Masyarakat Idaman

Wednesday, February 11th 2015. | Aswaja

 

masyaraakat idaman

 

AllAh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ (٥٨) فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (٥٩) البقرة :٥٨- ٥٩

Dan ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini, dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan ucapkanlah: “Hiththah”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah kepada orang-orang yang berbuat baik. Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu kami  timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. (Q.S. al-Baqarah: 58-59)

Ayat di atas menceritakan masyaakat Bani Israil yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta;ala untuk masuk ke Baitul Maqdis dengan bersujud dan mengucapkan “Hiththah” (istighfar). Namun umat ini membandel. Mereka masuk tidak dengan bersujud dan mengucapkan “Hiththah”, namun dengan cara ngesot dan mengucapkan “Hinthah” (gandum). Dalam hal ini mereka telah merubah syariat dengan kemauan mereka sendiri. Mereka mengganti urusan agama dengan urusan perut.

masyarakat idaman

Karakter Orang-Orang Zalim

Secara umum, ayat di atas menggambarkan sikap dari orang-orang zalim. Mereka selalu saja merubah sistem yang diridhai menjadi sistem buatan sendiri. Dorongan ini muncul karena mereka telah dilingkup “nisyanullah” (lupa kepada Allah). Oleh karena tidak ada ikatan dengan Allah, berbuatlah mereka semaunya. Hidup bebas dan tanpa aturan. Dari sini Allah memberikan istidraj; dengan membuka segala pintu-pintu kesenangan secara mengglobal, dan di saat pintu kesenangan secara global telah mencapai puncaknya, diturunkanlah kepada mereka رِخَّزَ مِنَ السَّمَاءِ (siksa dari langit), sebagaimana firman Allah Swt:

 

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (الانعام : ٤٤ )

 

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus-asa.” (Q.S. al-An’am: 44)

 

Masyarakat Idaman

Karakter orang-orang zalim tidak sama dengan orang-orang yang beriman dan bertakwa. Mereka selalu berada dalam lingkaran dzikrullah (ingat Allah), sehingga menumbuhkan sikap tunduk dan patuh pada kehendakNya. Mereka sekali-kali tidak mau merubah sistem ilahi menjadi sistem buatan sendiri. Bagi mereka, apapun yang diperintahkan itulah yang harusnya dkerjakan. Perintah beristighfar misalnya, tidak akan mau diabaikan.

Tampilnya manusia-manusia yang beriman dan bertakwa ini akan membentuk masyarakat idaman. Dengan terbentuknya masyarakat idaman ini, Allah Swt berkenan menurunkan berkah-berkah dari langit, sebagaimana firmanNya :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (الاعرف : ٩٦)

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Q.S. al-A’raf: 96)

Masyarakat demikianlah yang kita dambakan. Tetapi menuju ke sana tentulah bukan jalan tanpa hambatan. Terutama bagi para pegiat dakwah, butuh shidq an-niyyat (kesungguhan niat) dan kesungguhan dalam meperkokoh barisan dakwah ilallah dengan segala iltizamatnya. Untuk itu hendaknya harus terus diusahakan bagaimana agar janji Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut ini selalu melekat dalam jiwa kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (محمد: ٧)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu meonolong agama Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan langkah-langkahmu.” (Q.S. Muhammad: 7)

 

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Masyarakat Idaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *