NKRI Bagi Rakyat Indonesia

Thursday, March 22nd 2018. | Aswaja

Kesatuan negara Indonesia harus tetap terjaga sampai kapan pun. Berbagai lapisan pertahanan harus mampu menegakkan panji-panji yang mengarahkan masyarakat pada kedaulatannya, dan menolak hal yang menyebabkan robohnya Panji tersebut. Panji ini merupakan bentuk kebijakan yang telah ditetapkan oleh pahlawan kemerdekaan Indonesia, baik dari kalangan ulama, pahlawan nasional maupun seluruh masyarakat yang turut andil di dalamnya. Semuanya berharap dari aspek ini, akan terwujud kesatuan, ketentraman, dan keamanan bagi siapapun yang tinggal di tanah air tercinta ini.

Sejak dulu NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 menjadi sasaran untuk dirusak. Beberapa oknum selalu berupaya merobohkannya karena ingin membentuk negara baru. Negara baru yang sesuai dengan ideologi mereka, baik negara Islam (daulah islamiyyah), pemerintahan Islam (khilafah islamiyyah), komunisme atau lainnya. Anggap saja mereka tidak pernah membaca sejarah tentang para pendahulu dengan susahnya bermusyawarah sehingga terciptalah kesepatakan tersebut.

Indonesia bukanlah negara kafir yang harus diberantas. Tanah air kita ini termasuk dalam kategori daar al Islam (wilayah Islam), meskipun tidak sepenuhnya menegakkan peradilan Islam. Namun dengan pancasila dan UUD 1945, setidaknya Indonesia sudah berusaha mendekatkan diri pada hukum Islam, karena nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 tidak bertentangan dengan undang-undang Islam. Sehingga tidak dibenarkan adanya pemberontakan yang mengatasnamakan diri sebagai pejuang Islam yang menuduh Indonesia sebagai negara kafir, dan selayaknya dirubah menjadi negara islam.

 

Terdapat beberapa kriteria daar al Islam :

Al Imam al Muhaqqiq al Syekh Ahmad bin Qosim al-‘Ubady menyebutkan bahwa Imam Rafi’i dan yang lain menuturkan pendapat yang dinukil dari para ulama Madzhab Syafi’i bahwa dar al-Islam itu ada tiga macam:

  1. Negara yang dihuni umat Islam.
  2. Negara yang ditaklukkan umat Islam dan menetapkan penduduknya untuk tetap tinggal disana dengan membayar jizyah.
  3. Negara yang dihuni oleh umat Islam kemudian dikuasai oleh orang-orang kafir.

Imam Rafi’i berkata, ”Para ulama menggolongkan bagian kedua sebagai daar al Islam, karena menjelaskan bahwa negara dianggap sebagai wilayah Islam cukup dengan adanya negara itu di bawah kekuasaan seorang imam walaupun disana tidak terdapat satupun orang Islam.”

Imam Rafi’i berkata, ”Adapun para ulama menggolongkan bagian ketiga sebagai negara Islam karena terkadang dijumpai dalam perbincangan para ulama, suatu pendapat yang memberikan pengertian bahwa penguasaan yang sudah berlalu cukuplah untuk melestarikan hukum sebagai wilayah Islam.”

Sebagian kelompok lagi meminta agar mengganti NKRI yang berlandas Pancasila dan Undang Undang dasar 1945 dengan undang-undang Islam selayaknya negara Islam. Mereka menentang dan berani melawan pemerintah dan mengganggap tindakan anarkisnya sebagai bentuk dari jihad yang dianjurkan agama.

Tindakan demikian sama sekali tidak dibenarkan. Indonesia sudah damai dengan Pancasila dan UUD 1945. Mengubahnya hanya akan menimbulkan kekacauan dalam berbagai aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Bahkan bisa menjadi perang saudara yang jauh dari subtansi jihad.

Jihad yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia adalah menghentikan penyebab kacaunya stabilitas negara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 45 tidaklah menyimpang dari Syariat. Tidak perlu diubah. Apalagi dengan tindak kekerasan, perusakan, dan segala bentuk yang membuat Indonesia terpecah belah. Mereka harus dihentikan baik dengan cara halus maupun dengan menggunakan cara kasar. Karena pada dasarnya tujuan jihad adalah terciptanya kenyamanan negara. Peperangan hanyalah sebuah perantara. Sedangkan sarana yang paling tepat bagi muslim Indonesia dalam menciptakan tujuan berjihad adalah berdakwah dengan cara memberi pencerahan, berdiskusi dengan baik, mengembangkan sumber daya manusia, berlaku adil dan menahan diri melakukan hal-hal yang berakibat buruk.

Refrensi: Hawasyi Al Syarwani [9]: 269. Tasyri’ al Jinai al Islami[2]:622. Qurrah Al’ain:208-209. Al fiqh al Manhaji ‘ala Madzhab al Imam al Syafi’i:486.  Al-jihad fi al-islami:81. Bughyah al mustarsyidin:254.

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For NKRI Bagi Rakyat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *