang, Flobamora (suku Flores, Sumba, Alor dan Timor) dan orang-orang keturunan asing (komunitas peranakan Tionghoa, komunitas Arab-Ambon, komunitas Spanyol-Ambon, komunitas Portugis-Ambon dan komunitas Belanda-Ambon).

Saat ini, kota Ambon terbagi atas lima kecamatan yaitu Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Banguala dan Leitimur Selatan, yang terbagi lagi atas 50 kelurahan-desa.

 

Masjid ‘Kembar’ Kota Ambon

Meski jadi agama minoritas, bukan berarti Islam tidak bisa berkembang di kota Ambon. Salah satu indikasi perkembangan Islam di ibukota provinsi Maluku ini adalah bertebarannya masjid sebagai tempat ibadah dan pendalaman agama oleh umat Islam.

Denyut nadi nuansa keislaman di Kota Ambon yang paling terasa adalah di area sepanjang jalan Al-Fatah. Bahkan pada waktu penulis bertanya kepada seorang satpam hotel tentang pusatnya tempat makanan-makanan halal yang bisa didapatkan di kota Ambon, disarankannya untuk mencari di sepanjang jalan Al-Fatah.

Al-Fatah adalah nama sebuah masjid agung Maluku yang bersebelahan dengan Masjid Jami’ Ambon. Sepintas, orang yang baru melihat hampir pasti mengira dua masjid yang berdiri bersebelahan ini ada motif persaingan yang tidak sehat atau bahkan dilatarbelakangi perbedaan pandangan dan kelompok keagamaan, namun kenyataannya tidak demikian. Menurut seorang jamaah yang ditemui penulis usia berjamaah Ashar, bahwa dua buah masjid yang bersebelahan ini tidak ada konflik sama sekali.

“Masjid yang baru ini yakni dinamakan Masjid Al-Fatah dibangun sekitar tahun 2011. Sedangkan masjid lama dibiarkan saja tidak dibongkar karena kondisinya masih bagus, sehingga sehari-harinya untuk jamaah salat lima waktu sebagian di masjid lama dan sebagian di masjid baru. Namun untuk salat Jumat semuanya terpusat di Masjid Al-Fatah ini,” ujar Mustofa, salah seorang jamaah masjid yang berdomisili tidak jauh dari lingkungan masjid.

 

Masjid Jami' Ambon yang bersebelahan dengan Masjid Al Fatah Ambon we b

Masjid Jami’ Ambon yang bersebelahan dengan Masjid Al Fatah Ambon

Ambon, Manise atau Nangise

Kota Ambon sempat diguncang kerusuhan sosial bermotifkan SARA antara tahun 1996-2002. Akibat konflik sosial umat Islam dan pemeluk Kristen ribuan orang meninggal dan ribuan lainnya luka-luka fisik serta lebih banyak lagi yang luka-luka psikis. Kondisi Ambon bukan lagi manise, tapi nangise.

Namun, kini dengan upaya dan kerja keras yang tiada henti, demi pemulihan kota Ambon pasca konflik berlangsung terus didengungkan pemerintah kota Ambon. Alhasil, kota Ambon berangsur-angsur sudah mulai kondusif dan aman. Setelah bertahun-tahun didera konflik, Ambon kembali berdenyut. Masyarakat setempat maupun pendatang kembali beraktivitas seperti sediakala. Aktivitas sosial maupun ekonomi di sejumlah titik yang sebelumnya dikenal rawan terus menampakkan gairahnya. Ambon telah kembali menjadi manise lagi.

Upaya membangun citra bahwa kota Ambon sudah aman dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menggelar pesta besar setiap peringatan Hari Ulang Tahun Kota Ambon, penyelenggaraan event-event olahraga yang melibatkan orang-orang di luar Ambon, sampai dengan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada tahun 2012. Bahkan baru-baru ini digelar kegiatan gerak jalan kerukunan antar agama yang dibuka langsung oleh Menteri Agama.

Program pemulihan (recovery) dan langkah antisipatif konflik yang berkepanjangan nampaknya senantiasa digalakkan setiap tahun dan bahkan setiap saat baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri, karena jika dibiarkan bisa jadi sewaktu-waktu konflik serupa bisa meledak lagi.

[Saiful Huda Mudhoffar]

 

 

 

 

 

 

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Oh, Manise Kota Ambon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *