Memakai Cadar

Friday, March 16th 2018. | Fiqih

 

Cadar disebut juga dengan niqab. Niqab adalah kain yang dibuat untuk menutupi wajah dengan lubang kecil yang memberi ruang bagi mata untuk melihat. Sehingga belum disebut cadar, bila  penutup tersebut hanya menutupi sebagian wajah dan masih menampakkan kulit wajah.

Pemakaian cadar berhubungan dengan aurat seorang wanita. Batasan-batasan mengenai aurat itulah yang menimbulkan hukum memakai cadar. Ulama masih berselisih mengenai batasan aurat perempuan. Dalam beberapa kitab fiqih diterangkan mengenai aurat wanita:

  1. Ketika shalat, yaitu seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Ketika sendirian dan di depan mahram sebagaimana aurat laki-laki, yakni antara pusar dan lutut.
  3. Di depan laki-laki lain, menurut pendapat yang mu’tamad (pendapat yang dibuat pegangan) seluruh anggota badan hingga wajah dan telapak tangan.

Imam Syarwani dalam kitabnya menyatakan haram memandang wajah dan dua telapak tangan meskipun tanpa syahwat. Namun dalam kitab Tuhfah Al Muhtaj diterangkan bahwa wajah dan telapak tangan sampai pergelangan tidak termasuk aurat. Imam Ibnu Hajar Al Haitami berdalih dengan firman Allah Swt.

 وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Artinya: “Dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali yang (biasa) tampak darinya.” (Q.S. An-Nur: 31).

Maksud dari “yang(biasa) tampak” adalah wajah dan telapak tangan. Alasan lain  karena adanya hajat untuk membuka keduanya. Namun, bagi laki-laki tetap diharamkan melihatnya sebagaimana melihat bagian tubuh amat yang menjadi aurat bagi orang merdeka.

Untuk lebih hati-hati dan menjaga diri, lebih baik mengikuti pendapat yang mu’tamad, yakni menutup anggota tubuh yang menjadi aurat. Namun demikian, boleh mengikuti pendapat yang kedua mengingat sekarang lebih banyak wanita yang beraktivitas di luar rumah, baik di pasar, masjid, ataupun perkantoran.

شرح عمدة الاحكام من أوله إلى كتاب الجمعة من جامع ابن تيمية – (1 / 435

النِّقاب : ما يُستَر به الوجه ، ويُفتح به فتحة صغيرة للعين ، وسُمِّي كذلك لأن فتحة العين صغيرة ، مأخوذ من النَّقْب ، وهو الفتحة الصغيرة .

(حواشي الشرواني – 2 / 112)

قوله: (وإنما حرم نظرهما الخ) أي الوجه والكفين من الحرة ولو بلا شهوة، قال الزيادي في شرح المحرر بعد كلام: وعرف بهذا التقرير أن لها ثلاث عورات عورة في الصلاة وهو ما تقدم، وعورة بالنسبة لنظر الاجانب إليها جميع بدنها حتى الوجه والكفين على المعتمد، وعورة في الخلوة وعند المحارم كعورة الرجل اه

(تحفة المحتاج في شرح المنهاج – (6 / 238

 وَ ) عَوْرَةُ ( الْحُرَّةِ ) وَلَوْ غَيْرَ مُمَيِّزَةٍ وَالْخُنْثَى الْحُرِّ ( مَا سِوَى الْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ ) ظَهْرُهُمَا وَبَطْنُهُمَا إلَى الْكُوعَيْنِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى { وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا } أَيْ إلَّا الْوَجْهَ وَالْكَفَّيْنِ وَلِلْحَاجَةِ لِكَشْفِهِمَا وَإِنَّمَا حَرُمَ نَظَرُهُمَا كَالزَّائِدِ عَلَى عَوْرَةِ الْأَمَةِ لِأَنَّ ذَلِكَ مَظِنَّةٌ لِلْفِتْنَةِ وَعَوْرَتُهَا خَارِجُهَا فِي الْخَلْوَةِ كَمَا مَرَّ وَعِنْدَ نَحْوِ مُحْرِمٍ مَا بَيْنَ السُّرَّةِ وَالرُّكْبَةِ وَصَوْتُهَا غَيْرُ عَوْرَةٍ ( تَنْبِيهٌ ) عَبَّرَ شَيْخُنَا بِقَوْلِهِ وَالْخُنْثَى

الباجوري  11/ 97

وَنَظْرُالرَّجُلِ إِلَى الْمَرْأَةِ عَلَى سَبْعَةِ أَحْزُبٍ اَحَدُهَا نَظْرُهُ إِلَى أَجْنَبِيَّةٍ لِغَيْرِ حَاجَةٍ فَغَيْرُ جَائِزٍ قَوْلُهُ اِلَى أَجْنَبِيَّةٍ اَىْ اِلَى شَيْءٍ مِنْ إِمْرَأَةٍ أَجْنَبِيَّةٍ اَىْ غَيْرُ مُحَرَّمٍ وَلَوْ أَمَةً وَشَمِلَ ذَلِكَ وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا فَيَحْرُمُ اَلنَّظْرُ إِلَيْهِمَا وَلَوْ مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ أَوْ خَوْفِ فِتْنَةٍ عَلَى الصَّحِيْحِ كَمَا فِىْ الْمِنْهَاجِ وَغَيْرِهِ وَقِيْلَ لاَ يَحْرُمُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَمِنْهَا وَهُوَ مُفَسَّرٌ بِالْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ وَالْمُعْتَمَدُ اَلْأَوَّلُ وَلَا بَأْسَ بِتَقْلِيْدِ الثَّانِى لَا سِيَّمَا فِىْ هَذَا الزَّمَانِ اَلَّذِىْ كَثُرَ فِيْهِ خُرُوْجُ النِّسَاءِ فِىْ الطُّرُقِ وَالْأَسْوَاقِ …إلخ .

Comments

comments

tags: , , ,

Related For Memakai Cadar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *