Islam [damai]

Tuesday, May 21st 2013. | Essay, Refleksi
seorang Teroris tidak punya agama

Teroris tak beragama

Pengasuh Pondok Pesantren Langitan periode 1971-2012 M, Syaikhina KH Abdullah Faqih –Allahu yarham– dalam buku Mutiara Nasehat KH Abdullah Faqih mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang santun. Tidak diperkenankan melakukan pencegahan kemungkaran dengan cara yang munkar. Sebab itu akan menyebabkan orang lari dari kebenaran. Dawuh ini muncul saat Negara kita dilanda berbagai aksi pengeboman di berbagai daerah.

Lebih parah lagi, mereka mengadakan tindak kemunkaran -dengan menebar terror- itu mengatasnamakan jihad, sebuah konsep mulia dalam Islam. Benarkah tindakan mereka? Apa benar jihad bermakna menyebar terror dan mengadakan pengeboman tanpa alasan yang jelas?.

Hingga kini, permasalahan terrorisme menjadi isu global yang dibicarakan setiap bibir para pemimpin Negara seantero dunia. Terlepas dari rekayasa dunia barat, fakta terrorisme memang sudah berada dalam taraf yang mengkhawatirkan. Gerakan ini subur di kelompok minoritas umat muslim yang kemudian digeneralisasikan media-media anti islam menjadi wajah umat muslim.

Yang mulia Habib Umar bin Hafidz Yaman saat mengadakan safari dakwah di Indonesia mengatakan bahwa kelompok minoritas yang mengatas namakan agama dalam melakukan tindakan terror tidaklah benar. Sebab Rasulullah tidak pernah mengajarkan kekerasan.

Islam merupakan agama yang santun. Tidak diperkenankan melakukan pencegahan kemungkaran dengan cara yang munkar.

Rasulullah berdakwah dengan keagungan akhlak yang mulia, mengedepankan bahasa budi, dan menyukai perdamaian. Bahkan ulama kharismatik itu menambahkan bahwa tindakan terror –yang mengatasnamakan agama- merupakan pemahaman sepihak yang mereka pahami dari kajian islam secara parsial. Mereka memahami islam secara sepotong-potong.

Syaikh Ali al-Shabuni, Mufassir Makkah dalam wawancara eksklusif dengan redaktur Majalah Langitan mengatakan, Islam bukanlah terror, tetapi mengangkat manusia dari jurang kegelapan menuju kemuliaan. Mengangkat martabat manusia dari lembah kehinaan menuju derajat yang agung di sisi Allah Swt.

Melihat dawuh dari para yang mulia di atas, islam selaras dengan konsep perdamaian. Bukankah Allah telah mengajarkan penyebaran kedamaian dengan selalu mengucap, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh (Salam sejahtera bagimu, semoga kasih sayang Allah dan berkah-Nya selalu bersamamu) saat saling berjumpa. Bahkan dalam shalatpun Allah mengajarkan memulai dengan kebesaran-Nya (Allahu Akbar) dan mengakhiri dengan salam perdamaian (assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh). Sekali lagi, pantaskah kita menebar terror atas nama agama dan Tuhan?. Wallahu a’lam bis shawwah.

Muhammad Hasyim

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Islam [damai]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *