Mbah Ud Sidoarjo Tabarrukan ke Makam Wali Sidoarjo

Tuesday, July 26th 2016. | Ziarah

13835855_1127112887327984_1279655607_o

Mbah Ud Sidoarjo

Tabarrukan ke Makam Wali Sidoarjo

 

Setelah mendengar kharisma Mbah Ud dari seseorang, benih ingin safari ke Sidoarjo mulai tumbuh dalam hati. Tiada tujuan lain, melainkan berziarah dan bertabarruk pada makam wali yang di beri label wali kutub oleh masyarakat sekitarnya. Dan akhirnya, Keinginan itu di wujudkan oleh sang kuasa. laksana separoh dari perbuatan, maka suatu saat Allah akan mewujudkan keinginan seorang hamba.

Rute perjalanannya cukup mudah. Di mulai Naik bus ke stasiun besar Bungur Asih, kemudian naik angkot kuning ke selatan, berhenti di jalan yang terkenal dengan Air Mancur, dan naik becak ke barat, nanti terdapat palang bertuliskan,ke makam Mbah Ud, maka sampailah di makam beliau di desa Pagerwojo RT 26 RW 6, kecamatan Buduran. Di sana terdapat banyak sepeda motor dan mobil pribadi peziarah yang parkir di jalan sekitar makam.

Makam dan Masjid KH.Ali Mas’ud di Bangun Mbah Hamid Pasuruan

Ceritanya, Mbah Ud pernah menikah dua kali, yang pertama beliau menikah dengan Mas Ning Qomariyah binti H. Mahmud. Bersamanya, Mbah Ud tinggal di desa Kedung Cangkring. Namun Ning Qomariyah meninggal mendahului beliau, akhirnya Mbah Ud menikah lagi dengan Nyai Dewi. “Ketika Mbah ud meninggal, keluarga istri pertamanya ingin di makamkan di desa kedung Cangkring, namun istri keduanya tidak setuju, akhirnya mereka meminta saran pada Mbah Hamid Pasuruan, Dan Mbah Hamid Pasuruan menyarankan agar di makamkan di pagerwejo, bersama ibunya, mas fatmah.” Tutur penjaga makam dengan bahasa jawa.

Mbah ud meninggal dalam usia 46 tahun pada tahun 1979 m. makam Mbah Ud terbangun megah layaknya makam para wali yang lain. Di sampingnya, terbangun sebuah masjid bertuliskan, masjid KH. ALI MAS’UD. Dua bangunan tersebut dibangun langsung oleh Mbah Hamid Pasuruan. tepat setelah Mbah Ud wafat, Mbah Hamid langsung memerintahkan membangun makamnya dan sebuah masjid di utara jalan. Seakan Mbah Hamid mengisyarahkan bahwa kelak makam Mbah Ud  akan selalu ramai oleh peziarah. “Mbah Ud iki wali kutub, makam Mbah ud karo masjid iki di bangun mbah Hamid. Mbah Ud wafat sekitar telung tahun sakdurunge Mbah Hamid” ujar kakek penjaga yang usianya 70 tahunan.

Kenyataannya demikian, Setiap hari makam Mbah Ud didatangi oleh peziarah. Terlebih pada malam Jum’at legi, makam akan penuh dengan dengan para muhibbin yang bertawassul pada beliau. Tak sedikit kyai-kyai besar yang istiqomah berdo’a di sana. Seperti halnya KH. Abdullah Faqih langitan(al maghfurlah), di samping ke makam Sunan Ampel, beliau juga istiqomah berziarah ke makam Mbah Ud Sidoarjo.

Setiap tahun juga di adakan Haul di makam tersebut. Haul KH. Ali Mas’ud jatuh pada setiap tanggal 27 Rajab bersamaan dengan peringatan Isro’ mi’roj. Pada saat itu, baik dari masyarakat sekitar, maupun dari luar, bahkan dari Sumatra, Kalimantan, dan Jakarta datang berduyun dan menyesaki jalan sekitar makam.

Memiliki karakter wali sejak kecil

Jika di urut keatas, nasab beliau akan bertemu dengan Sayyid Badruddin bin Ali Akbar bin Sulaiman. Beliau tidak mempunyai keturunan langsung dari darah dagingnya. Dzuriyyah yang meneruskan perjuangan beliau adalah cucu keponakan beliau.  Menurut sebagian dzuriyyah Mbah Ud, pada masa kecilnya, Mbah Ud tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada masa kecilnya, Gus Ud kecil termasuk anak yang nakal dan suka berbuat ulah. Tak jarang tingkahlaku Gus Ud kecil membuat ayahnya marah. Katanya, ayahnya yang setiap hari mengajar di rumah merasa terganggu oleh teriakkan Gus Ud kecil. sang ayah pun memarahinya, dan memukulnya dengan kayu kecil. “ kamu ini banyak tingkah, makanya tidak bisa mengaji ..” bentak ayahnya.

Mendengar perkataan ayahnya, Gus Ud pun langsung berkata,” ngajar ngajinya saya ganti saja.” .Pada waktu itu gus ud masih berusia 8 tahunan. Mendengar ucapan Gus Ud, ayahnya merasa heran. Gus Ud pun mengambil kitab kuning ayahnya, dan membacanya. Dengan lancar Gus Ud membaca kitab gundul ayahnya. Gus ud juga menerangkannya dengan jelas. Sejak saat itu ayahnya membiarkan anaknya sesuka hatinya.

Juga pernah di pesantren Sawahpulo daerah Jatipurwo Surabaya. Pimpinan Tharikat Qodiriyyah Naqsabandiyyah, KH. Utsman Al-Ishaqi mengadakan ngaji rutinan. Di antara yang hadir di sana adalah para kyai yang bertabarruk pada beliau.

Sebagaimana kami tutur tadi, gus ud kecil memang banyak tingkahnya. Tiba-tiba gus ud mendekati kyai Utsman yang sedang membaca kitab al-Hikam. Gus ud meminta kitab yang di pegang beliau. Sontak, hal itu para jamaah merasa heran. Setelah mengambil kitab, gus ud membacanya dengan mantap, dan menjelaskannya dengan keadaan kitab terbalik. Hal ini membuat decak kagum para jamaah yang hadir.

Dari cerita itu, tak mengherankan gus hidayatullah, pemangku majelis ta’lim gus ud, dan masyarakat membuat wacana bahwa gus ud mempunyai ilmu laduni.

Menjadi rujukan, meski tak mendirikan pesantren

Setiap ulama’ mempunyai metode dakwah sendiri-sendiri. Ada banyak cara untuk mengajak masyarakat  untuk beribadah kepada Allah. Dakwah tidak harus dengan berceramah atau mendirikan pesantren. Ulama sekaliber mbah ud juga mempunyai metode dakwah sendiri. Beliau tidak mau langsung membangun pesantren, beliau lebih suka mengajari dan menerima siapa saja yang datang untuk meminta wejangan. Bahkan beliau menjadi rujukan kyai jawa timur untuk memecahkan masalah terkait agama islam. Murid-murid mbah ud pun tersebar di seluruh jawa dan luar jawa. Di antaranya KH. Ahmad Shiddiq sekretaris pribadi KH. Wahid Hasyim yang saat itu menjabat menjadi menteri agama. Ia sering datang kepada gus ud mengharapkan do’a dan fatihah untuk keselamatan dan kesuksesan hidupnya. Di antaranya adalah Gus Miek. Mbah Ud, juga Mbah Hamid adalah dua ulama’ yang sangat di hormati oleh gus miek. Setiap acara Haul Mbah Ud, Gus Miek selalu menyempatkan hadir. Hal itu di wujudkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang sangat di cintainya.

Muslimin sairozi & Muhammad Ihsan

 

 

 

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Mbah Ud Sidoarjo Tabarrukan ke Makam Wali Sidoarjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *