NKRI Prestasi Ulama

Sunday, May 5th 2013. | Essay, Pojok Pesantren

Renungan Ramadhan tahun ini dirasakan oleh Kang Abid serasa spesial. Hal ini karena momentumnya bersamaan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Saya merasakan aroma kuat nasionalisme dan religiusitas”, demikian Kang Abid memulai obrolan bersama sahabat-sahabat se-Alumni Langitan di sela-sela rapat Kesan Langitan menyiapkan pengukuhan dan Halal bi Halal Pimpinan Anak Cabang Kesan Langitan Kecamatan Dukun Gresik.
Negara Kesatuan republik Indonesia“Perasaan itu sejujurnya sudah muncul pada tahun sebelumnya, kan momentum Ramadhan dan bulan Agustus sudah sejak tahun kemarin terjadi bersamaan, ya tho kang?… tanya Kang Aziz Pengesuh PP Al Muhtarom yang menjadi tuan rumah rapat koordinasi.
“Betul ustadz, cuman pada tahun ini saya merasakan beda kekuatannya. Setidaknya ada pranata-pranata yang melecut kepermukaan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Seakan nasionalisme dipahami sebagai gerbong tersendiri dan religiusitas juga gerbong tersendiri”. Jelas Kang Abid.
“Maksud ente gimana?” sergap sahabat-sahabat lain yang sedang duduk melingkar diteras mushola pesantren tersebut.
“Sejarah mencatat, bahwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Hadrotus syekh KH. Hasyim Asy’ari, merupakan bukti tidak terbantahkan, bahwa nasionalisme dan relegiusitas itu satu paket utuh yang tidak terpisahkan. Inilah yang mengilhami Bung Tomo ketika mengobarkan semangat juang arek-arek Suroboyo dalam perang melawan penjajah pada tanggal 1o Nopember 1945. Coba seandainya bukan teriakan “Allah Akbar” yan dipekiknya oleh Bung Tomo, ada kalimat lain nggak yang memiliki kekuatan dahsyat yang sebanding. Ini bukan sekedar teriakan komando pasukan perang, tetapi lebih sebagai sebuah refleksi kekuatan nasionalisme dan nilai-nilai religiusitas yang membara”. Jelas Kang Abid dengan semangat.
“Betul juga ya…kalau tidak karena didorong oleh nilai ke-Tuhan-an dalam jiwa Bung Tomo apa munkin menggunakan kalimat “Allah Akbar” sebagai komando?”…kata Kang Tamid lirih.
“Lebih dari itu kita dapat kilas balik lagi sejarah bahwa ketika Indonesia mulai memudar harga dirinya dimata dunia, para Ulama memberi gelar kepada Soekarno dengan Waliyyul Amri ad-Dlaruri bisy-Syaukah, ini jelas justifikasi ulama atas kepemimpinan Soekarno”.
“Trus apa dapat disimpulkan bahwa terbentuknya NKRI itu juga dilandasi dengan pranata-pranata agama di satu sisi dan nasionalisme di sisi lain?”… tanya Kang Hakim.
“Ya jelas lah…..ini bukti tidak terbantahkan bahwa ulama ikut ambil peran yang sangat strategis dalam proses terbentuknya NKRI. Jika kemudian sekarang muncul keinginan untuk mendirikan khilafah di Indonesia, rasanya mereka harus belajar sejarah dengan serius” Jawab Kang Abid.
“Rasanya banyak bukti sejarah yang mempertegas bahwa ada keterlibatan nilai keagamaan dalam mendesain NKRI ini. Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, jelas terinspirasi jiwa tauhid. Pembukaan UUD 45 jelas mengakui bahwa ada peran Tuhan dalam kemerdekaan Indonesia. Ini fakta sejarah, jangan dibantah, karenanya terasa sangat sombong ketika terlahir generasi bangsa yang tidak tahu sejarah NKRI terus memiliki keinginan mendirikan khilafah di Indonesia. Selain kesombongan itu juga pengingkaran sejarah” Jelas Kang Abid. (aba_abid)

Comments

comments

tags: , , , , , , , ,

Related For NKRI Prestasi Ulama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *