Jangan Terperdaya!

Saturday, April 7th 2018. | Kajian, Tasawuf

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu. Dan jangan pula penipu (setan) memperdayakan kamu dalam mentaati Allah. (QS. Luqman: 33).

Sesunggunhnya kunci kebahagiaan adalah selalu menjaga diri dan selalu pandai. Sumber dari kecelakaan itu terpedaya dan lalai. Maka tidak ada nikmat bagi Allah atas hamba-hambaNya yang melebihi nikmatnya iman dan makrifat. Tidak ada perantara menuju kepada iman dan makrifat, kecuali dengan terbukanya dada dengan cahaya mata hati (nur al-bashirah). Dan tidak ada bencana yang besar melebihi bencana kufur dan maksiat. Tidak ada yang bisa mengajak kepada kufur dan maksiat itu kecuali buta mata hati disebabkan gelapnya kebodohan.

Orang-orang yang tertipu hati mereka, maka mereka bagaikan gelap gulita di lautan yang dalam yang diliputi oleh ombak. Di atas ombak dan di atasnya lagi ada awan gelap gulita yang bertindih-tindih. Maka apabila ia mengeluarkan tangannya, tidaklah dapat melihatnya. Dan barang siapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tidaklah ia mempunyai cahaya sedikitpun.

Maka orang-orang yang pandai adalah mereka yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat petunjuk. Allah melapangkan dada mereka kepada agama Islam dan melapangkan dada mereka kepada petunjuk. Sedangkan orang-orang yang terperdaya adalah mereka yang dikehendaki oleh Allah untuk sesat. Lalu Allah menjadikan dada mereka sempit lagi sesak, seakan-akan mereka naik keatas langit.

Orang yang terpedaya adalah orang yang tidak terbuka mata hatinya supaya dengan terbukanya mata hati dirinya bisa terjamin. Akan tetapi ia dalam kebutaan. Maka ia menjadikan hawa nafsunya menjadi pemimpin dan ia menjadikan setan sebagai pemberi petunjuk. Maka siapa yang buta di dunia ini, niscaya ia di akhirat buta dan akan tersesat jalanya.

Dan apabila telah diketahui, bahwa terpedaya adalah pangkal dari kecelakaan dan sumber dari kebinasaan. Maka haruslah seseorang mengetahui kejelasan tempat masuk dan berlalunya, serta perincian apa yang terjadi dari jatuhnya ketertipuan baginya. Seorang murid (orang yang menuntut ilmu akhirat) hendaknya dapat menjaga diri sesudah ia mengetahui ilmu tersebut lalu mau memelihara dirinya.

Hamba Allah yang telah memperoleh taufik adalah orang yang telah mengenal tempat masuknya bahaya dan kebinasaan. Kemudian ia mengambil pelajaran untuk menjaga dirinya. Dan, ia membangun jiwa dan mata hatinya serta dengan memikirkan akibatnya.

Termasuk dari sebagian keterpedayaan adalah:

  1. Orang yang menganggap kemungkaran sebagai kebaikan seperti orang yang membangun masjid dan menghiasinya dengan harta yang haram.
  2. Orang yang tidak bisa membedakan apa yang ia kerjakan untuk diri mereka dan antara apa yang ia kerjakan karena Allah taala. Seperti orang yang  suka memberi nasehat yang maksud tujuanya supaya diterima di hati manusia dan ingin memperoleh kemegahan.
  3. Orang yang meninggalkan pekerjaan yang lebih penting dan mengerjakan yang tidak penting.
  4. Orang yang meninggalkan kewajiban dan mengerjakan sunat.
  5. Orang yang meninggalkan subtansi dan mengerjakan sesuatu yang tak penting.

Imam mahmudi

 

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Jangan Terperdaya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *