Kunjungan Tamu Agung Menyambut Kedatangan Sayyid Fadlil al-Jailani al-Hasani

Wednesday, August 3rd 2016. | Kabar

13647012_1129126957126577_439305428_o

Kunjungan Tamu Agung

Menyambut Kedatangan Sayyid Fadlil al-Jailani al-Hasani

 

Cuaca pagi itu memang begitu cerah. Matahari dengan warna kuningnya terlihat begitu menawan, membuat panorama diatas jembatan penghubung antara kota Tuban dan Lamongan itu semakin hangat. Memasuki kawasan anti rokok dengan ciri khas plangnya yang bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Tanpa Rokok”, kami berjalan menuju sebuah acara yang akan dihadiri oleh semua santri Langitan.

Sebagian santri dengan jubah itu berjejer rapi untuk menyambut sosok yang tidak lama lagi akan datang. Dan benar, sebentar kemudian sosok itu datang dengan mobil warna putih. Lantunan sholawat badar bergema demi menyambut sosok penuh kharisma tersebut. Dengan segenap kehangatan, beliau datang dengan senyuman menawan dan hikmah yang akan beliau sampaikan.

 

Tamu Dari Turki

Sosok itu adalah Sayyid Fadlil al-Jailani al-Hasani, tamu agung dari Turki yang juga merupakan keturunan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Tepatnya pada tanggal 07 Mei 2015, beliau datang ke Langitan untuk silaturrahim, menyebarkan dakwah, dan juga menyebarkan kitab karya sulthonul awliya’, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, yang beliau kumpulkan sejak berumur 22 tahun.

Acara yang bertempat di Musholah Agung PP. Langitan itu dimulai dengan lantunan sholawat dari grup Al-Muqtashidah. Dilanjutkan oleh sambutan dari KH. Abdurrahman Faqih, kemudian langsung dilanjutkan kembali dengan Tausyiah oleh Sayyid Fadlil al-Jailani al-Hasani dan diakhiri dengan do’a. Dipenghujung acara, beliau juga menyempatkan diri untuk besalaman dengan para santri.

 

Kemuliaan Orang Alim

“Rasulullah Saw. mengatakan bahwa ulama’ adalah ahli waris para nabi. beliau tidak mengatakan bahwah ahli waris beliau adalah orang yang kaya atau pun berpangkat”. Begitu kiranya cuplikan kalimat ketika beliau menerangkan tentang kemuliaan orang alim. Beliau juga mengatakan bahwa Syekh Abdul Qadir al-Jailani juga pernah mengatakan “Seorang alim yang zuhud, itu lebih baik dari pada ‘abid yang bodoh”.

Banyak sekali keterangan dan tausyiah yang beliau utarkan dalam acara tersebut. Kepada semua santri, beliau juga memberi ijazah ‘amm atas semua kitab  Syekh Abdul Qadir al-Jailani, termasuk Thoriqat Qadiriyah. Diakhir acara, beliau juga menyempatkan diri untuk tawashul dengan membaca Qasidah Syekh Abdul Qadir al-Jailani, bersama semua yang hadir.

 

Misi Menyebarkan Kitab

Hingga sekarang, beliau telah berhasil mengumpulkan lebih dari 120 kitab karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang beliau kumpulkan selama 30 tahun, yang sebagiannya sudah dicetak dan beredar di masyarakat. Beliau juga telah mengarang kitab Nahrul Qadiriyah dan masalah pembebasan kota Qudus. Beliau berharap, semoga bisa tetap semangat untuk terus mengumpulkan kitab karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Baik yang sudah ditemukan, ataupun belum diketahui.

[Muhammad Ichsan]

Kutipan:

Beliau juga mengatakan bahwa Syekh Abdul Qadir al-Jailani juga pernah mengatakan “Seorang alim yang zuhud, itu lebih baik dari pada ‘abid yang bodoh”.

 

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Kunjungan Tamu Agung Menyambut Kedatangan Sayyid Fadlil al-Jailani al-Hasani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *