Kumpulan Syair Penggugah Jiwa

Monday, September 3rd 2018. | Kitabah

 

Nama kitab           : Diwan al-Imam al-Syafi’i

Pengarang             : Muhammad bin Idris al Syafi’i

Tebal                      : 96 Halaman

Peresensi               : Muslimin S.

Sejak dahulu kala, syair sangat digandrungi oleh bangsa Arab. Pada zaman jahiliyah, mereka gemar membuat ungkapan-ungkapan yang berisikan wazan dan qafiyah, yang disusun menjadi ucapan “berenergi”. Bangsa ini sangat lihai menggambarkan realitas sekaligus menumpahkan imajinasi dalam sebuah karya yang luar biasa. Rasa senang, sedih, baik dan buruk juga diekspresikan melalui sebuah syair.

Syair menjadi salah satu kebanggaan, kemuliaan, serta keistimewaan orang Arab. Bukan hanya sebagai maha karya, namun syair juga berfungsi selaku mantra yang bisa menyulap dan memanipulasi pikiran orang lain. Dengan syair, mereka bisa menghilangkan kesusahan, memompa semangat, bahkan menghancurkan sebuah kabilah. Tidak heran jika orang-orang Arab cukup bersemangat mempelajari syair. Mereka juga mengabadikan syair-syair yang mempunyai nilai tinggi sekaligus menyanjung penciptanya.

Dalam biografinya, Imam Syafi’i yang masih berkebangsaan Arab ternyata memiliki minat besar dalam bidang sastra. Tidak tanggung-tanggung, pendiri madzhab ini memilih Kabilah Hudzail sebagai tempatnya mempelajari syair. Kabilah Hudzail pada waktu itu masih memiliki lisan yang bersih dan fasih dalam berbahasa. Imam Syafi’i pada akhirnya benar-benar menguasai ilmu syair dari mereka. Terbukti, dalam buku “Diwan Al-Syafi’i” beliau bisa menyusun syair dengan berbagai Bahr. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Akhfasy, ada beberapa bahr atau kasidah dalam ilmu syiir yakni thawil, basith tam, kamil tam, madid tam, wafir tam, rajaz tam, dan khafif tam. Dan, Imam Syafi’i menguasai semua bahr tersebut.

Imam Syafi’i juga bisa berdialog dengan santai menggunakan syair layaknya sastrawan Arab. Diriwayatkan dari Yaqut Al Humawi, ia berkata: Telah sampai kepadaku bahwa seorang lelaki datang kepada Imam Syafi’i dengan membawa selembar kertas, yang bertuliskan syair :

سَلِ الْمُفْتِیَ الْمَكِيَ مِنْ اَلِ هَاشِمٍ*  اِذَا اشْتَدَّ وَجْدٌ بِامْرِئٍ كَيْفَ يَصْنَعُ

Artinya: Tanyakan kepada mufti Mekkah dari keluarga Hasyim. Ketika rasa rindu kian berat dirasakan seseorang, lantas apakah yang harus ia perbuat?

Kemudian Imam Syafi’i membalas syair tersebut dengan menulis sebuah syair dibawahnya:

يُدَاوِي هَوَاهُ ثُمَّ يَكْتُمُ وَجْدَهُ * وَيَصْبِرُ فِی كُلِّ الْاُمُوْرِ وَيَخْضَعُ

Artinya: Dia bisa mengobati keinginannya, menutup lubang rindunya, bersabar dalam setiap hal, dan berusaha beribadah kepada Allah Swt.

Laki-laki tersebut mengambil kertas tersebut, dan pergi. Namun dia kembali lagi dan menulis balasan atas jawaban imam Syafi’i

فَكَيْفَ يُدَاوِي وَالْهَوَی قَاتِلُ الْفَتَی *  وَفِی كُلِّ يَوْمٍ غُصَّۃً يَتَجَرَّعُ

Artinya: Bagaimana bisa rindu itu terobati, sedang hawa nafsu telah membunuh seorang pemuda. Dalam setiap harinya, saat ia minum selalu tersedak.

Lalu Imam Syafii menjawab :

فَاِنْ هُوَ لَمْ يَصْبِرْ عَلَی مَا اَصَابَهُ *  فَلَيْسَ لَهُ شَيْءٌ سِوَی الْمَوْتِ اَنْفَعُ

Artinya: Maka apabila dia tidak bisa bersabar atas apa yang menimpanya, maka tidak ada yang lebih bermanfaat dari kematian.

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , ,

Related For Kumpulan Syair Penggugah Jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *