Kebenaran Sabda Rasulullah Saw di Abad Modern :“Matinya Hati”

Friday, May 3rd 2013. | Hadist, Kajian

Di antara kebenaran sabda Rasulullah Saw. adalah menginformasikan tetang matinya hati, merasa berat untuk bertaat kepada Allah Swt. dan tidak memiliki ketertarikan serta enggan untuk beribadah, meskipun dihantui perasaan menyesal tatkala gagal beribadah, atau mempunyai niat kuat untuk beribadah akan tetapi pada ahirnya tidak terealisasi.
Dikatakan oleh para ulama ahli tasawuf, mengutip dari beberapa hadis; hal yang demikian itu bersumber dari akibat mengkonsumsi makanan-makanan syubhat (tidak jelas kehalalannya). Sudah banyak kita dengar bahwa memakan makanan haram akan berdampak matinya hati.
Namun, ketika dipelajari kembali, terdapat beberapa hadis Rasulullah Saw. yang sejak jauh-jauh hari telah menginformasikan akan terjadinya keadaan tersebut. Umat akan kesulitan dalam menghasilkan harta yang halal, meski satu dirham saja, karena perkara haram telah merajalela dan mewarnai setiap praktek mu’amalah dengan bentuk-bentuk riba.
Demikian itu adalah merupakan bentuk ujian dari Allah yang sengaja diturunkan untuk umat ahir zaman, sebagai salah satu tanda-tanda yang akan menyambut kedatangan hari kiamat (asyrath as-sa’ah).

روى أحمـد والطـبراني من حـديث الضحـاك بن قيـس قال سمعت رسـول الله صلى الله عليه وسلم يقـول: إن بين يـدي السـاعة فتنـا كقطـع الليـل المظلـم, فتن كقطـع الدخان, يمـوت فيـها قلب الرجل كمـا يموت بدنـه.
“Sesungguhnya, saat menjelang hari kiamat akan terdapat beberapa fitnah, seperti gelombang-gelombang malam yang gelap. Dan beberapa fitnah yang diibaratkan seperti gumpalan-gumpalan asap yang pekat. Pada saat itu, hati seseorang akan menjadi mati, sebagaimana matinya raga.”

Perumpamaan gelombang malam dalam hadis tersebut memberikan pemahaman bahwa fitnah yang datang akan semakin dahsyat seiring bertambahnya waktu, sebagaimana malam yang menjadi semakin gelap seiring bertambahnya jam. Semakin malam semakin gelap, semakin ahir zaman semakin dahsyat fitnahnya.

وروى نعيم بن حماد في الفتن من حديث ابن عمر قال: قال رسـول الله صلى الله عليه وسلم: لتغشـين أمتي بعـدي فـتن يموت فيـها قلب الرجـل كمـا يموت بدنـه.
Rasulullah saw bersabda: “Sepeninggalku nanti, umatku akan dikepung oleh fitnah yang berat. Dimana hati seseorang akan mati karenanya, sebagaimana matinya badan.”

وروى أيضـا هـو وابن عسـاكر من حديث عبـد الله بن عمرو بن العـاص في حديث طويـل فيـه: ولتـظمأن قلوبهـم بما فيـها من بـرها وفجورها كما تظمأ الشجـرة بما فيـها حـتى لا يستطيـع محسـن يزداد احسانـا ولا يستطيع مسيء استـعتابـا. قال الله تعالى:كـلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون, المطففين: 14
Dalam hadis yang panjang dari Amr bin Ash, dikatakan: “Hati mereka akan merasa dahaga; baik hati yang masih ada kebaikan maupun hati yang sudah menjadi buruk, sebagaimana hausnya pepohonan (akan siraman). Sehingga orang yang baik tidak mampu lagi menambah kebaikannya, dan orang yang buruk sudah tidak bisa lagi bertobat.”

Hal ini sesuai dengan kandungan dalam firman Allah Swt; mereka akan terkalahkan oleh dosa-dosa yang dilakukannya, dan hatinya akan terhijab dari menerima kebenaran.

ورواه الحاكم في المستدرك من حديث كـريب مـولى ابن عبـاس أنـه كان مع ابن عبـاس ومعـه ابن زبير في نفـر فدخل عليهم أبو هريرة فقـال: موتـوا, فقال لـه ابن زبـير: يا أبـا هريرة, والدين قائم, والجهـاد قائم, والصـلاة, والزكـاة, والحـج, وصيـام رمضـان؟ قال أبو هريرة: أن تمـوت قبـل أن تدرك ما لا يستـطيع المحسن أن يزيـد احسانـا ولا يستـطيع المسـيء أن ينـزع عن إسائتـه.

Telah diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak, bahwa: Saat sahabat Ibnu Abbas bersama-sama Kuraib dan Ibnu Zubair, bersama beberapa orang, lalu Abu Hurairah mendatangi mereka dan berkata: “Sebaiknya kalian mati saja.” Lalu Ibnu Zubair berkata: “Wahai Abu Hurairah, bukankah agama masih tegak, jihad masih tegak, shalat, zakat, haji, puasa ramadlan juga demikian?” Abu Hurairah menjawab: “Sebaiknya kalian mati sebelum menemui masa di mana seseorang yang baik tidak mampu lagi menambah kebaikannya, sementara seseorang yang buruk tidak mampu untuk berhenti dari keburukannya.”

روى الحاكم أيضا من حديث عبد الله بن عمرو بن العاص عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال من اقتراب الساعة أن ترفع الأشرار وتوضع الأخيار ويفتح القول ويخزن العمل, الحديث وقال الحاكم صحيح كما قال الذهبي أيضا وكذلك رواه الطبراني برجال الصحيح, كما قال الهيتمي الحافظ
Rasulullah Saw. bersabda: “Di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah dihormatinya orang-orang jahat, dan direndahkannya orang-orang yang baik, banyak bicara sementara tidak ada kerja.”

Dari hadis ini, jelas sekali penggambaran tentang keadaan ahir zaman dan keadaan penghuninya yang hatinya telah mati. Saat itu pula, perlakuan terhadap orang-orang baik dan orang-orang buruk (perilakunya) menjadi terbalik. Orang-orang yang seharusnya dijadikan panutan dan dinomor satukan banyak ditinggalkan. Sebaliknya, orang-orang yang berkelakuan buruk diidolakan dan dimuliakan melebihi orang-orang pilihan. Pintu-pintu pembicaraan tentang ilmu akan terbuka dengan luas dan terdapat di mana-mana, tetapi penerapan terhadap ilmu dalam keseharian, banyak tertahan dan tidak terealisasi sama sekali. Wallahu a’lam.

tags: , , , ,

Related For Kebenaran Sabda Rasulullah Saw di Abad Modern :“Matinya Hati”

Leave a Reply