Isa al Masih AS Lahirnya Sang Juru Selamat

Tuesday, February 4th 2014. | Qur'an

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (٥٩) الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (60)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (QS. Ali Imron 59-60)

Sebab Turunnya Ayat

Sebab turunnya ayat ini adalah ketika datang sekelompok utusan pemeluk Nasrani di kota Najran di bawah pimpinan as Sayid dan al ‘Aqib untuk mengajak debat Nabi Saw tentang Nabi Isa As. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Al Hasan, ia berkata: “Telah datang kepada Rasulullah Saw dua rahib Nasrani Najran, salah satu dari mereka berkata: Siapakah ayah Isa As?” Rasulullah Saw tidak gegabah menjawabnya namun menunggu sampai diperintahkan Allah.

Jibril turun membawa ayat ini sebagai jawaban. Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari Al Aufi dari Ibnu Abbas ra. Sesungguhnya sekelompok orang dari Nasrani Najran datang menghadap Nabi Saw, termasuk dari mereka adalah As Sayid dan Al ‘Aqib, mereka berkata: “Apa maksudmu menyebut-nyebut nama shohib kami?” Nabi Saw berkata: “Siapa dia?” Mereka menjawab: “Isa, kamu berprasangka dia adalah hamba Allah.” Nabi Saw berkata: “Memang benar Isa As adalah hamba Allah.” Mereka menimpali: “Apakah kamu pernah melihat yang seperti Isa atau kamu bisa meramalkan seperti dia?” Lalu mereka meninggalkan Nabi Saw.

Kemudian datanglah Jibril membawa wahyu dan berkata: “Wahai Muhammad, kalau kamu bertemu dengan mereka katakanlah: Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam sampai sempurnanya ayat.” Riwayat yang senada juga disampaikan oleh Imam al Wahidi dalam Asbanun Nuzulnya bersumber dari Al Hasan. (Lubabun Nuqul lis Suyuti 1/41, Asbabu Nuzulil Qur’an lil Wahidi 1/34)

 

Kelahiran Tanpa Ayah

Nama Nabi Isa AS dalam al Qur’an disebutkan berulang kali. Nama Isa disebut sebanyak 15 kali, kemudian nama al Masih sebanyak 11 kali dan disebutkan dengan nama Ibnu Maryam sebanyak 23 kali. Beliau dilahirkan di Bethlehem, Palestina, tempat dimana banyak tumbuh pohon kurma.

Isa berasal dari an Nashiroh (Nazaret) di al Jalil yang berada di sebelah utara Palestina (lAtlas Alquran 116). Kelahiran ini bermula ketika Hannah binti Faqudz bin Qotil istri Imron bin Hisyam bin Amun bin Misya bin Hizqiyah keturunan Nabi Dawud AS melahirkan seorang putri bernama Maryam yang kemudian berkhidmah di Baitil Maqdis.

Selama berkhidmah, Maryam sama sekali tidak keluar dari masjid kecuali pada masa haid atau mencari kebutuhan pokok. Hingga suatu ketika, ia keluar dan bertemu Jibril yang menyamar menjadi seorang manusia. Jibril lalu meniupkan ruh ke dalam rahim Maryam dengan memberikan kabar gembira ihwal akan lahirnya seorang nabi dan rasul dari kandungannya.

Menurut pendapat yang masyhur, kehamilan yang dialami Maryam sebagaimana lazimnya seorang wanita hamil. Kehamilan ini kemudian diketahui oleh seorang lelaki saleh yang berkhidmah bersama Maryam di Baitil Maqdis, Yusuf an Najjar. Lelaki itu masih termasuk keluarga Maryam.

Yusuf yang melihat kehamilan Maryam menyadari betapa salehahnya perempuan itu. Yusuf yakin Maryam tidak mungkin sampai melakukan hal yang dilarang. Yusuf kemudian bertanya: “Wahai Maryam, aku ingin bertanya kepadamu tentang suatu hal yang mengganggu pikiranku dan janganlah engkau malu menjawabnya?”

Maryam menjawab: “Apakah itu?”. Yusuf melanjutkan: “Apakah ada pohon tanpa biji? Adakah tanaman tanpa benih? dan adakah anak tanpa ayah?” Maryam menjawab: “Ada, sesungguhnya Allah SWT pertama kali menciptakan pohon dan tanaman tanpa biji dan benih, begitu juga Allah menciptakan Adam AS tanpa ayah dan ibu.”

Lalu Yusuf pun membenarkan dan memahami apa yang telah disampaikan oleh Maryam. Namun, tidak demikian dengan kaum Yahudi. Mereka menganggap kehamilan Maryam akibat berzina. Akhirnya Maryam keluar dari Baitil Maqdis dengan ditemani oleh Yusuf an Najjar.

 Menurut riwayat Wahb bin Munabbih, tujuan mereka menuju sebuah desa diantara Syam dan Mesir yang berjarak sekitar 8 mil dari Baitil Maqdis. Tempat itu bernama Bethlehem. Disanalah Nabi Isa as dilahirkan dari rahim Maryam tanpa seorang ayah. (Qishosul Anbiyah 1/517, 527, Tafsir Ibnu Katsir 5/222)

Si Kecil yang Berbicara

Setelah kelahiran Nabi Isa As, Maryam yang ditemani Yusuf an Najjar menetap di Bethlehem selama 40 hari masa nifas. Maryam lalu kembali ke Baitil Maqdis dengan membawa Isa kecil. Di tengah perjalan di kecil Isa AS berkata kepada ibunya: “Wahai Ibuku, berbahagialah engkau, sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan al Masih.”

Ketika Maryam sampai di Baitil Maqdis dengan membawa Isa, sebagian dari kaum Yahudi berkeinginan untuk merajamnya. Namun keinginan ini tidak telaksana ketika Isa yang masih bayi berkata-kata kepada mereka. Sebagaimana yang diceritakan dalam al Qur’an, ketika Maryam ditanya kaum Yahudi, dia hanya mengisyarahkan agar bertanya sendiri kepada si kecil Isa As.

Isa yang masih bayi berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (al Kassyaf 4/79, at Thobari 18/189)

Diangkat ke Langit

Ketika berdakwah ditengah-tengah kaumnya, Isa As menemukan banyak rintangan. Bahkan kaumnya mengirimkan sejumlah orang untuk membunuhnya. Lalu Isa berkata kepada kelompok Hawariyin yang mendukungnya: “Sesungguhnya aku akan pergi ke langit untuk bertemu dengan Ruhul Qudus dan membersihkan diri dari alam yang penuh kekotoran, maka semoga Allah memberikan pertolongan kepada kalian supaya ajakan dan dakwa kalian setelahku diterima.”

Diceritakan dari Ibnu Humaid, ia berkata bercerita kepadaku Ya’qub al Qumi dan Harun bin ‘Antarah dari Wahb bin Munabbih dia berkata: “Ketika Isa dan 17 orang kaum Hawariyin terkepung di dalam rumah, para pembunuh tersebut memasuki rumah, namun Allah Swt merubah seluruh wajah kaum Hawariyin seperti wajah Isa AS.

Lalu para pembunuh tersebut berkata: “Kalian telah menyihir kami, keluarkanlah Isa atau kami akan membunuh kalian semua.” Lalu Isa AS berkata kepada Hawariyin: “Siapa diantara kalian yang mau memberikan dirinya dengan ganti surga kelak?” Salah satu dari mereka berkata: “Saya. Akhirnya dia keluar dari rumah dan berkata kepada kelompok pembunuh, Aku adalah Isa.”

Lalu orang tersebut ditangkap dan dibunuh serta disalib dengan prasangka dia adalah Isa As. Padahal Allah SWT telah mengangkat Isa AS ke Langit pada hari itu juga. Nabi Isa As diangkat ke langit keempat yang merupakan tempat munculnya matahari (falakus syams). Diriwayatkan, kelak di akhir jaman Nabi Isa AS akan diturunkan ke bumi. (Tasfir At Thobari 9/367, Al Alusi 3/80).

Ahmad Farikhin

Gambar

  1. Atlas Alquran Hal 118-119 (Baitlehem kota dimana Nabi Isa as dilahirkan)

Comments

comments

tags: , , , , , , ,

Related For Isa al Masih AS Lahirnya Sang Juru Selamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *