Mengubah Lafal Iqamah Saat Menguburkan Mayit

Saturday, May 12th 2018. | Agama

Rubrik Masail diasuh oleh KH. Qohwanul adib Munawwar
Memuat segala pertanyaan seputar masail diniyah (permasalahan keagamaan)
yang bisa dikirim lewat surat, e-mail, ataupun SMS ke 081 234 01 5001

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak Kiai Qohwanul Adib ingkang dalem hormati. Setelah terjun di masyarakat, saya merasakan sedikit kejanggalan dengan adat yang dilakukan oleh mereka. Di antaranya adalah ketika hendak menguburkan mayit mereka melakukan adzan dan Iqamah, yang iqamah tersebut pada lafal قد قامت الصلاۃ  diganti dengan قد قامت القيامۃ Tolong penjelasannya?

083830xxxxxx

Jawaban :

Wa’alaikum salam Wr.Wb.

Saudara yang semoga selalu diberi kesabaran Allah Swt. Telah menjadi sebuah adat yang berkembang di sebagian masyarakat bahwa, ketika hendak mengebumikan jenazah terlebih dahulu dikumandangkan adzan dan Iqamah sebagai pengiring ia menuju alam kuburnya. Namun, Di sebagian yang lain tidak terlihat prosesi demikian dilakukan.

Memang, hal ini masuk dalam kasus fiqhiyah khilafiyah. Sebagian ulama menganggap beradzan dan beriqamah saat hendak mengebumikan mayit merupakan bid’ah karena tidak ada dalil nash yang terwarid. Dan sebagian yang lain mengatakan kesunahannya dengan mengiyaskan pada sunahnya adzan dan iqamah saat lahirnya seorang bayi. Mayit yang akan ditempatkan dalam buminya akan mendapat keringanan menjawab pertanyaan Munkar-Nakir saat ia diadzani dan diiqamahi.

Hal ini sebagaimana jawaban  Syekh al Usbuhi ketika ditanya dalil adat yang berkembang di masyarakat tersebut. Beliau menuturkan, “Aku tidak menemukan dalil baik dalam Alquran maupun sunah mengenai hal tersebut. Hanya saja diceritakan bahwa sebagian ulama mutaakhirin melakukannya dengan menqiyaskan pada kesunahan adzan dan iqamah saat bayi yang baru lahir.

Dalam prakteknya juga terjadi beberapa perbedaan mengenai shighot iqamah saat mengubur mayit. Sebagian dengan menggunakan lafal قد قامت الصلاۃ (Sungguh benar-benar terjadi shalat)  dan sebagian lainnya menggunakan قد قامت القيامة (Sungguh benar-benar akan terjadi hari kiamat). Bagaimanakah hukum mengubah tersebut?

Mengenai adzan saat mengebumikan mayit memang terdapat pendapat dari ulama yang mengiyaskan saat bayi lahir. Namun untuk pergantian lafalnya tidak diketemukan dalil  yang memperbolehkannya. Lafal adzan dan iqamah sudah ditetapkan oleh baginda Nabi Saw. Setelah sebagian sahabat-termasuk sayyidina Umar- mendapatkan ilham melalui mimpi, berupa ajaran lafal adzan, yang kemudian dihaturkan dan disetujui Rasulullah Saw. Karenanya, tidak diperbolehkan (makruh) mengubah tata tertib atau urutan dari adzan. Dan bila sampai mengubah makna adzan atau iqamah tersebut maka hukumnya haram, dan adzan tersebut tidak sah.

 

Referensi : Hasyiyah al Bajuri juz 1 hal 161. Al Fatawi al Kubro juz 2 hal 17. Hasyiyah al syarwani juz 1 hal 468. Hasyiyah Qulyubi juz 1 hal 155

حاشية الباجورى  1 / 161)

ولا يسن الأذان عند إنزال الميت القبر خلافا لمن قال بسنيته حينئذ قياسا لخروجه من الدنيا على دخوله فيها قال ابن حجر ورددته فى شرح العباب لكن إن وافق إنزاله القبر أذان خفف عنه فى السؤال.

الفتاوى الكبرى لابن حجر 2 / 17)

 ( وسئل ) نفع الله به ما حكم الأذان والإقامة عند سد فتح الميت ؟ ( فأجاب ) بقوله هو بدعة إذ لم يصح فيه شيئ وما نقل عن بعضهم فيه غير معول عليه ثم رأيت الأصبحى أفتى بما ذكرته فإنه سئل هل ورد فيهما خبر عند ذلك ؟ فأجاب بقوله لا أعلم فى ذلك خبرا ولا أثرا إلا شيئا يحكى عن بعض المتأخرين أنه قال لعله مقيس على استحباب الأذان والإقامة فى أذن المولود إهـ

حاشية الشرواني  1 / 468)

قوله فإن جعله أى لفظ حى على خير العمل قوله لم يصح أذانه والقياس حينئذ حرمته لأنه به صار متعاطيا لعبادة فاسدة.

حاشيتا قليوبي  2 / 155)

قوله : ( ويشترط ترتيبه وموالاته ) فلا يعتد بغير ما رتب ويعيده في محله ، ويكره عدم ترتيبه إن لم يغيِر المعنى وإِلا فيحرم ، ولا يصح ولا يعتد بغير المتوالي على ما يأتي والإِقامة كالأذان

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For Mengubah Lafal Iqamah Saat Menguburkan Mayit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *