Merampas hak – tanah makin lebar

Saturday, May 4th 2013. | Agama, Konsultasi

Dimusim hujan biasanya sungai banjir dan tanah kanan kiri ada yang tambah lebar dan ada yang makin sempit. Yang saya tanyakan, Bagaimana hukumnya Pemilik Tanah yang tambah lebar menggarapnya dan sebaliknya bagi Pemilik Tanah yang tambah sempit? (SHKB Izar Dander Bojonegoro)

Jawaban:
Saudara yang kami hormati, dinamika kehidupan manusia di atas bola raksasa ini (baca: bumi) tak lepas dari aturan dan otoritas Sang Adidaya, SWT. Manusia sebagai hamba yang tak berdaya tanpa tersentuh kuasaNya, harus menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang, atau dalam terminologi syara’ dinamakan takwa.
Di antara konsep aturan kehidupan manusia yang harus dijalankan antar sesama adalah tidak boleh merampas hak orang lain secara semena-mena. Allah berfirman :
“Hai Orang-Orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” [QS. An Nisa’ (4): 29[
Fenomena alam berupa banjir yang melanda tanah masyarakat, yang berakibat pergeseran ukuran area tanah, bukanlah sebuah keuntungan, sehingga kita bisa dengan serta merta memanfaatkannya. Tanah yang mengalami pelebaran atau penyempitan itu harus ditindak lanjuti dengan cara pengukuran ulang atau cara yang lain, hingga pembatas tanah yang dimiliki masing-masing pihak dapat diketahui. Kecuali jika kedua belah pihak sudah saling merelakan atas kejadian tersebut, maka tidak ada masalah.
[Raudlah al-Thalibin (5): 3, Iqna’ Hamisy Bujairimi (2): 332]

Comments

comments

tags: , ,

Related For Merampas hak – tanah makin lebar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *