KH. Masduqi Machfudz, Pejuang Ahlu Sunnah  

Tuesday, December 15th 2015. | Uswatun Hasanah

 

KH Achmad Masduqi Machfudz

KH. Masduqi Machfudz adalah salah satu dari sekian banyak ulama’ yang genap mengabdikan dirinya demi memperjuangkan Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Beliau sangat senang berorganisasi. Dengan lantaran organisasi itulah beliau disegani dan diakui oleh semua kalangan. Beliau dikenal luas oleh semua lapisan masyarakat. Mulai orang biasa, akademis, politisi, hingga organisatoris. Kiprahnya di salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) membuat namanya semakin dikenal. Namun, semua itu tidak lantas membuatnya berbangga diri dan melalaikan tugas utamanya sebagai pendidik. Beliau tetap mengajar para santri, memberi tausiyah pada masyarakat, dan berkumpul bersama keluarga di sela-sela kesibukannya yang sangat padat.

 

Kiprah di NU

Kiai Masduqi dikenal sebagai pribagi yang tegas dan tidak setengah-setengah dalam berorganisasi, terlebih di Nahdlatul Ulama’. Beberapa jabatan yang pernah beliau duduki adalah:

  1. Pengurus Syuriah Nadlatul Ulama’ Kota Madya Malang 1973.
  2. Katib Syuriah Nadlatul Ulama’ wilayah Jawa Timur 1988-1992.
  3. Wakil Rais Syuriah Nadlatul Ulama’ wilayah Jawa Timur 1993-1997.
  4. Wakil Rais Syuriah Jawa Timur 1999-2007.
  5. Rais Syuriah Jawa Timur menggantikan KH. Imron Hamzah yang meninggal dunia di tengah-tengah masa jabatannya.
  6. Ketua Majelis Ulama’ Iindonesia Jawa Timur 1998-2007.

 

Selama aktif menjadi pengurus NU, baik Malang ataupun Jawa Timur, KH. Masduqi Machfudz selalu memperjuangkan dan mempertahankan khittah Nahdlatul Ulama’. Beliau selalu berusaha agar umat Islam tidak menyimpang dari ajaran Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Hal ini didasari atas semakin gencarnya golongan-golongan yang berusaha mengeluarkan orang-orang dari ajaran yang benar. KH. Ahmad Masduqi Machfudz sangat giat menyampaikan materi ke-Aswaja-an kepada masyarakat, khususnya golongan Nahdliyyin.

Salah satu bukti kepedulian beliau adalah mengadakan pengajian kitab Tadzhib yang berisi dalil-dalil ajaran umat Nahdliyin. Perjuangan beliau ternyata diikuti oleh santri-santrinya. Dalam berbagai kesempatan, para santri juga menyampaikan prinsip-prinsip Ahlu Sunnah wal Jama’ah kepada masyarakat.

KH Achmad Masduqi Machfudz

Rajin Memberi Teladan

Beliau adalah sosok yang patut dijadikan panutan dalam bersikap. Salah satu ciri khas beliau adalah selalu memegang teguh prinsip-prinsip hukum syari’at Islam dan konsisten antara perkataan dan perbuatan.

Beliau selalu melaksanakan tugas tepat waktu. Walau dengan jadwal yang sangat padat, beliau tetap memegang teguh sikap istiqomah (konsisten), amanah (selalu menepati kepercayaan), teguh pendirian, dan serius bekerja. Mendidik para santri adalah yang utama bagi beliau. Beliau sangat memperhatikan tugas ini, hingga meskipun dalam keadaan sakit atau kelelahan, pengajian tetap dijalankan walaupun jam yang telah terjadwal terabaikan.

 

Kiai yang Menulis

Sebagai orang alim, salah satu cara untuk menguatkan dan menularkan ilmu yang dimilikinya adalah dengan menelurkan buku atau karya yang bisa dinikmati dan diambil manfaat oleh orang lain. Sehingga, walaupun orang itu telah tiada, ilmunya bisa tetap bisa diambil manfaat oleh generasi setelahnya. Kiai Masduqi Machfudz, selain aktif berorganisasi, ternyata juga rajin menghasilkan karya ilmiah. Di antara karya-karya beliau yang sudah dipublikasikan yaitu:

  1. Konsep Dasar ‘Aswaja’ Dan 77 Cabang Iman.
  2. Buku Induk Akhlak, Pedoman Aswaja Maupun Tanya Jawab Soal Aswaja.
  3. Awamil Ilmu Nahwu.
  4. Sholat Tarawih dan Hari Raya Menurut Ahlu Sunnah.
  5. Problematika Zakat Dan Pemecahannya.
  6. Tuntunan Istighosah dan Buku Doa-Do
  7. Hasil Rumusan Bahsul Masil Nahdlotul Ulama.
  8. Terjemahan Kitab Irsyadul Ibad.
  9. Terjemahan Kitab Arbain fi Ushuluddin.
  10. Buku Ahlu Sunah wal Jama’ah.
  11. Lain-lain.

KH Achmad Masduqi Machfudz

Karya-karya beliau ini di atas merupakan hasil pemikiran beliau yang sebagian besar memuat masalah keagamaan. Sumbangsih pemikiran beliau dibuktikan dengan menulis. Walaupun dengan kesibukan yang sangat banyak, beliau tetap meluangkan waktu untuk menulis.

 

Mengajak Berjuang

Saat beliau menjabat sebagai pengurus syuriah Nahdlatul Ulama’ kota Malang, beliau sering mengajak santri-santrinya untuk ikut andil secara langsung dalam organisasi. Ini dilakukan dengan maksud memberitahukan santri bagaimana praktik berorganisasi yang benar. Dalam mengajar, beliau tidak membatasinya pada teori saja, melainkan juga tindakan.

Walaupun begitu, beliau tetap dengan tegas melarang semua santri menomorduakan mengaji. Apabila ada acara organisasi yang bertepatan dengan waktu mengaji, maka beliau pasti menyuruh agar mengaji tetap diutamakan.

[Muhammad Ichsan]

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , ,

Related For KH. Masduqi Machfudz, Pejuang Ahlu Sunnah  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *