Mentalak Saat Emosi

Friday, September 25th 2015. | Keluarga

images (1)

Mentalak Saat Emosi

Assalamu’alaikum, dari hamba Allah Gresik. Yai, saya mau tanya, ada suami istri bertengkar, yang memulai bertengkar adalah dari pihak istri, terus suami marah-marah, akhirnya suami berucap ke istri, ”Wes gak bojo-bojoan, wes cerai wae!” Pertanyaan saya, apakah ucapan tersebut termasuk talak? Kalau memang talak, terus gimana cara merujuk kembali alias damai lagi? Saya tunggu jawabannya, matur suwun.

Hamba Allah, Gresik +6285646110XXX

 

Jawaban

Waalaikum salam, Saudara yang semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.  Dalam ilmu fikih, talak di bagi menjadi dua, yaitu talak sharih (jelas), dan talak kinayah (sindiran). Talak sharih adalah kalimat talak yang tidak di ragukan lagi bahwa subtansinya adalah mentalak. Banyak lafadz yang yang mengandung unsur talak sharih, di antaranya adalah mentalak, menceraikan, membebaskan dari ikatan nikah, dan lafal-lafal yang serupa. Kalimat yang jelas tujuannya adalah talak ini diharuskan dengan menggunakan niat. Meskipun tanpa adanya niat, lafal-lafat tersebut tetap berlangsung. Sedangkan talak kinayah adalah kalimat yang masih memungkinan diasumsikan pada selain talak, seperti ucapan, Pulanglah kamu ke rumah keluargamu, atau Pergilah dari sini. Kalimat ini dapat teralisasi bila di sertai dengan niat mentalak.

Kembali pada permasalah yang saudari sebutkan, ucapan suami, ”Wes gak bojo-bojoan, wes cerai wai”.(Sudah tidak usah suami-suaminan, sudah kita cerai saja). Adalah termasuk kalimat sharih. Meskipun dalam kondisi apapun, selain dipaksa, maka talak itu akan jatuh. Bahkan ulama sepakat bahwa talaknya orang yang sedang emosi tetap terjadi.

Tindakan yang harus dilakukan suami jika ingin menjadikan istrinya halal lagi, adalah dia harus segera merujuk sang istri sebelum masa iddahnya habis.

Sebelumnya untuk Saudari Ida, sedikit kami ingin berpesan, bahwa berkeluarga tidak selamanya berjalan dengan baik. Prahara, polemik rumah tangga –sering atau jarang- pasti akan dialami. Arti sebuah pernikahan, yakni mitsaaqan ghalidhan (janji yang berat) sebagaimana yang temaktub dalam al-Qur’an akan terbukti pada saat itu. Jangan sampai egoisme anda mengalahkan hati nuranisehingga membuat pernikahan tidak berlangsung lama, dan berujung pada perceraian. Na’uudzu billah min dzaalik.

Referensi: Hasyiah I’anah ath-Thalibin [4]: 5, Nihayah al-Muhtaj [6]: 445, Tuhfah al-Muhtaj [8]: 32, Syarah Kabir li ad-Dardiri fi al-Fiqh Maliky [2]: 367 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , ,

Related For Mentalak Saat Emosi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *