IBNU HAITSAM Perumus Ilmu Optik

Saturday, September 19th 2015. | Essay, Kajian

ilustrasi-_110623203105-948IBNU HAITSAM

PERUMUS TEORI ILMU OPTIK

Namanya Abu Ali Muhammad Al-hassan ibnu Haitsam. Ia lahir di kota basra pada tahun 354H/965M. ia tumbuh dan berkembang di kota Basrah dan Baghdad. Dua kota yang saat itu menjadi pusat ilmu pengetahuan Abbasiyah.

Nama Ibnu Haitham cukup popular di kalangan cendekiawan barat. Mereka menyebutnya dengan nama Alhazen. Ia di kenal sebagai ilmuwan islam yang mahir dalam berbagai bidang. ilmu sains,falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat dikuasainya sepenuhnya. Terlebih masalah optic, konsep dan teorinyalah yang di gunakan oleh orang-orang barat selepasnya.

Perjalanan kesuksesannya bermula dari pendidikan yang ia tempuh di basrah. ia di lantik menjadi pegawai pemerintah di Bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmah dalam pemerintahan, ia mengambil keputusan berkelana ke Baghdad dan Ahwaz. Di sanalah ia memperdalam ilmu agama, sekaligus mulai memupuk kecintaan pada dunia kepenulisan.

Mesir menjadi kota berikutnya yang di buat singgah ibnu haitsam. Kemasyhurannya sebagai ilmuwan membuat pemerintah Bani Fatimiyah di Mesir waktu itu, yaitu Khalifah Al-Hakim bin Amirillah (386-411H/996-1021M) mengundang ibnu haitham ke negaranya. Dia bermaksud memanfaatkan keluasan ilmu yang dimiliki oleh Ibnu Haitsam dan berharap ibnu haitsam mampu mengatur banjir Sungai Nil yang kerap kali melanda negeri itu setiap tahunnya.

Ibnu Haitsam pun tidak menyia-yiakan kesempatan mulia, menetap di Mesir. Kota yang saat itu sudah mempunyai universitas besar yang begitu terkenal. Hal itu di refleksikan ibnu haitsam dengan menghabiskan waktunya untuk  melakukan penelitian terhadap aliran sungai Nil. Ia juga menyalin beberapa buku Matematika dan Falak dari bahasa latin ke bahasa Arab . Hal itu di lakukan agar mendapat uang cadangan dan akan di gunakannya untuk menempuh perjalanannya ke universitas al-Azhar Mesir.

Usaha Ibnu Haitsam membuahkan hasil yang memuaskan. Ia berhasil menguasai beberapa bidang ilmu intelektual, Seperti falak, sains, geomatri, matematika, pengobatan dan falsafah. Bahkan tulisannnya mengenai mata, telah menjadi salah satu rujukan dalam kajian sains di barat dan menjadi asas utama dalam dunia kedokteran.

Namun itu tak lantas membuat ibnu haitham merasa puas. Andalusia(spanyol) yang saat itu menjadi pusat kelimuan eropa menjadi tujuan ibnu haitham berikutnya. Tidak akan sempurna rasanya jika orang secerdas ibnu haitham tidak berkelana ke Spanyol. Di sana ia mengembangkan teori optiknya, sehingga ia benar-benar terkenal dalam bidang optic.

Setelah di rasa cukup ibnu haitham kembali karehah(mesir). Dan usia ke 74 pada tahun 1039M ia meninggal di tanah tersebut.

Sebagai ilmuwan besar tentunya karya atau penemuannya begitu banyak. Namun karyanya yang paling monumental adalah yang ia temukan saat bersama muridnya,kamaluddin, ia berhasil menemukan kamera obscura. Saat itu Ibnu Haitsam melakukan observasi akan gerhana matahari. Ia membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata di proyeksikan melalui permukaan datar. Kamera obscura inilah yang menjadi dasar ilmu optic, sehingga dari inilah, nantinya muncul  berbagai kamera yang saat ini di gunakan manusia.

Dunia Ibnu Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Buku ini natinya di terjemah oleh witelo pada tahun 1270M, kemudian di terbitkan f.risner pada tahun 1572M dengan nama thesaurus opticae. Kitab al-Manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, ibnu haitham juga menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap. Bahkan ibnu haitham mampu menggambarkan indra penglihatan menusia secara mendetail. Tak heran, jika ‘Bapak Optik’ dunia itu mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Hebatnya lagi, al-Haitham mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana manusia bisa melihat. Teori yang dilahirkannya juga mampu mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid

Bukan hanya itu, beberapa penemuan atau teori berkaitan dengan optic yang di kemukakan ibnu haitsam juga menginspirasi para professor barat masa kini. Misalnya, Lewat eksperimen terhadap matahari pada saat surut, ia menemukan teori pembiasan. Ia juga telah melakukan penyelidikan dengan  menggunakan mesin lathe (larik) untuk membuat cermin kanta cekung dan kanta cembung. Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dari situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia. Dalam bidang falsafah, astronomi, dan fisika, ia juga berhasil menemukan teori-teori yang akan menjadi inspirasi ilmuwan-ilmuwan pada zaman setelahnya.

Ibnu Haitham membuktikan bahwa ia begitu bergairah dalam mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada masa mudanya, sehingga beliau Berjaya, menghasilkan banyak buku dan makalah dalam berbagai cabang ilmu.  Buku-buku karyanya antara lain adalah Al’Jami’ fi Usul al’Hisab, yang mengandung teori-teori ilmu metametika dan metametika penganalisaannya, Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib, mengenai ilmu geometri, Kitab Tahlil ai’masa^il al ‘Adadiyah, tentang algebra, Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah, yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau, Maqalah fima Tad’u llaih, mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak , Risalah fi Sina’at al-Syi’r, mengenai teknik penulisan puisi.

Tercatat dalam sejarah, karya ibnu haitsam tidak kurang dari 200 buku, namun dari sekian banyak itu, hanya beberapa yang dapat terselamatkan. Dan sebagian karyanya juga di curi oleh ilmuwan barat tanpa member penghargaan yang layak untuknya.(berbagai sumber)

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For IBNU HAITSAM Perumus Ilmu Optik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *