Istighfar Menurunkan Rahmat

Friday, February 19th 2016. | Uncategorized

khasiat istighfar

Istighfar Menurunkan Rahmat

 

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا [نوح/10-12]

Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” {QS. Nuh 10-12}

 

Kandungan Ayat

Ayat di atas mengandung perintah Nabi Nuh kepada kaumnya ketika terjadi kemarau panjang, sementara istri-istri mereka sukar memiliki anak. Imam ar Rozi meriwayatkan bahwa Imam Muqotil berkata: “Sesungguhnya Kaum Nuh ketika mendustakan ajakan dan perintah Nabi Nuh dalam masa yang lama akhirnya Allah Swt memberikan kemarau panjang dan memandulkan istri-istri mereka selama empat puluh tahun, kemudian mereka semua mendatangi Nabi Nuh meminta petunjuk tentang apa yang harus mereka kerjakan menghadapi cobaan itu. Nabi Nuh as berkata : Istighfarlah kalian semua meminta ampunan Tuhan kalian (Allah) dari perbuatan syirik yang kalian lakakan sampai Allah membukakan pintu nikmat-Nya untuk kalian.”

Kemudian Imam ar Rozi mengutarakan: “Ketahuilah bahwa menyibukkan diri dengan melakukan taat kepada Allah adalah sebab terbersar yang membuka pintu-pintu kebaikan dan ini ditunjukkan oleh berbagai ayat yang ada dalam Alquran, termasuk adalah melihat tujuan utama manusia itu diciptakan yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah, sehingga ketika tujuan utama manusia dicipkatan dikerjakan maka apapun yang menjadi kebutuhannya selama di dunia secara otomatis akan tercukupi.”

Dalam riwayat lain, selama tujuh puluh tahun, kemudian Nabi Nuh menjanjikan apabila mereka mau beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan mereka rezeki dan menghilangkan kesusahan yang mereka alami selama ini. (Tafsir ar Rozi [16] : 53, Al Alusi [21[ : 313, al Kasysyaf [7] : 164)

 

Rahasia Istighfar

Ayat di atas menyimpan rahasia luar biasa bagi kehidupan manusia. Nabi Nuh As. pernah memberikan nasihat kepada kaumnya yang telah menyia-nyiakan dakwah yang beliau sampaikan. Padahal, akibat perbuatan mereka, beliau menderita dalam waktu cukup lama.

Suatu hari Nabi Nuh as menuntun mereka dengan perkataan, اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. (mohon ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Tuhan kalian adalah Dzat Yang Banyak Menerima Ampunan). Kemudian beliau mengutarakan rahasia di balik istighfar. Dalam penjelasan beliau, istighfar memiliki lima manfaat meliputi:

يُرْسِلِ السمآء عَلَيْكُمْ مِّدْرَاراً. Manfaat pertama adalah dengan bertaubat dan meng-Esa-kan Allah, maka Allah Swt akan menurunkan hujan yang amat deras dari langit. As Sya’bi meriwayatkan, Umar bin Khotthob melakukan sahalt istisqa’ dan beliau tidak menambah apa pun selain memperbanyak istighfar. Para sahabat berkata: “Wahai Amirul Mukminin, kami tidak melihat Anda meminta hujan.” Beliau berkata: “Sungguh aku meminta hujan dengan perantara bintang mijdah langit (Istighfar)  yang mana hujan akan turun bersamanya.” Lantas Umar membaca ayat ini.

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ. Manfaat kedua dan ketiga yaitu dengan beristighfar, Allah akan memberikan banyak rizqi dan anak. Sudah menjadi watak manusia bahwa mereka menyukai harta dan anak yang menjadikan hidup lebih sempurna.

وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ. Manfaat keempat, yaitu Allah akan menganugerahkan kebun-kebun yang luas bagi siapa saja yang mau beristighfar.

وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً. Manfaat kelima, Allah akan mengalirkan sungai-sungai dari bawah pepohonan yang ternaman dalam kebun-kebun tersebut agar menjadi lebih indah dan bermanfaat untuk seluruh umat manusia. (At Thobari [23] : 633, Ar Rozi [16] : 54, al Wasith lil Thontowi [1] 4331)

 

Jawaban Al Hasan Basri

Diriwayatkan dari ar Robi’ bin Shubaih bahwa ada empat orang laki-laki mendatangi al Hasan al Basri dengan mengeluhkan beragam hal. Orang pertama mengeluhkan gersangnya tanah karena kemarau panjang. Orang kedua mengeluhkan kefaqirannya. Orang ketiga mengeluh karena belum memiliki keturunan. Orang keempat mengeluhkan tentang keringnya tanah kebunnya karena tidak ada sumber air sehingga tidak bisa memanen hasilnya.

Oleh al Hasan al Basri, mereka disarankan untuk memperbanyak istighfar kepada Allah. Kemudian ar Robi’ berkata: “Wahai al Hasan, sekelompok orang datang kepadamu mengeluah hal yang berbeda-beda dan meminta berbagai hal yang beda, lalu engkau memerintahkan mereka semua untuk beristigfar?”. Al Hasan al Basri berkata: “Aku tidak mengatakan apa pun yang berasal dari diriku sendiri, aku hanya menyampaikan ibarat dari firman Allah yang menceritakan Nabi Nuh as dengan kaumnya. Lalu al Hasan al Basri membaca ayat-ayat diatas. (al Alusi [21] : 315, ar Rozi [16] : 53, al Kasysyaf [7] : 147)

Dengan demikian, bisa dipetik pelajaran bahwa apa pun yang terjadi dalam diri dan lingkungan kita adalah akibat perbuatan kita sendiri. Jalan keluar dari masalah tersebut adalah dengan memperbanyak istighfar kepada Allah dan meningkatkan taqwa kepada-Nya sesuai dengan ayat-ayat yang termaktub dalam Alquran. Wallahu A’lam.

 

[Ahmad Farikhin]

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Istighfar Menurunkan Rahmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *