MENGIDOLAKAN ORANG NON ISLAM

Sunday, May 7th 2017. | Konsultasi

 

Assalamu’alaikum.

  1. Adib yang dimuliakan. Terus terang (terkadang) saya merasa bingung dengan tingkah pola anak-anak muda jaman sekarang. Dari berbagai sisi mereka banyak yang meniru budaya barat atau tokoh-tokoh terkenal dari kalangan non Islam. Bahkan saking sukanya, banyak yang ketika ditanya siapa idola kamu? Jawabnya adalah para artis, pemain bola atau musisi non Islam. Yang saya ingin tanyakan, bagaimana batas-batas mengagumi atau mengidolakan (mahabbah) pada sosok non muslim yang dilarang? Wassalamu’alaikum.

Hamba Allah, Cilacap. 085234556XXX

 

Jawaban:

Wa’alaikumsalam. Pada zaman modern, budaya, norma-etika dan agama mengalami perkembangan. Masyarakat semakin sulit membedakan, mana budaya-tradisi yang boleh dikembangkan dan mana yang terlarang. Gebyar valentine, menyemir rambut, pemakaian atribut klub-klub sepakbola dan grup band eropa, berdandan dan berpenampilan dengan mode barat, dan beberapa contoh dari gaya berpenampilan khas kelompok-kelompok di luar ahlussunah wal jama’ah, merupakan gambaran sederhana, dimana nilai-nilai kebudayaan tidak mungkin lagi dinilai dari asal keberadaannya. Budaya barat banyak berkembang di wilayah timur, demikian juga sebaliknya. Satu-satunya cara menyadarkan masyarakat yang masih mengenal agama adalah mengembalikan penilaian baik dan buruknya budaya-tradisi melalui perspektif agama. Semua ini tentunya melalui beberapa pertimbangan, di antaranya;

Beberapa budaya-tradisi memiliki identitas milik non muslim, dan sebagian lagi menjadi trend masyarakat yang kurang taat beragama (fasiq) atau bahkan ciri khas kelompok-kelompok pemrakarsa bid’ah (mubtadi’in).

Motif mereka menggemari budaya-tradisi tersebut adakalanya karena kekaguman dan mengidolakan (semacam mahabbah) dan ada pula hanya sekedar meniru-niru (tasyabuh bil kufar aw bil fussaq)

Walhasil, tidak ada batasan-batasan tertentu dikarenakan semua bentuk kekaguman (mahabbah) pada orang non muslim hukumnya haram menurut mayoritas ulama’ bahkan bisa kufur apabila mahabbah tersebut karena kekafiran mereka, namun ada sebagian ulama’ yang berpendapat bahwa hal tersebut adalah makruh kecuali mahabbah atau kecondongan karena kekafiran mereka maka haram.

Referensi: Tafsir al-Baidlawi [3]: 124, Hasyiyah Bujairami ala al-Khatib [4]: 291, Hasyiyah al-Qulyubi [4]: 237

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , ,

Related For MENGIDOLAKAN ORANG NON ISLAM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *