Kekuatan Silaturrahim

Wednesday, March 18th 2015. | Pojok Pesantren

images (3)

Ketika berita tentang nenek yang hidup bersama cucunya di China muncul ke permukaan, banyak kalangan yang menyampaikan rasa kagum dan empatinya lewat media massa. Sang nenek usia 75 tahun yang ditinggal wafat suaminya, hidup bersama cucunya, Fank, di ditinggal wafat ibu ketika melahirkannya, sementara ayahnya merantau ke kota mencari nafkah.

Sang nenek harus menggendong cucu tiap hari untuk mengantarkan pulang dan pergi ke sekolah, menempuh jarak 4 km, dengan berat cucu 35 kg, di jalanan yang naik turun karena memang nenek dan cucu hidup di pegunungan.

Setiap pembaca berita tentu membayangkan betapa berat perjuangan nenek di usianya yang sudah uzur. Menjadi heran adalah nenek tersebut tidak terlihat letih, bahkan seakan memancarkan spirit dan dorongan untuk selalu optimis menjalani hidup ini.

Ketika ditanya para kuli berita, apa yang membuat sang nenek mampu melakukan aktifitas sangat berat dengan usia yang sudah uzur. Nenek pun menjawab bahwa semua ini didorong oleh rasa sayang kepada cucu, bagi sang nenek, hanya rasa sayang yang mampu menghadirkan kekuatan untuk menaklukan beban berat sekalipun.

“Inspiratif sekali kisah ini” serga Kang Junaidi.

“Kita disunguhi keternyataan ilmiah, bahwa menyambung persaudaraan dan kasih sayang itu menghadirkan manfaat, mulai dari bertambahnya rezeki sampai usia menjadi panjang. Hadis Rasulullah ini membukakan mata dunia bahwa betapa silaturrahim mampu menghadirkan power yang tidak terhingga” Jelas Kang Aba Abid yang sedang duduk nyantai bersama kawan-kawan seangkatan di teras Madrasah Al-Falahiyah beberapa jam jelang Haul Langitan.

“Dalam konstelasi dunia, peran umat Islam sangat ditunggu masyarakat dunia. Setidaknya dari sistem ekonomi, sekarang ekonomi syariah sedang menjadi primadona negara yang sekuler sekalipun, ikut melirik dan mempraktikkan sistem syariah. Di negara kita, bank dengan tawaran memberikan pelayanan sistem syariah, bagai jamur dimusim hujan”  Jelas Kang Aba Abid.

“Di mana titik temunya persoalan silaturrahim dan peran umat Islam di mata dunia?” tanya Kang Kholiq penasaran.

“Ketika Islam telah membuktikan akan efektifitas sistem syariah pada dunia, dan sebelumnya banyak keternyataan ilmiah ayat-ayat al-Qur’an pada ranah ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang coba kita amati betapa konsep silaturrahim mampu membangun kekuatan dahsyat. Apa yang diritis oleh Habib Umar bin Hafidz Yaman dengan Majelis Muwashalah Baina Ulama’il Muslimin seakan menjadi suplay energi yang membangunkan tidur nyenyaknya umat Islam dan menginspirasi masyarakat dunia. Bahwa ada kekuatan dahsyat gratis yang belum optimal dimanfaatkan. Kekuatan dahsyat tersebut cukup dengan melakukan silaturrahim”. Kata Kang Aba Abid.

“Apa yang bisa diharapkan dari majelis tersebut?” tanya Kang Mas’ud.

“Ketika kekuatan skala dunia telah dimiliki, maka selanjutnya terserah kita memanfaatkannya. Bagi umat Islam yang hidup di negara mayoritas muslimnya, mungkin tidak menemukan persoalan berarti dalam kehidupan sosial politik. Tetapi bagi saudara kita yang hidup di negara minoritas muslimnya, seperti Australia, betapa susahnya keberagamaan mereka, hanya ingin menjalankan keyakinannya saja harus susah payah, apa lagi misi dakwah. Masih ingat kita akan statemen Senator Belanda yang menyerukan menutup masjid-masjid di seluruh Belanda. Di sisi lain munculnya kelompok garis keras dari umat Islam, ISIS misalnya, seakan mengesahkan anggapan bahwa Islam itu agama teror dan antidamai. Karenanya bagi mereka, Islam adalah musuh bersama yang harus disingkirkan dan minimal dipinggirkan dari percaturan dunia. Keinginan ini akan terus menguat seiring dengan semakin terasanya peran umat Islam dan fungsi ajaran Islam bagi masyarakat dunia”. Jawab Kang Aba Abid.

“Nah.. dengan kekuatan yang dirajut melalui majelis yang digagas oleh Habib Umar ini, yang ternyata mendapat respon positif dari ulama seluruh dunia, akan terlahir kekuatan Islam yang siap memberikan sumbangsih luar biasa kepada masyarakat dunia untuk menerjemahkan misi Islam rahmatan li al-‘alamin”. Lanjut Kang Aba Abid.

“Ke depan, kita yang bagian dari Langitan harus berusaha menjadi pelopor untuk seoptimal mungkin berupaya membangun kekuatan umat Islam. Sungguh Islam dan Syaikhina tidak pernah mengajarkan permusuhan di antara kita, yang itu berarti melemahkan kekuatan kita. Bagi kita kado terindah kepada beliau yang hari ini kita berkumpul dalam rangka peringatan Haul Langitan adalah menjadi pribadi-pribadi yang membanggakan nama besar Langitan. Apapun dan di manapun aktifitas kita, kembali kita sadar bahwa ada amanat terbesar dalam pundak kita untuk menyebarkan misi Langitan menghadirkan Islam yang rahmatan li al-‘alamin” tutup Kang Aba Abid.

Oleh : Aba Abid

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Kekuatan Silaturrahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *