Membaca al-Qur’an dengan Lenggam Jawa

Thursday, March 26th 2015. | Qur'an

al-qur'an

Isro’ mi’roj tahun ini menjadi perpincangan serius bagi para ahli al-Qur’an. Mungkin terosepsi untuk membuktikan kecintaannya terhadap budaya Indonesia. Sehingga seorang qori’ ber- inisiatif,  mengadopsi lagu jawa sebagai tilawah al-Qur’an. Dengan bangga, sang qori’ membaca al-qur’an menggunakan lenggam Jawa di depan para kabinet negara.

Memang benar, Nabi pernah memerintah sahabat untuk membaguskan bacaan al-Qur’an. Namun hal itu tetap pada koridor pada pakem tahsin qiro’ah. Tidak boleh ada unsure tarannum atau alhan. Tidak boleh terlalu memanjangkan bacaan. Serta jangan sampai menghilangkan harakat ataupun huruf, sekalipun itu huruf mad.

Tujuan syara’ menganjurkan melagukan bacaan al-Qur’an adalah agar bisa mengkatrol pendengarnya untuk lebih mudah mentadabburi keangugan al-Qur’an, menambah kekyusu’an, mampu menghayati dan bahkan mampu memberi bekas, sehingga berbuah ketaatan kepada Allah Swt. Adapun bacaan-bacaan al-Qur’an dengan lagu dan nada-nada musik, maka al-Qur’an di bersihkan dari hal tersebut.

Di samping itu, hal semacam itu bukanlah ihwal para salafus sholihin. Mereka tak pernah membaca al-Qur’an dengan menggunakan lenggam yang dipaksa-paksakan. Memaksa cengkoan, harakat, dan wazan-wazannya. Mereka sangat takut melakukan hal-hal semacam itu. (Hasyiyah Ar-Romli[4]:344. Ihya Ulumuddin[1]:280.Fadhail Al-Qur’an:114.Zaadul Ma’ad[1]:470)

Muslimin

Comments

comments

tags:

Related For Membaca al-Qur’an dengan Lenggam Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *